Refleksi: April 2003
Minggu 27 April 2003
Interface Baru Yahoo
Yahoo nampaknya kali ini sedang berbenah dengan meluncurkan interface baru untuk search enginenya. Interface baru yang bisa diakses lewat URL http://new.search.yahoo.com ini kelihatannya sengaja dibuat lebih simpel dibanding yang sebelumnya.
Nampaknya Yahoo sedang berusaha mengejar ketertinggalan dari Google yang sampai saat ini merupakan search engine favorit. Dalam hal performa, Google sepertinya masih tetap lebih unggul dalam hal kecepatan, tetapi Yahoo menyediakan fitur baru yang lumayan membantu, yaitu membuka web hasil pencarian dalam window terpisah (sangat membantu supaya tidak bolak-balik mengklik tombol "back"). Soal hasil pencarian, saat keyword "graifhan" diketikkan, Yahoo menghasilkan 10 entry sementara Google menyediakan 17 entry!
Sabtu 26 April 2003
Stats4all Tidak Gratis Lagi
Satu lagi penyedia content gratisan yang tidak lagi menggratiskan layanannya. Sejak 1 Mei mendatang, Stats4all yang menyediakan statistik pencatat kunjungan ke website tidak lagi menggratiskan layanannya. Pengguna akan dikenakan iuran yang besarnya lumayan--untuk ukuran Indonesia.
Layanan Stats4all pernah digunakan oleh situs ini waktu masih menggunakan hosting gratisan di F2S. Setelah situs ini dihosting di Singcat, layanan Stats4all tidak lagi digunakan karena server Singcat sudah menyediakan statistik internal tersediri. Sepanjang penggunaannya, Stats4all telah mencatat 15.091 hits dari 6.268 pengunjung untuk situs ini.
Btw, masih bicara statistik, pihak hosting situs ini akhirnya memenuhi janjinya untuk memasang server baru untuk mengatasi kondisi overload yang sudah berlangsung sekitar dua bulan ini. layanan statistik (dengan Webalizer) sudah jalan lagi. Laporannya? Well, konsumsi bandwidth kita sampai saat ini sudah mencapai 168 mega. Soal jumlah angka kunjungan, laporannya sepertinya kurang akurat karena Webalizer baru mencatat kunjungan selepas tanggal 10 April lalu. Catatan untuk bulan Maret malahan nggak ada.
Jumat 25 April 2003
Hypertext
Format hypertext yang kini digunakan dalam situs web sebenarnya telah digagas jauh sebelum internet dikenal. Ide hypertext ini pada mulanya diimaginasikan oleh Vannevar Bush di tahun 1945 dalam sebuah tulisan (essay) di majalah Atlantic Monthly dengan judul "As We May Think". Menurutnya, pikiran manusia bekerja berdasarkan asosiasi (association). Dengan sebuah data (informasi) dipegang, maka ia akan menyambung dengan informasi berikutnya yang terasosiasi dengan data sebelumnya. Idenya itu ia tuangkan melalui sebuah mesin imajiner yang dinamai Memex.
Ide ini kemudian mendasari terciptanya format SGML (Standard Generalized Markup Language), yaitu sebuah standar dari ISO (International Organization for Standarization) untuk pertukaran dokumen secara elektronik. SGML terdaftar sebagai ISO Standard 8879 (tahun 1986). SGML bekerja berdasarkan standar ASCII (American Standard Code for Information Interchange), yang meskipun terbatas akan tetapi cukup populer dan berhasil.
Baru pada tahun 1990, Tim Berners-Lee mengembangkan varian dari SGML yang disebut HTML. Format HTML diciptakan untuk dipakai dalam World Wide Web (WWW) yang saat itu sedang dikembangkan oleh CERN (Laboratorium Fisika Partikel di Swiss). HTML sendiri secara formal diumumkan sebagai RFC 1866. Namun demikian, WWW browser yang pertama baru lahir dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1992 dengan nama Viola. Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW.
Minggu 20 April 2003
Bagaimana dengan UFO?
Kenapa saya begitu "tergila-gila" dengan astronomi? Yang jelas sih bukan karena tertarik dengan kisah seputar UFO, alien, dan sebangsanya itu. Kemungkinan adanya bentuk kehidupan di antariksa memang selalu menarik perhatian, baik para astronom profesional maupun kaum awam, tapi mencari bentuk kehidupan lain nun disana hanyalah sebagian amat kecil dari alasan sesungguhnya dalam mempelajari ilmu Astronomi.
Secara pribadi, keberadaan objek-objek eksotik, peristiwa-peristiwa dahsyat yang menandai kelahiran dan kematian sebuah objek, dan pemahaman terhadap aneka fenomena menarik dalam dunia antariksa merupakan daya tarik terkuat yang membuat saya selalu betah memelototi literatur-literatur astronomi. Sayangnya, banyak orang yang beranggapan bahwa apa yang dilakukan para astronom, baik profesional maupun amatir, hanyalah dalam rangka mencari makhluk cerdas berperadaban seperti yang sering digambarkan dalam kisah-kisah fiksi ilmiah, atau dikhayalkan oleh para maniak UFO itu.
Ini juga menjelaskan mengapa saya hampir tidak pernah menyinggung soal-soal yang berhubungan dengan kehidupan di dunia lain atau hal sejenisnya--yang sebenarnya banyak dicari oleh pengunjung situs ini--bukan karena saya tidak memiliki informasi soal itu, tapi lebih baik waktu yang hanya sedikit ini dapat saya manfaatkan untuk menulis hal-hal yang memperkaya wawasan dan punya nilai keilmuan ketimbang menulis soal-soal yang spekulatif dan cenderung sensasional tanpa ada nilai tambahnya. Bagi yang tidak cocok dengan pendekatan semacam ini, yah apa boleh buat, mungkin situs ini tidak cocok untuk anda. Silahkan surfing ke situs lain saja :)
"For I dipped into the Future, far as the human eye could see; saw the vision of the world, and all the wonder that would be."
-- Alfred, Lord Tennyson, 1842
-- Alfred, Lord Tennyson, 1842
Sabtu 19 April 2003
Pioneer 10 Kehilangan Kontak
Masih ingat dengan wahana antariksa Pioneer? Setelah 30 tahun mengembara di antariksa, sinyal lemah terakhir dari Pioneer 10 akhirnya diterima pada tanggal 23 Januari 2003. Setelah pada 7 Februari lalu tidak ada lagi sinyal-sinyal terakhir yang diterima dari wahana tersebut, pengendali di Bumi (NASA Ames Research Center) akhirnya memutuskan untuk menghentikan segala usaha untuk berkomunikasi dengan Pioneer 10.
Diduga sumber tenaga Pioneer 10 sudah terlalu lemah untuk dapat berkomunikasi dengan pengendali di Bumi. Mengikuti jejak "saudaranya", Pioneer 11 yang telah kehilangan kontak sejak bulan September 1995, Pioneer 10 kini melanglang sendirian mengarungi ruang tanpa batas, diluar tata surya kita. Ia diarahkan menuju ke bintang raksasa merah Aldebaran di rasi Taurus yang berjarak 68 tahun cahaya, sebuah jarak tempuh yang baru akan dicapainya pada 2 juta tahun mendatang.
Wahana penyelidikan lainnya yang nasibnya akan ditentukan pada tahun ini juga adalah wahana Galileo. Wahana yang diluncurkan pada 18 Oktober 1989 dengan mengemban misi penelitian terhadap planet Jupiter beserta bulan-bulannya tersebut rencananya akan mengakhiri misinya dengan diceburkan kedalam atmosfir Jupiter pada sekitar bulan September 2003.
Cara ini sengaja ditempuh oleh para pengendali di NASA Jet Propulsion Laboratory untuk menghindari wahana tersebut bertubrukan dan mengkontaminasi Europa, salah satu bulan Jupiter. Hal ini dipandang penting karena Europa diduga menyimpan "lautan" dibagian bawah lapisan es yang menyelimuti permukaannya yang mungkin saja menyimpan suatu bentuk kehidupan.
Walaupun sempat megalami masalah dengan antena yang tidak dapat berkembang sempurna dan tape drive yang tidak bekerja dengan baik (pernah kita bahas pada catatan tanggal 10 Januari 2003 lampau), Galileo telah memberikan data-data yang sangat berharga bagi para astronom dalam memahami planet terbesar di tata surya kita. Terakhir kali, Galileo sempat mendeteksi antara 7 hingga 9 objek bebatuan di sekeliling salah satu bulan Jupiter, Amalthea. Disamping itu, wahana ini juga tercatat telah menemukan sebanyak 20 satelit alam (bulan) baru dari Jupiter. Jumlah ini menambah perbendaharaan jumlah satelit alam Jupiter yang telah diketahui sejauh ini menjadi 60 buah.
Minggu 06 April 2003
Lubang Hitam Bermassa Sangat Besar
Tidak seperti media berita umum yang saat ini sedang memblow-up berita-berita seputar perang di Iraq, media-media sains--seperti Scientific American dan Sky and Telescope--dalam edisi terakhirnya banyak membahas seputar penemuan bukti terbaru tentang keberadaan lubang hitam (black hole) berukuran sedang yang memiliki massa yang sangat besar.
Selama ini, berdasarkan kelasnya, lubang hitam dibagi menjadi dua tipe: kelas Stelar dengan massa sekitar 10 kali masa matahari, dan kelas Supermasif yang memiliki massa jutaan hingga miliaran kali massa matahari. Tapi dalam tahun-tahun terakhir, juga ditemukan petunjuk tentang adanya lubang hitam berukuran sedang--dengan massa sekitar ratusan hingga sepuluh ribu kali Matahari. Berkaitan dengan itu, maka penemuan terbaru dari dua objek yang diteliti secara terpisah oleh tim yang berbeda baru-baru ini mungkin akan membuat pembagian kelas ini perlu dikoreksi kembali.
Di New York, Jon Miller dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics dan para koleganya menggunakan satelit XMM-Newton yang dioperasikan oleh European Space Agency (ESA) untuk mempelajari dua objek yang diduga merupakan lubang hitam bermassa besar di galaksi spiral NGC 1313 di konstelasi Reticulum, sekitar 12 juta tahun cahaya dari Bumi. Spektrum sinar X yang dipancarkan objek tersebut menunjukkan bahwa bagian dalam dari cakram kabut gas (accretion disks) disekelilingnya memiliki temperatur sekitar 1 juta derajat Kelvin, cukup rendah bila dibandingkan dengan 10 juta derajat Kelvin pada tipikal cakram yang sama pada lubang hitam kelas Stellar. Temperatur yang lebih rendah mengisyaratkan bahwa objek tersebut tergolong masif. Kalkulasi sementara menunjukkan bahwa kedua lubang hitam itu memiliki massa sekitar 1000 kali massa Matahari.
Lubang hitam dari kelas Stellar terbentuk dari keruntuhan sebuah bintang yang masif, sementara lubang hitam kelas Supermasif diperkirakan berasal dari kabut gas yang sangat besar. Di sisi lain, faktor apa yang membentuk lubang hitam berukuran sedang saat ini masih merupakan tanda tanya. Cole Miller, salah seorang anggota tim dari University of Maryland menjelaskan bahwa ada tiga skenario dasar tentang bagaimana lubang hitam berukuran sedang terbentuk, masing masing adalah tabrakan langsung dan penggabungan antara bintang dan kelompok globular (globular clusters); keruntuhan dari sebuah bintang yang sangat masif yang mungkin terdapat di alam semesta; atau gabungan dari sejumlah lubang hitam yang lebih kecil. Setiap skenario memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri. Rencananya, temuan ini akan dipresentasikan dalam pertemuan dari divisi Astrofisika Energi Tinggi (High Energy Astrophysics Division) dari American Astronomical Society di Quebec, Canada pada awal minggu ini.
Sementara itu, dalam pertemuan yang sama, sebuah kelompok penelitian lainnya mempresentasikan hasil studi tentang lubang hitam di galaksi M82, sebuah galaksi di konstelasi Ursa Major dengan jarak yang kurang-lebih sebanding dengan NGC 1313. Pengamatan terhadap radiasi sinar X yang dipancarkannya menunjukkan bahwa lubang hitam ini termasuk yang berukuran sedang dengan massa sekitar 500 kali massa Matahari. Namun demikian, tim peneliti menemukan bahwa cakram gas di sekeliling lubang hitam tersebut jauh lebih panas daripada yang mungkin terbentuk dalam ukurannya. Ini memunculkan spekulasi bahwa ada sesuatu hal yang baru dan eksotis yang membuat gas disekelilingnya menjadi sedemikian panas. Karena itu, lubang hitam di M82 Ini mungkin menjadi salah satu objek paling menarik dalam bidang astrofisika energi tinggi.
Satu teka-teki yang masih belum terpecahkan dari kedua penemuan ini: kalau memang kedua objek tersebut memiliki kelas yang sama, mengapa cakram gas pada lubang hitam M82 jauh lebih panas daripada cakram pada dua objek sejenis di NGC 1313?
Sabtu 05 April 2003
Otak Kriminil!
Berikut adalah beberapa diantara search string dari pengunjung situs ini yang sempat dicatat oleh server kita dalam sebulan terakhir. Data yang kurang lebih sejenis juga dilaporkan oleh search engine internal kita:
cardingSaya berprasangka baik saja bahwa sebagian diantara mereka yang mencari info semacam ini hanya sekedar untuk memuaskan rasa ingin tahu. Tapi bagaimanapun juga, ada saja kemungkinan beberapa diantaranya betul-betul "niat" untuk belajar menjadi carder. Apa boleh buat, memang inilah mental sebagian netters negeri ini. Bukan fakta yang membanggakan memang :(.
cara carding
nomor kartu kredit cara kerja carding nyuri
cara-cara carding
cara menjadi carding
bagaimana cara mendapatkan carding
cara mendapatkan carding
cara cara mudah untuk carding
cara carding bekerja
cara carding indonesia
belajar carding
kumpulan trik carding
carding cara mencuri
cara mencuri kartu kredit
program untuk membobol kartu kredit
Btw, data diatas sebenarnya bukan saya dapatkan dari program statistik di server, tapi dari raw logfile. Statistik grafis di server sementara ini dimatikan oleh yang punya, soalnya konon servernya udah kelebihan beban. Bicara soal kelebihan beban, sebenarnya saya juga sedang ketar-ketir karena trafik di web ini kemungkinan sudah jauh melampau estimasi saya. Jangan-jangan sebentar lagi saya bakalan dikirimi tagihan tambahan karena overbandwidth, atau paling apes akses ke web ini dimatikan sementara sampai akhir bulan. Bukan kenapa-kenapa sih, tapi kalau logfile untuk sebulan terakhir saja ukurannya sudah diatas 7 MB, kira-kira trafik situsnya sendiri seberapa gede yah? :|