Refleksi: Mei 2002
Selasa 14 Mei 2002

Objek-Objek Terbesar di Tata Surya

Masih dari dunia astronomi. Matahari adalah objek paling besar dalam tata surya kita dengan diameter (pada equator) sepanjang 1.392.140 km. Urutan kedua ditempati oleh planet Jupiter dengan diameter 142.984 km. Di urutan berikutnya berturut-turut adalah Saturnus (120.536 km), Uranus (51.118 km), dan Neptunus (49.600 km). Bumi kita menempati urutan ke-6 dalam daftar objek terbesar di tata surya dengan diameter 12.756 km, disusul oleh Venus (12.103 km) dan Mars (6.794 km). Dua buah satelit alam masing masing Ganymede, satelit Jupiter (5.262 km) dan Titan, satelit Saturnus (5.150 km) menempati urutan ke-9 dan 10.

Ganymede dan Titan merupakan satelit alam (bulan) terbesar dalam tata surya kita. Berikutnya berturut-turut disusul oleh Callisto (Jupiter/4.820 km) dan Io (Jupiter/3.632 km). Bulan kita menempati peringkat kelima dengan diameter 3.475 km. Sementara itu, Europa (Jupiter/3.126 km), Triton (Neptunus/2750 km), dan Titania (Uranus/1.580 km) menyusul di urutan selanjutnya. Daftar ini ditutup dengan Rhea (Saturnus/1.530 km) dan Oberon (Uranus/1.516 km) masing-masing di urutan ke-9 dan 10.

- Diposting oleh Dhani @ 11:15

Jumat 10 Mei 2002

Beda Bintang dengan Planet

Apa perbedaan antara bintang dengan planet? Dari segi penampakannya, banyak yang akan menjawab bahwa planet terlihat sebagai bintik cahaya terang yang tidak berkedip sementara bintang lebih redup dan cahayanya berkedip-kedip.

Anggapan semacam ini tidak sepenuhnya benar. Memang kebanyakan bintang terlihat berkedip karena pengaruh nebula (kabut debu) antar bintang yang dilewati oleh cahayanya sebelum mencapai bumi, tapi sesungguhnya lapisan atmosfir bumi merupakan faktor yang paling bertanggung jawab terhadap kedipan cahaya benda-benda langit. Tidak perduli planet ataukah bintang, dalam kondisi tertentu cahayanya dapat terlihat berkedip atau stabil. Sebagai catatan, bintang-bintang terang seperti Sirius atau Canopus umumnya tidak berkedip.

Secara visual, bintang dengan planet dapat dibedakan dari peredarannya di langit. Ini dapat dilakukan dengan pengamatan selama beberapa hari. Bintang beredar dari arah timur ke arah barat dengan formasi yang relatif tetap--sebagai akibat dari gerak rotasi Bumi, sementara planet akan terlihat sebagai titik cahaya yang berpindah-pindah diantara formasi bintang-bintang. Karena itulah maka ia disebut planet, berasal dari bahasa Yunani planetai yang artinya pengembara.

Sedangkan secara fisik, perbedaan antara bintang dan planet terletak pada massanya. Dengan massa yang jauh lebih besar dibandingkan planet, sebuah bintang memiliki energi pontensial gravitasi yang cukup untuk membentuk tungku reaksi termonuklir pada pusatnya. Reaksi termonuklir (yang juga dikenal sebagai reaksi fusi) adalah reaksi penggabungan atom hidrogen menjadi helium yang berlangsung pada inti bintang. Reaksi ini menghasilkan energi yang kemudian dilepaskan sebagai panas. Reaksi inilah yang menyebabkan sebuah bintang terlihat bercahaya. Akan halnya planet, walaupun sebagian diantaranya terdiri atas gas (dikenal sebagai planet Jovian), namun energi potensial gravitasinya belum cukup untuk membentuk reaksi tersebut.

- Diposting oleh Dhani @ 10:56