Refleksi: September 2001
Minggu 30 September 2001
Inspirasi dari Feynman
"It is our responsibility as scientists, knowing the great progress which comes from a satisfactory philosophy of ignorance, the great progress which is the fruit of freedom of thought, to proclaim the value of this freedom, to teach how doubt is not to be feared but welcomed and discussed, and to demand this freedom as our duty to all coming generations."
-- Richard P. Feynman (1918-1988)
Sabtu 29 September 2001
Komet Borrelly (2)
Masih seputar komet Borrelly. Komet yang diberi kode pengenal 19P tersebut mengedari Matahari setiap 6,9 tahun dan tergolong mudah diprediksi sifat-sifatnya -- meskipun pada tahun 1994-1995 diketahui bagian coma (kabut gas dan debu disekeliling inti komet) dari komet tersebut sempat menjadi sangat panjang. Inti komet itu -- yang biasanya terlihat jelas dan mirip bintang melalui teleskop -- kemungkinan memiliki diameter tidak lebih dari 10 km. Misi perlintasan Deep Space 1 terjadi hanya seminggu setelah komet tersebut mencapai titik terdekatnya dari Matahari, dengan demikian bagian coma sedang mencapai ukuran yang cukup besar dan dalam keadaan aktif. Para astronom amatir melaporkan bahwa komet tersebut saat ini dapat diamati di sekitar batas rasi Cancer-Gemini dengan magnitudo 10.
Lebih jauh tentang komet bisa dibaca di halaman ini.
Rabu 26 September 2001
Komet Borrelly (1)
Wahana Deep Space-1 diluncurkan pada bulan Oktober 1998 sebagai wahana percobaan untuk teknologi propulsi ion dan 11 teknologi antariksa lain yang beresiko tinggi. Misinya dinyatakan berakhir pada bulan September 1999, namun NASA berhasil memperpanjangnya dan memanfaatkan sistem propulsi ion serta teknologi lain pada wahana tersebut untuk meneliti inti komet Borrelly.
Deep Space 1 berhasil melintasi komet Borrelly dalam jarak sekitar 2.200 km dari permukaannya pada tanggal 22 September 2001 pukul 22:30 UT (23 September 2001 pukul 05:30 WIB). Wahana tersebut akan mengirimkan gambar-gambar dalam format hitam putih, hasil pengukuran spektrometer inframerah, data mengenai medan ion dan elektron serta hasil pengukuran medan magnet dan plasma di sekeliling komet. Para ilmuwan berharap misi Deep Space 1 dapat membantu memberikan informasi seputar sifat-sifat permukaan komet serta mengukur interaksi antara angin surya dengan komet. Data-data yang terkumpul diharapkan dapat membantu mereka dalam mempelajari salah satu objek anggota tata surya ini. (http://www.jpl.nasa.gov/releases/2001/release_2001_189.html)
Mungkin kapan-kapan saya akan menulis artikel tersendiri tentang komet untuk mengisi ruang astronomi yang sudah agak lama tidak mengalami update.
Sabtu 22 September 2001
Ada Apa di Hari Ini?
Ada apa di tanggal 22 September ini? Pada tanggal 22 September jam 23:04 UT (bertepatan dengan 23 September 06:04 WIB) matahari akan melintasi equator langit, bergerak dari utara ekuator ke selatan ekuator. Tepat saat matahari berada di perpotongan ekliptika dan ekuator itu (yang dinamakan titik autumnal equinox), jam matahari (yang kita pakai sehari-hari) sama dengan jam sideris (jam bintang). Peristiwa ini juga menandai awal musim gugur di belahan bumi utara dan musim semi di belahan bumi selatan.
Peristiwa lain yang tidak kalah pentingnya: tepat di hari ini saya berulang tahun :).
Jumat 21 September 2001
Dari DES ke AES
Sejak standar enkripsi (pengacakan) paket data yang lazim dikenal sebagai DES (Data Encryption Standard) pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 hingga saat ini, perkembangan teknologi komputer telah banyak mengalami kemajuan. Selain kecepatan pemrosesan data yang meningkat secara siginifikan, juga dengan makin meluasnya penggunaan RAM berukuran raksasa serta teknologi jaringan yang juga berkembang pesat. Penggunaan DES terbukti semakin lama terasa semakin tidak memadai karena semakin mudah dipatahkan, terutama saat dihadapkan pada perkembangan teknologi internet dimana paket data terenkrpsi dengan algoritma DES yang dikirim melalui jaringan internet dapat dihadang (intercept) dan di-dekode menggunakan teknik kriptoanalisis. Dengan peralatan khusus, key 56 bit (sebetulnya 64 bit, namun 8 bit diantaranya adalah parity ganjil sehingga jumlah bit efektif adalah 56) yang digunakan oleh DES dapat dicari hanya dalam beberapa jam saja.
Pada bulan Januari 1997, US National Institute of Standards and Technology (NIST) mengumumkan perlunya standar enkripsi baru yang akan dinamai Advanced Encryption Standard (AES). Kriteria standar baru ini mulai disusun dan mulai April 1997 dibuka kesempatan bagi para programmer untuk mengajukan algoritmanya sebagai kandidat untuk diimplementasikan dalam AES.
Pada Juni 1998, saat batas akhir penyerahan nominasi, tercatat 15 Algoritma yang diajukan oleh berbagi perusahaan maupun programmer independen. Singkat cerita, setelah melalui beberapa tahapan pengujian, 5 diantara 15 kandidat algoritma akhirnya terpilih untuk menjalani pengujian lanjutan. Kelima kandidat tersebut masing-masing adalah Mars (IBM), RC6 (RSA), Rijndael (Joh Daemen, Vincent Rijmen), Serpent (Ross Anderson, Eli Biham, Lars Knudsen), dan Twofish (Bruce Schneier, John Kelsey, Doug Whiting, David Wagner, Chris Hall, Niels Ferguson). Sedangkan kesepuluh algoritma lainnya tidak dapat digunakan karena alasan kurang efisien maupun tidak praktis untuk diimplementasikan. Pada bulan Agustus 2000, National Security Agency mempublikasikan model pengetesan performa untuk kelima kandidat ini. Akhirnya pada bulan Oktober 2000, NIST mengumumkan algoritma Rijndael sebagai algoritma standar untuk AES.
Algoritma Rijndael menggunakan key 128, 192, maupun 256 bit. Keamanan algoritma ini telah terbukti mampu mengatasi berbagai teknik kriptoanalisis seperti diferential, truncated diferential, dan linear interpolation yang sebelumnya cukup ampuh untuk membobol DES. Dengan key 128 bit, dibutuhkan waktu 5 x 10^21 tahun untuk membobol algoritma ini dengan cara mengecek satu-per-satu seluruh key yang ada dengan kecepatan 50 milyar key per detik, sementara pada algoritma DES dengan key 56 bit cara tersebut hanya membutuhkan waktu 400 hari! (The Internet Protocol Journal, Juni 2001)
Sekedar intermezzo saja, saat ini di beberapa milis telah beredar rumor tentang karakter Q33NY yang konon merupakan nomor penerbangan pesawat yang menghantam gedung WTC, New York minggu lalu. Apabila deretan karakter ini dibaca dengan font Wingdings, akan terbaca karakter-karakter yang diterjemahkan sebagai isyarat mengenai siapa pelaku serangan tersebut.
Sebagai jokes mungkin ini tidak masalah, tapi kalau akhirnya banyak pihak sampai terkecoh, apalagi ini diklaim sebagai temuan seorang ahli kriptografi, rasanya "banyolan" ini perlu diluruskan. Yang jelas, tidak ada pesawat dengan nomor penerbangan Q33NY yang terlibat dalam peristiwa tragis tersebut. Dan untuk bisa mengkutak-katik karakter dengan font wingdings di Windows, anda tidak perlu menjadi seorang ahli kriptografi!
Kamis 20 September 2001
Seminggu Tragedi WTC
Seminggu berlalu semenjak tragedi di WTC dan Pentagon. Beragam berita, analisa, sampai teori konspirasi-pun berseliweran. Saya tidak bisa banyak berkomentar mengingat sumber informasi saya yang amat terbatas (dan umumnya bias) dan otak saya juga tidak mampu mencerna apa sebenarnya yang sedang berlangsung dibalik layar dalam peristiwa ini.
Saya termasuk yang tidak yakin kalau peristiwa ini berlatar belakang agama. Tidak ada satu agamapun yang bisa membenarkan hal keji seperti ini dilakukan untuk tujuan apapun. Simpati saya untuk para korban.
Well, sepertinya pemikiran saya emang terlalu simpel. Tapi membandingkan peristiwa horror ini dengan perlakuan AS terhadap musuh-musuhnya saya rasa juga kurang bijak. Penduduk sipil bukan sasaran yang tepat untuk sebuah "perjuangan". Para korban di WTC, sama seperti orang Palestina yang dibombardir Israel (tidak selamanya Palestina itu Muslim dan tidak selalu Israel itu Yahudi), adalah orang-orang sipil yang sebenarnya hanya ingin hidup dengan tenang tanpa dipusingkan dengan jargon-jargon klise soal jihad (dalam arti sempit), intifada, tanah yang dijanjikan dalam kitab Torah, cinta tanah air, harga diri bangsa, dan semacamnya yang selalu membikin persoalan sejak jaman para nabi dulu sampai jaman internet sekarang ini.
Uh, jadinya koq ngelantur begini sih?
Rabu 19 September 2001
Lanjut Lagi
Akhirnya pengembangan situs web ini bisa dilanjutkan kembali setelah sekian lama terhenti. Begitu pula dengan pengembangan web Isnet, khususnya di bagian Kumpulan Tanya-Jawab Islam yang juga saya kelola. Cukup banyak entry baru dalam dua bulan terakhir ini, terutama setelah bergabungnya beberapa orang ustadz untuk membantu menangani pertanyaan kosultasi yang terus mengalir tiap hari.
Kerja prodeo mengelola situs web memang melelahkan. Tetapi kalau itu bermanfaat, kenapa kita harus mandeg?