Refleksi: November 2001
Jumat 30 November 2001

Maag

Salah satu gangguan yang sering menimpa lambung adalah meningkatnya produksi asam lambung secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan luka pada dinding lambung yang secara populer biasa disebut sebagai gejala penyakit Maag.

Ada tulisan menarik di situs KTPDI-ISNET yang membahas seputar penyakit Maag serta hubungannya dengan ibadah puasa Ramadhan yang sedang dijalani kaum Muslimin saat ini. Silahkan baca tulisan tersebut di sini.

- Diposting oleh Dhani @ 22:00

Rabu 28 November 2001

Lambung

Lambung adalah pusat sistem pencernaan dari umumnya mahluk vertabrata, termasuk juga pada manusia. Letaknya di perut, di antara saluran esophagus (tenggorokan) dengan usus halus. Pada manusia, lambung berupa organ dengan penampang mirip botol. Panjangnya kurang dari 20 cm dengan berat hanya sekitar 1% total berat badan pemiliknya. Permukannya cukup elastis sehingga mampu mengembang untuk menampung makanan yang cukup banyak tanpa menaikkan tekanan pada dindingnya. Lambung memproduksi sejumlah besar asam hydrochloric (hydrochloric acid) yang dapat mengaktifkan pepsinogen dari enzim pepsin. Asam hydrochloric dan pepsin secara bersamaan dimanfaatkan untuk mencernakan makanan berupa daging dan protein lainnya. Disamping itu, asam hydrochloric juga berguna untuk membunuh bakteri yang masuk ke lambung bersama dengan makanan.

Saat kita mengkonsumsi makanan, lambung mengeluarkan getah lambung yang terdiri dari acid (asam lambung), mucus (lendir), dan pepsinogen. Asam lambung diproduksi dari area kelenjar oxyntic pada mucosa (selaput lendir) pada getah lambung, dimana sel-sel lain dalam daerah ini juga memproduksi mucus dan pepsinogen. Mucus berfungsi sebagai semacam pelumas untuk melindungi dinding lambung dari luka akibat gesekan dengan makanan yang sedang dicerna dan mencegah asam lambung untuk mencerna dinding lambung itu sendiri.

Mucosa yang berada pada area sepertiga bagian lambung (disebut sebagai antrum) memproduksi hormon gastrin. Gastrin merangsang pengeluaran asam lambung dan penyebaran mucosa di saluran pencernaan. Melihat, membaui, atau mencicipi makanan akan mengaktifkan saraf vagus, yang selanjutnya akan merangsang produksi asam, dan antral (rongga) pada sel gastrin untuk melepaskan gastrin dalam aliran darah. Saraf vagus selanjutnya akan memulai proses pelepasan pepsinogen dan mucus. Masuknya makanan membuat dinding lambung mulai mengembang. Proses pencernaan makanan dimulai, dan proses ini ditambah dengan mengembangnya dinding lambung juga akan merangsang pengeluaran asam dan pelepasan hormon gastrin.

- Diposting oleh Dhani @ 22:58

Minggu 25 November 2001

Canopus

Canopus, bintang cemerlang kedua di langit malam setelah Sirius ini sebenarnya menyimpan banyak kisah menarik. Penamaannya saja sudah unik karena diambil dari nama orang yang tidak dikenal dalam mitologi Yunani-Mesir Kuno. Konon Canopus adalah nama seorang pimpinan iring-iringan kapal dari Raja Menealus, seorang raja dari Sparta yang mengumpulkan pria-pria di Sparta untuk berperang melawan ratu Helen di Troya. Canopus sendiri dikisahkan meninggal di Mesir setelah kejatuhan kota Troya.

Terletak hampir 53 derajat di langit belahan selatan, Canopus tidak dapat terlihat dari lokasi dengan latitud diatas 37 derajat lintang utara. Sekalipun demikian, di posisi dimana bintang ini dapat dilihat, penampakannya juga termasuk jarang. Sedemikian jarangnya sehingga di negeri Cina bintang ini disebut sebagai "Bintang Orang Tua". Menurut legenda rakyat disana, barangsiapa yang berkesempatan untuk melihat bintang ini akan dikaruniai umur panjang. Di Indonesia sendiri, bintang ini sebenarnya tidak terlampau sulit untuk diamati. Kita dengan mudah dapat mengamati bintang ini pada bulan-bulan di musim penghujan sebagai sebuah titik cemerlang di langit bagian selatan, nyaris berjejer dengan bintang Sirius. Bagi penghuni Bumi yang tinggal di belahan selatan, titik kulminasi Canopus yang berlangsung setiap tanggal 27 Desember juga menandai tibanya awal musim panas.

Canopus merupakan bagian dari rasi Carina, sebuah rasi yang merupakan salah satu pecahan dari rasi Argo dalam ilmu astronomi kuno. Karena ia merupakan bintang paling cemerlang di rasi ini, maka Canopus juga disebut sebagai Alpha Carinae. Dalam dunia penerbangan antariksa, Canopus memegang peranan penting sebagai semacam mercusuar di antariksa. Karena kecemerlangan dan kestabilan pancaran cahayanya, maka wahana antariksa Voyager 1 dan 2 memanfaatkan Canopus sebagai bintang navigasi. Pancaran cahayanya "menerangi" perjalanan wahana tersebut dalam mengarungi ruang tanpa batas yang masih berlangsung hingga kini.

- Diposting oleh Dhani @ 22:56

Sabtu 24 November 2001

Gerak Diri

Bintang-bintang yang kita lihat di langit malam itu sebenarnya tidaklah diam ditempat (statis). Bintang yang merupakan bagian dari galaksi Bimasakti bergerak mengorbit pusat galaksi, mirip seperti planet yang mengorbit bintang induknya dalam tata surya. Sementara itu nebula atau galaksi lain yang dapat dilihat dari Bumi bergerak saling menjauh satu sama lainnya.

Pergerakan benda langit ini memunculkan suatu fenomena khas yang disebut dengan gerak diri (proper motion), yaitu suatu perubahan kecil dalam posisi bintang selama jangka waktu tertentu. Gerak diri dari suatu bintang dalam arah radial (mendekat ataupun menjauh) dari bumi kita tidak dapat diobservasi secara langsung. Dengan pertolongan spektroskop, dapat dilihat pada spektrum setiap bintang terdapat beberapa garis gelap. Dalam ilmu fisika kita mengenal efek Doppler yang dicetuskan oleh Christian Johann Doppler (1803-1853), yaitu bilangan getar gelombang udara (baca: bunyi) ataupun gelombang elektromagnet (baca: cahaya) akan meninggi jika sumber bunyi ataupun sumber cahaya mendekat, sebaliknya merendah jika menjauh. Maka garis gelap pada spektrum suatu bintang yang bergerak mendekat, akan bergeser ke arah warna ungu (bilangan getarnya tertinggi dalam spektrum), sebaliknya akan bergeser ke arah warna merah (bilangan getarnya terendah dalam spektrum), jika bintang itu menjauh. Makin jauh garis gelap itu bergeser dari posisi normal, makin cepat gerak diri dari bintang itu.

Sekelompok bintang di sekitar Vega gerak dirinya -20 km per detik, sedangkan sekelompok bintang dekat Sirius yang letaknya pada belahan bola langit 180 derajat dari Vega, mempunyai gerak diri +20 km per detik (tanda - dan + menunjukkan gerak mendekat dan menjauh). Apa artinya itu? Pertama, matahari mempunyai gerak diri yang diikuti semua satelitnya mendekati Vega sambil menjauh dari Sirius dengan laju 20 km per detik. Jadi satelit-satelit matahari mempunyai kombinasi gerak mengedari matahari sambil mengikuti gerak matahari menuju Vega. Kedua, matahari hanyalah sejenis bintang, seperti bintang-bintang tetap yang lain. Pada umumnya gerak diri bintang-bintang berkisar antara 20 hingga 60 km per detik. Sangat jarang bintang yang mempunyai gerak diri 100 km per detik. Bintang dengan gerak diri terbesar yang pernah tercatat adalah Bintang Barnard. Selama jangka waktu 180 tahun bintang ini telah berubah posisinya sebesar diameter tampak bulan.

Gerak diri bintang pada akhirnya akan mengubah pola rasi yang sudah dikenal. Ini juga menjelaskan mengapa pola rasi yang tertera pada naskah-naskah Astronomi jaman dulu seringkali berbeda dengan yang bisa kita lihat sekarang ini.

- Diposting oleh Dhani @ 22:34

Jumat 23 November 2001

Paper Astronomi

Under a Tropical Sky: A History of Astronomy in Indonesia, paper Dr. Bambang Hidayat tentang sejarah perkembangan astronomi "modern" di Indonesia ini bisa didownload halaman ini atau langsung di sini (1,8 MB PDF Format). Paper ini juga mengungkap sejarah berdirinya observatorium Bosscha dan perkembangannya hingga saat ini (kebetulan beberapa hari yang lalu ada pengunjung web ini yang nyari informasi seputar Bosscha).

Penulisnya, Dr. Bambang Hidayat adalah peneliti dan mantan kepala di Obs. Bosscha, Lembang.

- Diposting oleh Dhani @ 04:27

Rabu 21 November 2001

Efek Mozart (3)

Walaupun secara ilmiah keberadaan efek Mozart cenderung ditanggapi secara skeptis, tapi tidak demikian halnya di dunia komersial. Kalau kita jalan-jalan ke music store, dengan mudah kita bisa menemukan CD musik klasik dengan cover yang bergambar ibu hamil atau pola-pola yang mengingatkan kita dengan dunia kanak-kanak atau balita. Konon mendengarkan CD semacam ini (yang biasanya berisi komposisi light classic, tentu saja didominasi oleh Mozart) dianggap bermanfaat sebagai semacam terapi bagi janin maupun ibu hamil itu sendiri.

Kalau melihat latar belakang ilmiah tentang efek Mozart yang tidak seberapa kuat itu, seharusnya terapi ini juga perlu dilihat dengan kacamata sedikit pesimis. Sebagai sarana relaksaksi sih tidak mengapa. Masuk akal kalau si Ibu melewatkan masa kehamilannya dengan tenang tanpa dibebani stress maka itu akan berpengaruh baik kepada janin yang dikandungnya. Tapi karena pengaruh latar belakang budaya, maka mendengarkan musik klasik bisa menjadi siksaan tersendiri untuk telinga yang tidak terbiasa. Ujung-ujungnya ini bisa mendatangkan stress yang akhirnya malahan berpengaruh buruk terhadap janin. Satu-satunya pengaruh yang masuk akal dari terapi musik ini adalah mengasah kepekaan estetis yang memang berpengaruh langsung terhadap EQ. Tetapi kepekaan estetis untuk itu tentunya tidak mesti dilatih lewat musik klasik, apalagi harus Mozart.

Masih seputar pengaruh terhadap EQ. Karena EQ lebih banyak berkaitan dengan fungsi-fungsi non-akademik, maka bisa ditebak bahwa EQ banyak berkorelasi dengan perkembangan belahan kanan pada otak (lihat catatan dua hari lalu). Fungsi estetis hanyalah salah satu diantara sekian banyak fungsi yang di-handle oleh otak di belahan kanan, karenanya terapi lewat musik saja belumlah cukup.

Bagi kaum Muslimin, tentunya kenal dengan anjuran kepada ibu hamil untuk menjaga perkataan dan perbuatan, serta memperbanyak ibadah. Sebenarnya, kegiatan religius semacam ini akan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap EQ jabang bayi yang dikandung daripada terapi apapun! Lagipula, bukankah mengenalkan kegiatan keagamaan secara dini kepada anak adalah sangat dianjurkan dalam ajaran Islam?

- Diposting oleh Dhani @ 23:34

Selasa 20 November 2001

Efek Mozart (2)

Heboh soal efek Mozart ini bermula dari buku berjudul The Mozart Effect yang ditulis oleh John Campbell. Dalam bukunya, Campbell merangkum beberapa hasil penelitian mengenai efek positif dari beberapa jenis musik, diantaranya menenangkan anak-anak hiperaktif, meningkatkan kreatifitas dan daya ingat, mensinkronkan kinerja otak kiri dan otak kanan, dan bahkan meningkatkan IQ hingga 9 point!

Banyak fakta-fakta menarik yang diungkap Campbell dalam bukunya ini berkaitan dengan efek positif musik klasik, khususnya komposisi Mozart. Namun sebagaimana teori kontroversial lain yang lebih banyak mengandalkan bukti empiris ketimbang hasil penelitian yang memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah, topik seputar efek Mozart ini perlu dibaca dengan kacamata yang sedikit skeptis.

Para pendukung teori efek Mozart percaya bahwa stimulasi dengan komposisi karya Mozart kepada bayi maupun janin dalam kandungan mampu memberikan efek-efek positif sebagaimana disebutkan diatas pada sang bayi. Lantas kenapa harus Mozart? Konon beberapa komposisi karyanya, diantaranya Sonata in D major for Two Pianos, K488 dianggap memiliki efek stimuli yang paling kuat.

"Anda dapat mengaktifkan bagian-bagian yang berbeda dari otak, tergantung jenis musik yang anda dengarkan. Karena itu, musik dapat menstimulasi bagian dari otak yang tidak aktif karena gangguan neurologis semacam kelainan mental atau emosi," demikian menurut ahli saraf, Anne Blood dari McGill University, Kanada, yang secara khusus mempelajari efek musik terhadap otak manusia. Sementara itu, beberapa penelitian menunjukkan efek positif dari musik (umumnya musik klasik), mulai dari memudahkan seseorang belajar bahasa asing, sebagai sarana terapi untuk penderita epilepsi, bahkan untuk memutar letak janin yang sungsang!

Namun demikian, secara ilmiah, teori tentang efek Mozart ini sebenarnya kurang bisa dipertanggung jawabkan, bahkan dianggap menjurus kepada pseudosains. Misalnya menurut teori ini, mendengarkan komposisi Mozart dipercaya memiliki efek positif terhadap kesehatan tubuh secara fisik. Para penentang teori ini gampang saja menyangkal, "kalau memang komposisi Mozart baik untuk kesehatan, kenapa sepanjang hidupnya Mozart selalu sakit-sakitan, bahkan meninggal di usia muda?"

- Diposting oleh Dhani @ 23:11

Senin 19 November 2001

Efek Mozart (1)

Satu seri Nutcracker dari Tchaikovsky hari ini menambah perbendaharaan koleksi audio saya. FYI, sebelum saya dianggap "sok tua", balet Nutracker pernah dipentaskan di Jakarta bulan April lalu ... untuk konsumsi anak-anak (siapa bilang musik klasik cuma untuk konsumsi orang tua-tua saja?).

Btw, bicara soal musik klasik, pernah dengar yang namanya Efek Mozart? Itu lho, efek positif bagi perkembangan otak yang konon merupakan hasil stimulasi dengan komposisi-komposisi klasik, khususnya karya dari Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791), seorang komposer klasik dari periode Baroque.

Sebelum fenomena efek Mozart ini kita bahas lebih lanjut, terlebih dahulu kita perlu tahu sedikit tentang struktur otak manusia. Otak kita terbagi menjadi dua belahan, kanan dan kiri dengan fungsi yang berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, meliputi perasaan, gaya bahasa, imajinasi, pengembangan diri dan kepribadian, sosialisasi, serta selera musik dan warna. Sementara itu, otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik seperti baca, tulis, berhitung, daya ingat, logika, dan analisis. Secara simpel, anda bisa membayangkan kerja kedua belahan ini lewat proses penggarapan situs ini. Untuk perancangan tampilan, grafis, tata warna dan tata letak, saya lebih banyak mengandalkan otak belahan kanan, sementara itu untuk menyusun content, saya harus melakukan pengumpulan bahan, penerjemahan (apabila mengandalkan literatur berbahasa asing), penyusunan dan penulisan halaman, termasuk juga menulis script PHP dan HTML, yang semuanya itu mengandalkan fungsi otak belahan kiri.

Kedua fungsi otak tersebut tentunya bukan sekedar "bawaan orok", tetapi membutuhkan perangsangan agar fungsi kedua belahan otak pada seseorang bisa berkembang sejak ia masih kanak-kanak. Para psikolog beranggapan bahwa apabila stimulasi secara seimbang terhadap kedua belahan otak tersebut, akan berdampak positif tidak hanya terhadap kecerdasan namun juga kepribadian seseorang. Kita tahu bahwa yang digunakan sebagai standar pengukuran tingkat kecerdasan adalah IQ (Intelligent Quotient), namun demikian IQ yang tinggi juga bukan jaminan karena masih ada EQ (Emotional Quotient). Beda dengan IQ, EQ tidak bisa diukur dengan besaran berupa angka tertentu. EQ seseorang bisa dinilai dari kepribadian dan hubungan sosial dengan lingkungannya. Nah, konon EQ ini justru lebih menentukan ketimbang IQ.

Keseimbangan antara otak kiri dan kanan diyakini tidak hanya menghasilkan pribadi dengan IQ tinggi, namun juga EQ yang memadai. Lantas apa kaitannya dengan efek Mozart? Ini akan kita bahas di kesempatan mendatang. Sekarang istirahat dulu, ntar tengah malam harus bangun sahur :)

- Diposting oleh Dhani @ 23:01

Jumat 16 November 2001

Awal Ramadhan 1422 H

Akhirnya pemerintah menetapkan awal Ramadhan di wilayah Indonesia jatuh pada Sabtu, 17 November 2001, sementara Muhamadiyah menyatakan akan memulai puasa Ramadhan pada hari ini, Jum'at 16 November 2001. Seperti prediksi saya bulan lalu di halaman ini, memang terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan kali ini. Karena persoalan ini bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan, jadi saya rasa tidak perlu kita bahas lagi disini.

Saya sendiri memutuskan untuk mulai puasa pada Sabtu nanti. Bukan karena saya fanatik ru'yat, tapi karena merasa lebih "sreg" apabila mengikuti pengumuman dari pemerintah. Sekedar untuk tambahan informasi, analisis visibilitas hilal untuk awal Ramadhan tahun ini bisa dibaca di http://www.pikiran-rakyat.com/prcetak/112001/15/0801.htm.

- Diposting oleh Dhani @ 00:49

Kamis 15 November 2001

Selamat Melaksanakan Shaum Ramadhan

Bulan suci Ramadhan sudah diambang pintu. Selamat menunaikan ibadah Shaum Ramadhan, semoga Allah SWT meringankan langkah kita untuk meningkatkan amal ibadah di bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan.

- Diposting oleh Dhani @ 17:57

Rabu 14 November 2001

Observasi

Dini hari tadi, iseng-iseng saya bikin observasi kecil-kecilan untuk menentukan posisi rasi Leo, lokasi yang menandai pusat hujan meteor Leonid yang akan terjadi beberapa hari lagi. Tadinya saya berharap bisa mengenali rasi ini lewat bagian "kepala" yang ditandai dengan formasi segi tiga dengan Denebola, salah satu bintang utama Leo di ujungnya. Kenyataannya, setelah beberapa lama mengamati langit di sebelah timur, Leo malahan berhasil saya kenali lewat tiga bintang redup yang menandai "bokong" rasi itu. Regulus, bintang utama lainnya yang membentuk rasi Leo di bagian ini ternyata kelihatan tidak terlalu cemerlang. Sementara Denebola sendiri berhasil saya identifikasi, tapi pola segi tiga yang membentuk "kepala" terlalu samar untuk bisa diamati dengan mata telanjang (kemungkinan karena pengaruh "polusi cahaya").

Apa yang kita kenal sebagai hujan meteor Leonid ini terjadi akibat Bumi melintasi orbit partikel jejak komet 55P/Tempel-Tuttle. Komet berdiameter sekitar 4 km dengan periode orbit sekitar 33,25 tahun tersebut ditemukan oleh Wilhelm Tempel (Perancis, Desember 1865) dan Horace Tuttle (Amerika Serikat, Januari 1866) secara terpisah. Komet ini terakhir kali mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada 28 Februari 1998. Jejak yang ditinggalkannya berupa partikel-partikel kecil yang terdiri dari debu dan batuan kecil dengan berat rata-rata kurang dari 1 gram akan menghujam bumi dengan kecepatan 71 kilometer per detik. Saat itu kita akan melihat banyak kilatan cahaya dari debu-debu tersebut yang mulai terbakar pada ketinggian 100-150 km di atas permukaan bumi dan habis pada ketinggian 50-100 km.

- Diposting oleh Dhani @ 13:16

Sabtu 10 November 2001

Intermezzo

Terlalu serius juga nggak baik. Kali ini, untuk mencairkan suasana, setelah halaman ini saya "bombardir" dengan topik-topik serius, sekarang kita nyanyi ajah ...

Sahabatku bintang, terang cemerlang,
bertebaran di angkasa.
Sahabatku bulan terangi malam,
sang purnama mulai tiba.

Temani aku dalam lelap tidurku.
Temani aku dalam mimpi indahku.
Menari-nari di alam semesta.

Sahabatku alam terima kasih,
Esok kujelang bersamamu.


Sahabatku Bintang, cipt. Trie Utami
Vokal: Kita-Kita (Bashira, Monica, Alvin, Willy)
Aransemen: Purwa Caraka

- Diposting oleh Dhani @ 19:23


Orion

Pemandangan apa yang cukup menarik di langit malam kali ini? Bagi saya sih, salah satu yang menarik adalah rasi Orion. Rasi ini gampang dikenali dari tiga bintang yang berjajar lurus dengan formasi yang khas di sekitar khatulistiwa langit. Ketiga bintang ini dikenal sebagai Sabuk Orion. Bintang-bintang di "sabuk" ini namanya agak ke Arab-Araban: Alnitak, Alnilam, dan Mintaka. "Sabuk" ini berada didalam sebuah persegi empat imajiner yang terbentuk dari empat buah bintang: Betelgeuse, Bellatrix, Saiph, dan Rigel. Perhatikan juga di arah tenggara (relatif terhadap sabuk orion), kita bisa melihat bintang Sirius, bintang paling terang di langit malam.

Di sebelah timur, menjelang tengah malam kita bisa melihat rasi Leo. Tiap bulan November, hujan meteor yang dikenal sebagai Leonid Meteorid Shower (LMS) akan muncul dari rasi ini. Untuk tahun ini, puncak LMS akan dicapai pada 18 November 2001, 18:19:00 UT (19 November 2001, 01:19:00 WIB tengah malam). Konon, LMS tahun ini tidak cuma sekedar "hujan", malahan udah "badai". So, jangan sampai ketinggalan. Catat tanggal mainnya :).

* * *
Ada yang menarik di rasi Orion ini. Kalau kita perhatikan, relatif di selatan dari salah satu ujung sabuk Orion, saat langit sedang cerah, kita bisa melihat sebuah bercak samar. Orang Yunani kuno membayangkan bercak ini sebagai pedang Orion. Bercak tersebut sebenarnya adalah sebuah nebula (kabut yang terdiri dari debu dan gas). Para astronom mengenalnya sebagai Nebula Orion. Terletak sejauh 1500 tahun cahaya dari Bumi kita, konon nebula Orion adalah benda terjauh yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Nebula Orion adalah tempat pembentukan bintang-bintang muda yang masih aktif hingga kini.

Apa artinya jarak sejauh 1500 tahun cahaya itu? Simpel saja, karena terminologi "tahun cahaya" ekuivalen dengan jarak yang ditempuh suatu pancaran cahaya dalam waktu setahun, maka perjalanan menuju nebula Orion bisa dibayangkan akan memakan waktu selama 1500 tahun apabila ditempuh dalam kecepatan cahaya. Artinya lagi, cahaya yang kita lihat memancar dari nebula Orion sebenarnya adalah cahaya yang dipancarkannya 1500 tahun lalu!

* * *
Dalam mitologi Yunani kuno, Orion adalah seorang pemburu yang suatu saat kedapatan mengintip dewi Artemis yang sedang mandi. Ini adalah dosa besar bagi Orion, karena sesungguhnya Artemis adalah putri Zeus, sang Mahadewa. Sebagai hukuman atas kelancangan Orion, maka Artemis mengirimkan kalajengking untuk menyengat Orion. Zeus yang merasa kasihan terhadap kedua mahluk tersebut kemudian melemparkan keduanya ke angkasa. Hingga saat ini keduanya masih mengorbit sebagai rasi Orion dan Scorpius (kalajengking). Dalam orbitnya, Orion selalu diikuti oleh Sirius, anjingnya yang setia (walaupun sering dikaitkan dengan Orion, namun sesungguhnya Sirius adalah bukan bagian dari rasi Orion, melainkan bagian dari rasi Canis Major, Beruang Besar).

Berbeda dengan orang Yunani Kuno, orang Mesir kuno membayangkan rasi Orion sebagai perwujudan dari Osiris, salah satu Dewa mereka yang sedang memegang tongkat kebesarannya. Dalam kepercayaan Mesir Kuno, Osiris bersemayam di Alnitak, salah satu bintang di Sabuk Orion, sedagkan permaisurinya, Isis, dipercaya menetap di Sirius.

Ketiga primida besar yang dibangun di Gizeh (Giza) oleh Firaun kedua dari Dinasti ke-4, masing-masing: Khufu (orang Yunani menyebutnya Cheops), Khafre (Chepren), dan Menkaure (Mycerinus) dibangun dengan berderet mengacu pada posisi ketiga bintang anggota Sabuk Orion. Konon, karena Osiris adalah Dewa Kematian bangsa Mesir Kuno, maka diharapkan dengan cara ini, roh dari mereka yang dikubur di piramid tersebut tidak akan tersesat dalam perjalanannya menghadap Osiris.

Bagaimana dengan kita di Indonesia? Orang Jawa biasa menyebut rasi Orion sebagai Waluku. Kemunculannya di awal musim hujan dianggap menandai awal periode bercocok tanam bagi para petani. Sampai saat ini saya masih belum menemukan mitologi khas Indonesia tentang rasi yang satu ini, tapi rasanya kemungkinan besar ada. Bukankah bangsa kita memang paling hobby dengan yang namanya mitos? Bahkan setelah bangsa Yunani dan Mesir berkembang menjadi masyarakat yang modern, bangsa kita masih senang berkutat dengan cerita-cerita semacam Nyai Roro Kidul dan sejenisnya itu :).

- Diposting oleh Dhani @ 19:16

Selasa 06 November 2001

Fuzzy Logic

Banyak aplikasi pengambilan keputusan (decission-making) dan penyelesaian masalah (problem-solving) yang terlalu kompleks untuk diolah secara kuantitatif. Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa berhubungan dengan terminologi semacam "besar", "kecil", "sedang", "berat", atau "ringan"; dimana semuanya merupakan besaran-besaran relatif yang tidak bisa begitu saja ditransformasikan dalam bentuk bilangan.

Seorang pembalap motor, contohnya, tahu persis seberapa besar sudut kemiringan yang perlu diambil saat ia harus menikung dalam kecepatan tinggi. Tentu saja apabila si pembalap adalah seorang penggemar Fisika, ia bisa menghitung-hitung untuk memperoleh besaran yang tepat, tapi niscaya dia bakalan keburu menghantam dinding pembatas lintasan sebelum sempat menyelesaikan perhitungannya :).

Pada sekitar tahun 1960-an, Lotfi Zadeh (hmm ... seperti nama Yahudi, yah?) mengembangkan teori yang disebut Fuzzy Logic. Fuzzy Logic didasarkan pada logika Boolean yang umum digunakan dalam komputasi. Secara ringkas, Teorema Fuzzy memungkinkan komputer "berpikir" tidak hanya dalam skala hitam-putih (0 dan 1, mati atau hidup), tetapi juga dalam skala abu-abu. Dalam Fuzzy Logic, suatu preposisi dapat direpresentasikan dalam derajat kebenaran (truthfulness) atau kesalahan (falsehood) tertentu. Sebagai contoh sederhana, pernyatan "cuaca hari ini cerah" dapat berarti 100% bernilai benar (true) apabila cuaca sama sekali tidak berawan, 80% benar apabila ada sedikit awan, 50% benar apabila mendung, dan 0% benar apabila cuaca hujan sepanjang hari.

Penggunaan Fuzzy Logic sangat ideal untuk menangani informasi-informasi yang membutuhkan pengolahan secara sistematik, dan karenanya sangat cocok untuk menangani aplikasi-aplikasi kontrol yang sifatnya non-linear, juga untuk aplikasi permodelan (modelling) pada sistem yang kompleks. Dewasa ini, Fuzzy Logic banyak digunakan dalam berbagai aplikasi kontrol, termasuk didalamnya kontrol untuk pengolahan bahan kimia, manufaktur, dan bahkan produk peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, video kamera, dan kendaraan bermotor.

- Diposting oleh Dhani @ 00:05

Senin 05 November 2001

Kecerdasan Buatan

Para ilmuwan sudah lama "terobsesi" untuk meniru cara berpikir manusia untuk diimplementasikan pada komputer. Salah satu pendekatan yang sering dipakai adalah Artificial Intelligence (AI). AI yang dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai "kecerdasan buatan" ini didefinisikan oleh John McCarthy dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1956 sebagai "cabang ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan (program) komputer yang dapat bersifat sebagaimana halnya manusia".

Aplikasi AI yang populer antara lain:

- Diposting oleh Dhani @ 10:28

Minggu 04 November 2001

Memori Pada Komputer

Kalau kemarin-kemarin kita masih berbincang soal memori pada manusia, sekarang untuk sedikit menambah wawasan, perbincangan kita lanjutkan dengan membahas memori pada mesin, khususnya pada komputer (PC).

Berbeda dengan memori pada mahluk hidup, memori pada komputer hanya terbatas sebagai pusat penyimpanan data, baik yang bersifat temporer maupun permanen, sedangkan untuk pengolahan data merupakan tanggung jawab prosesor dibantu dengan peripheral-peripheral lain yang terkait. Kita sudah mengetahui bahwa pada mahluk hidup memori diolah dalam bentuk impuls-impuls listrik dan kimiawi pada sel-sel neuron di otak. Nah, di komputer, memori diolah sebagai sinyal-sinyal elektris yang diterjemahkan sebagai kode-kode bilangan biner yang secara populer biasa kita sebut sebagai sinyal digital itu.

Secara garis besar, memori pada komputer terbagi menjadi memori statik dan memori dinamik. Memori statik biasa kita kenal sebagai ROM (Read Only Memory), yaitu memori yang sifatnya hanya-baca (istilahnya: WORM, Write Once Read Many). Implementasinya biasanya pada ROM BIOS maupun ROM pada peripheral penunjang lainnya. Berbeda dengan memori statik, memori dinamik membuka kesempatan untuk untuk ditulis, dibaca, dan dihapus berulangkali. Berdasarkan sifatnya, memori dinamik dibagi lagi menjadi memori yang bersifat tetap (fixed) maupun sementara (temporer). Memori yang bersifat fixed--kita tahu dari namanya--adalah memori yang sifatnya menetap. Walaupun komputer dalam keadaan mati sekalipun, memori fixed tidak akan berubah dan selalu siap dipanggil dan dimodifikasi seiap saat ketika komputer dihidupkan. Bisa ditebak, media penyimpanan semacam disket, hard disk, dsb. termasuk dalam memori jenis ini. Sedangkan memori yang bersifat temporer bisa kita jumpai contohnya pada RAM (Random Access Memory). Berlawanan dengan memori fixed, memori ini hanya digunakan sebagai penyimpan data sementara dan akan segera hilang begitu komputer dimatikan.

Jenis lain dari memori dinamik yang bersifat temporer adalah memori cache. Cache berupa memori berkecepatan tinggi yang biasanya digunakan sebagai semacam buffer (penyangga) dalam lalu lintas data antara prosesor dan memori utama (RAM). Komponen ini, khususnya cache eksternal, terbilang lumayan penting sehingga sering dikutak-katik oleh para produsen prosesor untuk mendongkrak kinerja prosesornya. Mulai dari teknologi pipelined-burst yang dikembangkan untuk mendukung prosesor Pentium generasi awal dan Pentium-MMX, hingga yang dimasukkan dalam keping prosesor dalam rangkaian yang terpisah pada arsitektur prosesor Pentium-Pro. Pada prosesor Pentium II dan Pentium III generasi awal, cache dikemas terpisah dari prosesor namun diletakkan pada slot yang sama dengan yang ditempati oleh prosesor. Belakangan arsitektur ini dirubah sehingga cache ini dikemas secara built-in pada keping prosesor. Ini bisa kita lihat pada generasi terbaru dari prosesor pentium III dan juga prosesor Pentium 4.

- Diposting oleh Dhani @ 11:53

Jumat 02 November 2001

Memori Pada Manusia (2)

Melanjutkan tulisan kemarin tentang otak. Otak memang selalu sibuk berusaha membuat asosiasi-asosiasi. Hal-hal yang dianggap takkan berguna tidak akan disimpan dalam memori, alias langsung dilupakan. Dengan sistem filter ini, maka manusia sanggup menguasai dan melakukan analisis terhadap informasi yang diperolehnya. Pada beberapa kasus istimewa, neurolog kadang-kadang menemukan orang dengan memori super. Data yang sangat rumit sekalipun dapat mereka ingat dengan baik. Namuin umumnya daya pikir abstrak orang semacam ini sangat lemah. Ibaratnya, kenal angka tapi tidak kenal makna.

Menurut dr. Murray Grossman, ahli saraf dari pusat medis Univ of Pensylvania, AS, bila ditelusuri dengan lebih teliti, berdasarkan jangka waktu keawetannya, memori terbagi menjadi 5 jenis:

- Diposting oleh Dhani @ 12:50

Kamis 01 November 2001

Memori Pada Manusia (1)

Kali ini kita bicara tentang otak. Seperti halnya sebuah komputer, otak kita memiliki dua memori dasar: memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Memori jangka pendek bisa dianalogikan dengan RAM (Random Access Memory) pada komputer. Informasi yang diterima oleh panca indera menunggu dengan singkat di memori kerja ini yang kemudian akan dihapus setelah dipakai untuk kemudian digunakan guna mengolah informasi lainnya. Informasi terbaru disimpan setelah terjadi proses perubahan kimia dan listrik pada sel-sel saraf atau neuron. Memori jangka pendek memungkinkan kita untuk membuat hitungan seederhana di kepala atau mengingat nomor telepon seseorang dalam jangka cukup lama, walaupun begitu selesai menelepon kita mungkin langsung melupakannya. Pendeknya, seperti halnya RAM, otak kita bisa menganalisa dan menyimpan informasi tanpa membuat rekaman yang permanen.

Dilain pihak, memori jangka panjang bertindak sebagai hard disk, yang secara fisik menyimpan informasi dalam jangka panjang. Memori jangka panjang ini disimpan di daerah otak yang disebut celebral cortex (kulit luar otak). Cortex merupakan rumah bagi belukar 100 milyar sel neuron yang membentuk struktur mirip tumbuhan merambat. Komunikasi antar sel neuron terjadi lewat pancaran impuls-impuls kimia dan listrik.

Memori pada otak manusia adalah pola komunikasi antar neuron. Bila suatu memori baru diperoleh, pengkodeannya bisa melibatkan ribuan neuron yang tersebar di seluruh cortex. Tapi jika informasi baru itu tidak digunakan, pola koneksi yang baru terbentuk itu akan segera pupus kembali. Sebaliknya jika kita berulang-ulang mengingatnya lagi, maka pola koneksi akan semakin kokoh terbentuk dalam jaringan otak.

Meskipun demikian, keputusan untuk menyimpan atau membuang informasi biasanya dilakukan tanpa sadar karena berada dibawah kendali hippopocampus, berdasarkan pada dua pertanyaan: Pertama, apakah informasi itu memiliki arti emosional bagi yang bersangkutan? Misalnya, bagi orang semacam saya, transaksi yang melibatkan uang sebesar 40 M jelas harus dimasukkan ke memori jangka panjang, kalau perlu akan saya catat di weblog ini juga (kapan lagi megang duit segede itu). Tapi bagi orang-orang tertentu, ini mungkin dianggap kurang penting sehingga cukup masuk di memori jangka pendek. Nantinya, kalau ditanya, jawabnya cukup "lupa" saja ;). Pertnyaan kedua, apakah informasi yang masuk berhubungan dengan hal yang sudah kita ketahui? Salah satu implementasinya, adalah dengan membuat asosiasi. Contohnya, bisa kita lihat pada teknik "jembatan keledai" untuk menghafalkan sesuatu hal, misalnya istilah "mejikuhibiniu" untuk menghafalkan warna-wana pelangi. Mengingat-ingat nama seorang kenalan dengan mengaitkannya dengan kondisi fisik atau pembawaannya juga merupakan salah satu cara bagi otak untuk menyimpan informasi dalam memori jangka panjang.

Lanjutannya kita terusin di kesempatan lain. Sekarang istirahat dulu :).

- Diposting oleh Dhani @ 00:23