Refleksi: Oktober 2001
Rabu 31 Oktober 2001

Administrativia

Situs ini sedang dirombak total. Pengerjaannya sebenarnya sudah dicicil sejak 10 hari yang lalu, dan sekarang sudah sampai ke tahap perbaikan tampilan. Kalau anda menemukan masalah atau link mati di situs ini, tolong beritahukan ke saya. Trim's!

- Diposting oleh Dhani @ 21:37

Selasa 30 Oktober 2001

Beberapa Informasi Astronomi

Masih ingat tentang Planet Ekstrasolar (Extrasolar Planets)? Baru-baru ini, dengan menggunakan teleskop di observatorium Keck dan Anglo Australia, para astronom berhasil menemukan 8 buah planet ekstrasolar baru. Dengan demikian, jumlah total planet ekstrasolar yang berhasil dikenali hingga saat ini telah hampir mencapai angka 80 buah.

Perkembangan lainnya, setelah menempuh perjalanan sejauh 460 juta km selama lebih dari 6 bulan, wahana 2001 Mars Odyssey akhirnya berhasil mencapai orbit Mars pada 23 Oktober 2001 lalu. Wahana yang diluncurkan pada 7 April 2001 itu selanjutnya akan bertugas untuk meneliti permukaan Mars, khususnya karakteristik cuaca dan geologi disana, sekaligus juga mengumpulkan informasi mengenai potensi bahaya radiasi yang mungkin dapat membahayakan manusia di permukaan planet merah itu.

Selengkapnya bisa dibaca di Skyline edisi minggu ini. Clear skies! :)

- Diposting oleh Dhani @ 17:37

Sabtu 27 Oktober 2001

Menulis Ilmiah-Populer

Abis nerima kiriman paket dari US; entah kenapa perasaan koq jadi nggak tenang. Isinya sih cuma jurnal dari Cisco, tapi yang kebayang malahan wabah Anthrax yang sekarang sedang menggejala di negaranya Paman Sam itu. :(

Udah ah, lupain dulu soal Anthrax itu. Sekarang kita berbincang tentang persoalan yang lain saja. :)

Alkisah, saat menulis buku "A Brief History of Time" (edisi bahasa Indonesianya diterbitkan dengan judul "Riwayat Sang Kala"), Stephen Hawking pernah diingatkan untuk tidak terlalu banyak memasukkan persamaan matematika didalam bukunya itu. Alasannya, dikhawatirkan "setiap persamaan yang ditemui dalam buku itu akan mengurangi tingkat penjualannya".

Kendati berusaha menghindar untuk menuliskan persamaan apapun, Hawking akhirnya tidak bisa mengelak untuk menuliskan postulat Einstein yang terkenal: E=mc2. Untungnya, masuknya persamaan ini sama sekali tidak mengganggu pemasaran bukunya--yang kelak malahan menjadi bestseller itu.

Dalam penulisan publikasi ilmiah-populer, kita memang mengenal semacam "ketentuan tidak tertulis" untuk sedapat mungkin menghindari penggunaan rumus ataupun persamaan Matematika. Belakangan, poin ini menjadi salah satu faktor yang membedakan tulisan jenis ini dengan tulisan ilmiah "betulan" (alias ilmiah murni). Masalahnya sih bukan sekedar untuk memenuhi tuntutan pembaca yang "fobi" terhadap angka dan rumus, tapi ini berkaitan dengan karakteristik tulisan ilmiah-populer itu sendiri yang memang harus langsung masuk ke sasaran tanpa perlu menyodorkan hal-hal "teknis" yang mungkin malah memusingkan pembacanya.

Publikasi ilmiah-populer jelas bukan ditujukan untuk kalangan pembaca yang perlu tahu secara detil tentang segala hal yang berkenaan dengan topik yang dibahas. Para pembaca malahan diasumsikan sebagai orang-orang yang merasa perlu untuk memuaskan keingintahuannya atau hanya sekedar ingin mendapatkan pengetahuan atau pemahaman baru terhadap sesuatu hal. Pembaca model begini jelas bukan tipikal ilmuwan yang memerlukan segepok data untuk memperkuat analisis terhadap suatu topik.

Perkecualian memang berlaku dalam beberapa kasus, termasuk terhadap postulat Einstein dalam buku Hawking diatas. Tapi disini, Hawking menempatkan persamaan ini bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian integral dalam materi yang dibahas dalam tulisannya. Kesimpulannya, penggunaan rumus atau persamaan sebenarnya tidak betul-betul "ditabukan" dalam publikasi ilmiah-populer--sepanjang memang diperlukan--tapi kalau cuma sekedar sebagai pelengkap, sepertinya lebih baik tidak usah lah!

Tulisan ilmiah-populer punya karakteristik yang lumayan unik. Boleh dibilang, tipikal tulisan ini berada diantara genre informasi dengan hiburan (istilahnya mungkin infotainment). Sebagai tulisan yang informatif, karangan ilmiah-populer harus bisa menambah wawasan dan pemahaman pembaca terhadap materi yang ditulis, sementara sebagai hiburan, penulisnya dituntut untuk mampu membuat tulisan yang menarik dan tidak membosankan. Caranya bisa bermacam-macam, misalnya dengan menyajikan sisi "human interest" dari topik yang ditulisnya. Cara lainnya adalah dengan menyajikan dengan gaya yang ringan--tidak kaku-kaku amat seperti halnya membuat sebuah makalah. Dalam hal ini, tulisan alm. Slamet Suseno di Intisari bolehlah dijadikan contoh. Kalau mau jujur, topik yang biasa ditulisnya (tentang flora dan fauna) sebenarnya kurang menarik perhatian banyak orang, tapi karena ditulis secara ringan--dan terkadang disisipi guyonan--maka artikel yang ditulisnya jadi tidak terasa membosankan, bahkan bagi mereka yang sebenarnya tidak tertarik dengan flora dan fauna sekalipun.

Satu hal lagi yang sering terlupakan oleh para penulis artikel ilmiah-populer adalah penggunaan istilah-istilah khusus. Ini biasanya sering menjadi persoalan tersendiri, misalnya kalau menulis tentang sesuatu yang berhubungan dengan Biologi, otomatis nama-nama latin akan bertebaran (mitokondria, organel, lipid alkohol--lihat tulisan ttg kolesterol tanggal 21 Oktober lalu). Sementara itu, kalau menulis tentang komputer, mau nggak mau, yang namanya istilah atau singkatan yang "aneh-aneh" macam RAM, ROM, LAN, dan yang sejenisnya bakalan muncul. Lain lagi kalau nulis soal Astronomi. Disini, penggunaan istilah-istilah "eksotik" yang "indah-indah" untuk menyebut beberapa objek (macam Canopus, Capella, Vega, dkk.) nyaris tidak bisa dihindari. Bagi yang sudah biasa bergelut dengan bidang-bidang tersebut, ini tentunya tidak menjadi masalah, tapi bagi pembaca yang awam? So, sedapat mungkin penggunaan istilah-istilah semacam ini disertai dengan penjelasannya, biar para pembaca nggak pada bingung dan lantas ogah melanjutkan membaca. Boleh juga kalau beberapa istilah yang sudah punya padanan dalam bahasa Indonesia langsung diterjemahkan, tapi jangan sampai kebablasan, misalnya kalau menulis "mesin pencari" untuk menyebut "search engine" tentu masih bisa dimengerti, tapi kalau pakai istilah "cakra padat" sebagai pengganti "hard disk", ya sebaiknya tunggu dululah sampai istilah ini lebih memasyarakat.

Terakhir, menulis artikel ilmiah-populer bukan untuk pamer kepintaran, tapi semata-mata untuk sharing informasi kepada publik. Jadi alih-alih untuk menunjukkan diri kita sebagai pribadi yang "berpengetahuan" dan "berwawasan", kita justru berusaha menjadikan pembaca kita sebagai orang-orang yang demikian. Jadi, menulislah secara apa adanya, yang kira-kira menarik perhatian dan bisa dimengerti oleh para pembaca dari kalangan awam. Sementara informasi-informasi teknis yang "wah" sebaiknya disimpan saja untuk kita sendiri ketimbang ditulis panjang lebar tanpa bisa dipahami oleh pembaca kita.

Berminat mencoba? Kalau begitu, saya ucapkan selamat menulis saja deh!

- Diposting oleh Dhani @ 00:38

Jumat 26 Oktober 2001

Kriteria Kenampakan Hilal

Sebentar lagi kaum Muslimin di seluruh dunia akan menyongsong kedatangan bulan suci Ramadhan. Berdasarkan perhitungan (hisab), 1 Ramadhan 1422 H akan jatuh pada hari Jum'at, 16 Nopember 2001 M. Ijtimak terjadi pada Kamis 15 November 2001 sekitar pukul 13:41 WIB. Karenanya, pada saat matahari terbenam hari itu, hilal di seluruh Indonesia sudah di atas ufuk (cakrawala) antara 0° 20' sampai 2° 17'. Sementara itu, ijtimak awal syawal disepakati terjadi pada hari Sabtu, 15 Desember 2001 sekitar pukul 03:48 WIB, sehingga pada saat matahari terbenam pada tanggal tersebut, hilal telah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 4° 10' sampai 6° 11'. Karena itu--apabila berpatokan pada hisab--umat Islam akan merayakan Idul Fitri pada esok harinya, Minggu, 16 Desember 2001 M. (Sumber: DetikCom)

Lantas, apa artinya angka-angka tersebut?

Pada 1932 dan 1936, seorang berkebangsaan Prancis, A. Danjon, melaporkan hasil pengamatan hilal di sebuah majalah astronomi. Dari 75 bukti pengamatan hilal yang dikumpulkan dari berbagai pengamat di seluruh Eropa, diperoleh syarat batas penampakan hilal yang kini dikenal sebagai limit Danjon. Danjon dalam laporannya itu menganalisis hubungan jarak sudut (jarak di langit dalam ukuran sudut pandang--dinyatakan dalam derajat) Matahari-Bulan dan besarnya lengkungan sabit pada hilal. Dari 75 data itu, diketahui bahwa makin dekat jarak sudut Matahari-Bulan, lengkungan sabit yang bisa teramati makin kecil. Data-data itu menunjukkan bahwa hilal tidak mungkin teramati bila jarak sudut Matahari-Bulan kurang dari 7 derajat. Dengan mengacu pada batasan limit ini, maka astronom akan menolak laporan pengamatan hilal dengan mata telanjang bila jarak sudut Matahari-Bulan kurang dari 7 derajat.

Ada alasan kuat untuk mendukung limit Danjon itu. Menurut perhitungan Schaefer (1991) di sebuah jurnal astronomi, limit itu disebabkan batas sensitivitas mata manusia. Mata manusia tidak sanggup menangkap cahaya amat redup pada kedua ujung lengkungan sabit hilal. Untuk membuktikannya, Schaefer membuat model teoritis hubungan antara besarnya lengkungan sabit hilal dengan kecerlangan hilal itu. Dengan limit sensitivitas mata manusia sekitar 8 magnitudo (besaran kecerlangan relatif dalam astronomi) pada jarak sekitar 8 derajat, hilal hanya akan terlihat seperti goresan tipis tanpa ada tanda-tanda lengkungan (panjang lengkungan sabit hanya sekitar 40 derajat, sepersembilan lingkaran). Itu sudah sulit dikenal sebagai hilal.

Di samping limit Danjon, ada lagi kriteria visibilitas hilal. Bulan yang jarak sudutnya lebih dari 7 derajat dari Matahari belum tentu dapat teramati. Mohammad Ilyas, seorang Muslim yang kini mengepalai International Islamic Calendar Program di Malaysia, telah mengumpulkan banyak bukti pengamatan di seluruh dunia untuk menentukan kriteria hilal agar bisa teramati.

Secara ringkas, kriteria yang dihasilkan dari banyak data pengamatan terbagi dalam tiga kelompok, tergantung aspek apa yang ditinjau. Dilihat dari ketinggian hilal di atas ufuk, tidak ada hilal yang teramati pada ketinggian kurang dari 4 derajat. Untuk hilal yang sangat dekat dengan Matahari (pada jarak mendatar sekitar 5 derajat) hilal harus lebih tinggi dari 10 derajat. Ditinjau dari umur hilal (selang waktu sejak saat ijtimak sampai saat pengamatan), tidak ada hilal yang lebih muda dari 16 jam, kecuali pada saat tertentu rekor termuda yang tercatat adalah 13,5 jam. Dilihat dari sudut pandang beda waktu terbenam antara Matahari dan Bulan, hilal tidak mungkin teramati bila beda waktu terbenamnya kurang dari 40 menit. Berdasarkan kriteria itu, bagi kalangan astronomi, laporan pengamatan hilal yang tinggginya kurang dari 4 derajat (seperti yang sering terjadi di Indonesia) terasa aneh. Ini menimbulkan kecurigaan adanya kesalahan dalam identifikasi hilal (tanpa meragukan kualitas iman dan kejujuran pengamatnya). Ada yang menyebutnya, hilal yang teramati mungkin hanya halusinasi akibat pengaruh keyakinan bahwa hilal mestinya dapat dirukyat berdasarkan hasil hisabnya.

Berdasarkan gambaran diatas, nampaknya hilal yang menandai awal Ramadhan 1422 H akan sulit untuk diamati (ru'yat) dari Indonesia berhubung posisinya di atas ufuk masih sangat rendah dan usianya yang masih sangat muda (menyalahi kriteria pertama & ketiga). Kondisi ini diperparah lagi oleh datangnya musim hujan sehingga ru'yatul hilal dapat terganggu oleh cuaca mendung. Jadi, awal Ramadhan akan berbeda lagi? Kemungkinan memang demikian, tapi yang terpenting, bagaimana agar perbedaan semacam ini tidak sampai berpotensi merusak ukhuwah diantara umat Islam, khususnya di Indonesia. Bukan begitu?

- Diposting oleh Dhani @ 00:38

Kamis 25 Oktober 2001

Autisme

Autisme adalah istilah yang dipakai untuk menyebut sejenis gangguan perkembangan mental pada anak yang umumnya terjadi dalam 3 tahun pertama kehidupannya dan kemungkinan akan terus berlanjut semasa hidupnya apabila tidak dilakukan intervensi.

Penyandang autisme umumnya mengalami gangguan/masalah pada bidang komunikasi, interaksi sosial, dan minat yang terbatas serta berulang-ulang. Mungkin juga terdapat masalah pada bidang sensasi (indera), dan fungsi adaptif. Hal-hal tersebut menyebabkan tingkat perkembangan/kemampuan penyandang autisme semakin lama akan semakin jauh tertinggal dari anak seusianya.

Autisme dapat dikenali dari gejala-gejala sebagai berikut:Sejauh ini belum ada data yang pasti mengenai angka kejadian penderita Autisme di Indonesia, namun dari data di luar negeri terungkap bahwa jumlah penyandang autisme diperkirakan mencapai 15-20 per 10.000 kelahiran. Data terakhir malah menunjukkan peningkatan, yaitu sekitar 60 per 10.000 kelahiran atau 1 : 250 anak.

Pada dasarnya autisme bisa di"sembuh"kan. Sembuh dalam tanda kutip maksudnya dikatakan "sembuh" bila mereka berhasil masuk ke dalam mainstreaming, yaitu mereka dapat masuk dan mengikuti sekolah biasa/reguler, dapat berkembang dan hidup mandiri di masyarakat, serta tidak tampak gejala sisa. Autisme tidak ada hubungannya dengan kecerdasan intelektual. Sifat penderita autisme yang suka terpaku pada sesuatu hal yang diminatinya malahan dapat membawa keuntungan tersendiri, karena mereka cenderung lebih tekun daripada kebanyakan orang. Karenanya, penderita autis yang menekuni bidang tertentu yang diminatinya akan memiliki peluang yang cukup besar untuk mencapai kesuksesan.

- Diposting oleh Dhani @ 00:10

Rabu 24 Oktober 2001

Satelit "Baru" untuk Jupiter dan Saturnus

Beberapa waktu lalu, saya terpaksa meralat tulisan di bagian Astronomi tentang planet dengan satelit alam (bulan) terbanyak. Masalahnya jumlah satelit pada planet-planet "luar" itu sebenarnya masih belum merupakan angka pasti.

Pada April 2001, ada kabar tentang ditemukannya 10 satelit baru yang mengedari Jupiter. Satelit-satelit berdiameter antara 3-8 km dengan bentuk yang tidak beraturan itu ditemukan dengan bantuan reflektor 2,2 m di Mauna Kea, Hawaii. Dengan penemuan tersebut, maka jumlah satelit alam Jupiter yang diketahui sejauh ini telah bertambah menjadi 28 buah. Sementara itu, kabar terbaru didapat dari majalah Nature edisi 12 Juli 2001. Kini giliran Saturnus yang diketahui memiliki satelit alam lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya dengan ditemukannya 12 satelit baru yang mengelilingi planet tersebut. Akibatnya, jumlah satelit Saturnus yang diketahui kini membengkak menjadi 30 buah! Satelit-satelit yang baru ditemukan tersebut memiliki diameter berkisar antara 6-32 km, juga dengan bentuk yang tidak beraturan.

Kalau dilihat dari fakta ini, rekor sebagai pemilik satelit alam terbanyak sebenarnya masih dipegang oleh Saturnus, tapi saya koq jadi kurang yakin tentang hal ini ...

- Diposting oleh Dhani @ 00:07

Selasa 23 Oktober 2001

Tiga Bulan Lalu

Tepat tiga bulan lalu, malam hari tanggal 22 Juli 2001, saya melewatkan waktu di lokasi kerja on-site di Bali dengan menonton siaran tunda dari konser Sherina di televisi. Ini kesempatan langka karena sehari-hari saya sebenarnya paling ogah berurusan dengan "kotak dungu" yang bernama televisi itu. Saya terkesan saat "Tomorow"--sebuah theme song dari drama Broadway "Annie"--dilantunkan dengan manis sekali oleh penyanyi cilik ini.

"Tomorrow, tomorrow, I love ya tomorrow
You always a day away..."


Esok harinya, saat remang subuh masih menggantung, orang-orang ramai bicara tentang maklumat--atau dekrit--entah apa istilah yang sebenarnya. Dengan bersemangat, seorang rekan yang saat itu kebetulan bertugas jaga malam melaporkan bahwa pernyataan itu dikeluarkan oleh presiden sekitar pukul 2 dini hari itu (WITA). Siaran berita pagi yang sepintas saya tonton di televisi menayangkan wajah Amin Rais. "Tomorrow afternoon, we will having a new President," ujarnya yakin.

Saya tidak sempat mengikuti perkembangan selanjutnya hingga sore hari, saat seperti dikomando, serentak bendera bergambar kepala banteng berkibar di pinggir-pinggir jalan di kota Denpasar. Saat itu saya baru sadar, Indonesia telah memiliki Presiden baru.

Sepertinya, bangsa ini mulai menemukan secercah harapan untuk segera keluar dari krisis. Tomorow will be better! Sayang takdir bicara lain. Selasa malam, 11 September 2001, saya--sebagaimana milyaran penduduk dunia lainnya--terpana didepan televisi yang menayangkan peristiwa serangan yang menimpa gedung WTC dan Pentagon. Cerita selanjutnya, kita semua sudah mafhum. Rupiah kembali terpuruk, dan ancaman resesi kembali menghantui.

Saya meninggalkan Bali tanggal 17 September 2001, kembali ke keseharian yang jauh dari televisi dan surat kabar. Dari internet saya masih bisa mengikuti cerita soal serangan AS ke Afghanistan, aksi-aksi demo menentang tindakan AS, dan perkembangan terbaru lainnya--yang sayangnya tidak begitu menggembirakan.

Sepertinya saya perlu melupakan dulu optmisme ala "Tomorrow" itu. Mungkin kini saatnya untuk bermimpi tentang masa depan. "I Have a Dream!" Dan begitulah, "You can take the future, even if you fail...".

- Diposting oleh Dhani @ 14:05

Senin 22 Oktober 2001

Respon Untuk Query Pengunjung

Kali ini, mencoba bertindak sebagai webmaster yang baik :), saya akan merespon sebagian query yang pernah dimasukkan ke search engine oleh para pengunjung situs ini:

Cara membuat Refleksi
Technicaly, Refleksi dibuat menggunakan Blogger. Silahkan kunjungi situsnya di www.blogger.com dan pelajari sendiri cara kerjanya disana. Sedangkan untuk contentnya, saya dapatkan dari mana-mana; baik dari hasil ngelamun, merenung, berdiskusi, membaca, atau surfing web. Singkatnya, halaman ini memuat apapun yang tersangkut di pikiran saya :).

Perkembangan jaringan maya
Saya ada rencana untuk menulis tentang hal ini, tapi jangan ditanya kapan bisa terwujud ;). Topik semacam ini bisa ditelusuri di sembarang search engine dengan keyword "internet history". Kalau ingin artikel yang berbahasa Indonesia, coba gunakan keyword "sejarah internet".

Foto planet
Jatah spasi di situs ini tidak cukup memadai untuk menaruh koleksi foto dalam jumlah besar. Situs-situs eksternal yang memuat koleksi foto astronomi (termasuk foto planet) bisa ditelusuri melalui halaman ini.

UFO
Hasil query tentang UFO di situs ini mungkin akan mengecewakan bagi mereka yang menginginkan info yang "heboh". Saya punya alasan tersendiri untuk itu. Sebetulnya saya termasuk yang percaya bahwa diantara sekian banyak galaksi, terdapat sekian banyak tata surya yang beranggotakan sekian banyak planet yang dapat dihuni oleh mahluk hidup seperti halnya Bumi kita ini. Tetapi kisah-kisah tentang UFO itu--walaupun sebagian mungkin otentik--bagi saya terlalu "fantastis" untuk bisa sepenuhnya dipercaya. Taruhlah semua itu benar, tetapi untuk jangka pendek, memelototi mahluk bersel satu dibawah mikroskop masih lebih menarik perhatian saya daripada sibuk dengan teori-teori tentang mahluk cerdas dari peradaban lain di luar Bumi itu. Anyway, bagi yang haus informasi seputar UFO, dapat mengikuti milis beta-ufo@ dengan mengirimkan mail kosong ke beta-ufo-subscribe@itb.ac.id. WARNING: isinya mungkin agak provokatif, terutama kalau dikaitkan dengan masalah agama. Saya sendiri pernah melanggan tapi kemudian terpaksa unsubscribe :(.

- Diposting oleh Dhani @ 00:19

Minggu 21 Oktober 2001

Kolesterol

Satu lagi yang biasa dipandang secara negatif--padahal sebenarnya hanyalah salah satu sisi dari dua sisi mata uang yang sama--adalah kolesterol.

Pada dasarnya kolesterol adalah substansi semacam lemak yang terkandung pada jaringan otot segala jenis mahluk vertabrata. Kolesterol adalah anggota yang paling dikenal dari keluarga sterol, golongan lipid alkohol yang secara biologis penting bagi mahluk hidup. Pada hewan tingkat tinggi, kolesterol memiliki beberapa fungsi, diantaranya sebagai komponen struktural dari membran sel. Kandungan kolesterol pada membran sel bervariasi sesuai dengan jaringannya serta fungsi membran tersebut secara spesifik. Rasio kolesterol dengan polar lipid (phospholipids dan glycolipids) berpengaruh pada stabilitas, permeabilitas dan mobilitas protein dalam membran. Membran dengan rasio kolesterol yang lebih tinggi memiliki stabilitas yang tinggi dengan permeabilitas yang relatif rendah. Disini kolesterol memiliki fungsi utama sebagai semacam pelindung bagi membran. Membran dari organel intraselular seperti halnya mitokondria memiliki rasio kolesterol yang rendah. Sebagai konsekuensinya, ia bersifat cair dan permeabel.

Belakangan, tingginya kadar kolesterol dalam darah dituding sebagai penyebab kegemukan dan serangan jantung pada manusia. Apa pasal? Dalam hal ini kolesterol diperoleh dari makanan yang mengandung asam lemak jenuh, yang juga disintesa oleh tubuh dari bahan asetat, terutama pada organ hati. Normalnya, kadar kolesterol dari kedua sumber tersebut bersifat konstan karena sintesa kolesterol oleh hati dikontrol oleh tubuh secara otomatis; apabila kolesterol yang berasal dari makanan memiliki kadar yang rendah, maka hati akan mensintesa kolesterol lebih banyak, begitu pula sebaliknya.

Kolesterol yang berasal dari makanan diangkut oleh darah dari usus halus ke hati melalui molekul lipoprotein dalam jumlah besar. Selanjutnya, hati akan mengeluarkan protein dengan densitas lipoprotein yang sangat rendah (Very Low Density Lipoprotein, VLDL) yang mengandung kolesterol dan ester kolesterol diantara senyawa lainnya kedalam darah. Sebagian VLDL degan bantuan lemak akan diubah menjadi LDL (Low Density Lipoprotein). LDL sebagai sarana pengangkutan protein untuk kolesterol, memasok kolesterol, baik yang bebas maupun sudah mengalami esterifikasi (ester kolesterol) kedalam jaringan tubuh. High Density Lipoprotein (HDL) yang juga dilibatkan dalam pengangkutan ini akan mengalami kerusakan dan dikeluarkan, dan dengan demikian ikut menghilangkan sebagian kolesterol LDL dari pembuluh arteri.

Nah, apabila seseorang mendapatkan asupan lemak dari makanan dalam jumlah yang berlebih, maka tingkat kolesterol dalam darahnya akan meningkat, menyebabkan membesarnya resiko terkena serangan jantung, khususnya atherosclerosis (penyumbatan pembuluh arteri). Penelitian menunjukkan bahwa kandungan kolesterol HDL yang tinggi mengurangi resiko tersebut, dan lipoprotein lain yang berkadar tinggi, khususnya LDL memiliki efek sebaliknya.

Oleh sebab itulah maka dalam bahasa sederhana, kolesterol dibagi menjadi dua golongan: kolesterol "baik", yakni HDL dan kolesterol "jahat", dalam hal ini adalah LDL. Jadi, kolesterol tidak mesti berbahaya kan?

- Diposting oleh Dhani @ 00:16

Sabtu 20 Oktober 2001

Stress

Siapa sih yang tidak pernah mengalami stress? Para psikolog merumuskan bahwa stress adalah bentuk reaksi seseorang terhadap tekanan yang dialaminya. Reaksi positif terhadap tekanan biasa disebut eustress, sementara reaksi negatifnya dikenal sebagai distress. Kita tidak bisa melenyapkan tekanan penyebab stress namun kita bisa mengelola stress yang kita alami.

Eustress memiliki ciri mampu menggugah semangat kerja, dan bersifat mendorong. Sebaliknya, distress cenderung bersifat merusak dan merugikan bagi yang mengalaminya. Karenanya, pengaruh stress tidaklah ditentukan oleh stress itu sendiri, tetapi oleh cara pandang mereka yang mengalaminya. Stress yang positif dapat mendorong orang menjadi lebih tanggap dan bersemangat. Sebaliknya, stress yang negatif akan menimbulkan ketakutan, depresi, gangguan kejiwaan dan bahkan dapat memunculkan masalah kesehatan.

Pendeknya, stress bukanlah hal yang harus dihindari, namun justru untuk dikelola untuk menjadikannya sebagai stress yang positif (eustress). Jadi, stress? Siapa takut!

- Diposting oleh Dhani @ 04:37

Rabu 17 Oktober 2001

Seputar Penggunaan Search Engine

Bikin tulisan seputar teknik penggunaan search engine. Sepertinya memang terlalu mendasar sampai-sampai semula saya ragu menulis tentang hal ini, tapi--percaya atau tidak--ternyata masih banyak pengguna internet yang belum bisa menggunakan search engine secara efektif, alih-alih mengoptimalkan penggunaannya.

Kebetulan saya mengelola beberapa situs yang menggunakan search engine dari Freefind. Saya suka menggunakan Freefind karena ada opsi untuk mengirimkan laporan query tiap minggunya, sehingga sebagai webmaster kita bisa mengetahui apa saja yang dicari oleh pengunjung situs yang kita kelola. Ternyata laporan query yang masuk sering membuat saya prihatin. Sebagai webmaster, saya tahu persis bahwa topik yang dicari ada di situs yang bersangkutan, tetapi karena cara pengisian yang salah, maka pencarian tidak menghasilkan keluaran apa-apa.

Contohnya, beberapa waktu yang lalu, di situs Media Isnet, ada yang melakukan query ke search engine dengan kata kunci "kaitan arak dan zina". Terang saja tidak ada hasil apa-apa yang bisa didapat dari keyword seperti ini. Tapi coba kalau keywordnya semacam "arak AND zina". Pasti cespleng!

- Diposting oleh Dhani @ 18:24

Selasa 16 Oktober 2001

Monitor Jebol!

Tegangan listrik dari PLN kacau balau, akibatnya monitor komputer desktop saya akhirnya jebol. Bahkan kali ini stavolt-pun tidak mampu mengimbangi naik-turun tegangan listrik yang menggila ini!

Kalau sudah begini, pihak mana sih yang bisa dimintai tanggung jawabnya? Katanya sih konsumen adalah raja, tapi kalau produsennya adalah PLN, konsumen ibarat raja yang tidak punya kuasa. Pasrah saja dengan kebijakan kenaikan tarif tanpa diimbangi dengan perbaikan layanan yang memadai *sigh*.

- Diposting oleh Dhani @ 15:15

Sabtu 13 Oktober 2001

Cracking? Huh!

Apakah seorang cracker itu mesti seseorang yang jenius? Kalau pertanyaan ini diajukan ke saya maka jawaban saya adalah "belum tentu"! Jenius dalam ukuran IQ (Itelligent Quotient) mungkin iya, tapi kalau EQ (Emotional Quotient) yang dijadikan patokan, maka jawabannya jelas tidak.

Kadang-kadang saya berpikir, kalau kemampuan ngerusak macam cracking itu cuma hasil gabungan antara waktu luang yang berlimpah dengan ketersediaan akses internet gratisan (atau punya kemampuan finansial yang cukup untuk membiayai berapapun banyaknya ongkos sambungan internet yang dihabiskan), ditambah dengan sedikit kemampuan teknis (mengerti dasar-dasar jaringan komputer, menguasai UNIX/Linux, punya akses ke komunitas sesama cracker, dan betah berlama-lama di depan komputer).

Teknik-teknik pembobolan, mencari lubang sekuriti di jaringan dan kemudian menembusnya, bisa dipelajari oleh setiap orang. I mean, setiap orang yang berminat. Tapi mempraktekannya tentu urusan lain lagi. Untuk orang semacam saya, rasanya tidak sulit untuk mempelajari--bukan karena saya jenius, tapi karena latar belakang saya memang di IT--tapi berjam-jam menghabiskan waktu untuk mengutak-atik sistem orang lain, aih, sepertinya ada banyak cara untuk mengeluarkan uang untuk bersenang-senang dibandingkan dengan melalui cara seperti ini.

Hmmm ... kenapa koq akhir-akhir ini saya jadi berminat untuk belajar soal psikologi yah? :)

- Diposting oleh Dhani @ 23:46

Jumat 12 Oktober 2001

Menyikapi Perbedaan

Tiap pribadi adalah unik. Sebaris kalimat singkat ini mampu menjelaskan kepada kita, betapa sebagai manusia, kita memang dilahirkan dengan berbagai kekhususan.

Sayangnya, slogan semacam ini kadang-kadang cuma dipahami dalam konteks lahiriah semata. Selama ini banyak diantara kita baru sebatas mampu mentolerir perbedaan soal fisik, entah berupa rambut pirang atau ikal, berkulit putih, hitam, atau sawo matang (walaupun persoalan rasial sampai saat ini masih terus menjadi hantu yang sesekali menampakkan dirinya di beberapa bagian dunia).

Sementara itu, dalam hal-hal yang lebih bersifat non-fisik, ternyata banyak diantara kita yang cenderung untuk mengabaikan keunikan yang ada pada pribadi tiap orang. Betapa kita sering tidak mampu menghargai pendapat, pandangan, maupun pemikiran dari orang lain yang berlawanan dengan apa yang ada di benak kita. Betapa kita masih sering membanding-bandingkan sifat seseorang dengan orang lainnya. Betapa ego kita sewaktu-waktu mampu membawa kita pada pandangan bahwa kitalah yang paling benar, paling baik, paling beradab; dan mereka yang berada pada posisi yang berseberangan adalah para pecundang.

Sepertinya dunia ini cuma dianggap sebuah gambaran dua dimensi yang hanya bisa dilihat dari satu sudut pandang. Bukan realitas tiga dimensi yang membuka kesempatan untuk dipandang dari berbagai sudut untuk memperoleh gambaran yang berbeda.

Lagipula, bukankah kebenaran itu semata-mata adalah milik dari Sang Khaliq?

- Diposting oleh Dhani @ 00:46

Rabu 10 Oktober 2001

Site-Site Lain

Barusan upload Arsip Tanya Jawab Islam di KTPDI-Isnet. Perlu waktu setengah jam lebih untuk upload 91 file sebesar total 200-an KB. Terlalu lambat, memang. Tapi itulah resiko menggunakan secure copy--instead of FTP--pengamanan standar untuk tipikal server yang "rutin" mendapat percobaan serangan :).

Beban kerja pengarsipan mudah-mudahan bisa banyak berkurang apabila otomatisasi sudah bisa dilakukan. PHP dan mySQL sudah diinstall, dan mas Harry Sufehmi sudah bersedia mendevelop program untuk itu. Duh, nggak sabar nunggu selesainya, biar nggak terlalu "sengsara" kayak gini lagi ;).

- Diposting oleh Dhani @ 13:00

Minggu 07 Oktober 2001

Situs Astronomi Lainnya

Bagi yang membutuhkan info astronomi dalam bahasa Indonesia, link berikut dapat menjadi salah satu alternatif:

- http://www.as.itb.ac.id/~ferry/
- http://www.bosscha.itb.ac.id/wa/warta_astronomi.htm

Karena menggunakan hosting di ITB, maka harap maklum saja kalau aksesnya rada lambat, kecuali kalau diakses dari network AI3. Web yang di mesin as.itb.ac.id banyak mengulas astronomi untuk pemula, sedangkan yang di Bosscha isinya relatif lebih "berat" karena sedianya dikhususkan untuk kalangan praktisi.

- Diposting oleh Dhani @ 08:05

Sabtu 06 Oktober 2001

Disiplin Lewat Musik

Konon sih, orang-orang di negara-negara barat yang maju punya cara unik untuk menanamkan disiplin pada anak, yaitu lewat pengajaran musik, khususnya musik orkestra.

Kenapa lewat orkestra? Bermain musik dalam sebuah orkestra menuntut banyak aspek: kerjasama, ketepatan, pembagian peranan dan harmoni yang semuanya lantas bermuara pada kedisiplinan. bagi mereka disiplin adalah keteraturan, keindahan, dan saling mengisi dalam interaksi terhadap sesama.

Bagi kita di Indonesia, kedisiplinan diajarkan lewat pelajaran baris berbaris, upacara, pakaian seragam, hingga komando ala militer (siaaap, GRAK! majuu, JALAN). Pendeknya, disiplin identik dengan perintah, larangan, penyeragaman, hirarki, sampai kepada aturan dan sanksi.

Mungkin inilah titik pangkal persoalannya, mengapa hasil penanaman disiplin ini juga berbeda. Di negara-negara barat, anak sekolah tidak perlu pakai seragam, tapi soal disiplin, tidak usah diragukan lagi. Beda dengan kita di Indonesia. Walaupun sudah diatur dengan seragam, mulai dari pakaian sampai ke hal-hal kecil seperti model rambut dan sebagainya, tapi tetap aja itu semua cuma sebatas kulit. Sedangkan isinya, yah, tahu sendirilah ...

- Diposting oleh Dhani @ 06:26

Selasa 02 Oktober 2001

Bekerja Dengan Komputer atau Untuk Komputer?

Tadinya komputer diciptakan sebagai alat bantu untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari bagi kita. Untuk itu, selain program-program "tradisional" semacam word processor, spreadsheet, database, atau aplikasi grafis, kita juga mengenal software bahasa pemrograman, aplikasi internet--dari email hingga web browser--sampai program-program games untuk pengisi waktu senggang didepan "mesin pintar" ini.

Waktu terus berjalan, perkembangan teknologi komputer juga makin berkembang pesat. Mulai dari konfigurasi hardware yang semakin rumit hingga software yang semakin kompleks. Bagi sebagian penggunanya, komputer mulai menjadi benda yang tidak lagi bersahabat. Software berkembang semakin rumit hingga menyita waktu untuk mempelajarinya, sementara perawatan sistem tidak lagi bisa dibilang sederhana. Belum lagi ribuan jenis virus dan worm yang merajalela menunggu kelengahan pengguna yang abai. Mulailah para pengguna berkenalan dengan pekerjaan-pekerjaan yang lebih teknis semacam mendefrag hard disk, scanning virus, dan update virus data file. Pengguna yang punya nyali lebih mulai dipaksa untuk bereksperimen dengan utak-atik registry dan bahkan bongkar-pasang hardware!

Ada pula pengguna komputer yang justeru memandang pekerjaan teknis semacam ini sebagai bagian dari hobi. Mirip-mirip dengan pecinta otomotif yang punya hobi mengkutak-katik mesin kendaraan. Ironisnya, banyak diantara pengguna komputer semacam ini yang sebenarnya bukan orang yang membutuhkan komputer untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Umumnya para penghobi ini memanfaatkan jasa komputer untuk bersenang-senang, sebagai sarana bermain game dan sesekali untuk akses internet. Kalaupun komputer dipakai untuk bekerja, itu tidak ubahnya sebagai pengganti mesin ketik!

Akhirnya kita mengenal dua segmen pengguna komputer: mereka yang bekerja dengan komputer dan mereka yang bekerja untuk komputer.

- Diposting oleh Dhani @ 18:04