Refleksi: Mei 2003
Minggu 25 Mei 2003

Newton

Sir Isaac Newton mungkin merupakan salah satu dari sedikit ilmuwan yang paling berpengaruh yang pernah hidup. Kita mengenal akrab nama ini dari teorinya tentang gravitasi. Namun demikian gravitasi bukanlah satu-satunya penemuan Newton yang monumental. Newton juga mewariskan kepada kita konsep tentang spektrum cahaya (dia yang pertama menemukan bahwa cahaya putih ternyata merupakan gabungan dari spektrum yang terdiri dari warna-warni pelangi). Ia juga tercatat sebagai penemu teleskop refleksi (nama "Refleksi" untuk weblog ini sebenarnya saya pilih atas karena mengingatkan saya atas teleskop tersebut). Begitu pula dengan hukum geraknya yang mampu menjelaskan banyak hal mengenai orbit benda-benda angkasa, termasuk bumi kita.

Soal lahirnya hukum gravitasi ini memang memiliki banyak versi. Ada yang percaya bahwa gagasan tentang gravitasi muncul setelah sebuah apel jatuh menimpa kepalanya. Versi lain menyatakan bahwa sumber gagasan justeru saat ia melihat bulan yang menggantung di angkasa. Dalam biografinya malahan dikisahkan bahwa gagasan soal teori gravitasi lahir setelah ia teringat akan sebuah permainan di masa kecilnya: Sebuah ember penuh berisi air diputar kuat-kuat dalam sumbu vertikal sehingga air dalam ember tidak tumpah walaupun dalam posisi ember yang terbalik.

Membaca biografi Isaac newton memang sangat mengasyikkan. Banyak hal yang memberikan inspirasi dari pribadi ilmuwan yang satu ini--walaupun sebagai manusia ia tidak luput dari berbagai kekurangan. Ketekunannya yang luar biasa, rasa ingin tahunya yang besar, ketelitiannya dalam melakukan riset adalah beberapa diantaranya.

Kini, lebih dari tiga ratus tahun setelah Newton merumuskan teori-teorinya, penemuannya masih tetap relevan. Semasa hidupnya, Newton mungkin tidak pernah membayangkan bahwa peluncuran roket dan perjalanan antar planet kini bisa dilakukan dengan berdasar kepada rumusan yang ia temukan. Minggu lalu, disini saya pernah cerita tentang penemuan planet ekstrasolar. Kalau mau jujur, sebenarnya orang yang paling berperan dalam penemuan ini adalan Newton. Bukankah konsep tentang spektrum cahaya yang digunakan untuk mengukur pergeseran Doppler (sehingga terlihat adanya 'goyangan' pada sebuah bintang) merupakan buah dari penemuan Newton? Hukum gravitasinya menjelaskan bagaimana sebuah planet yang mengorbit bisa mempengaruhi bintang induknya. Dan jangan lupa dengan hukum gerak yang menjelaskan tentang periode, massa, dan jarak objek yang mengelilingi sebuah bintang. Semua itu lahir dari otak ilmuwan jenius itu tiga setengah abad lampau!


"I do not know what I may appear to the world; but to myself I seem to have been only like a boy playing on the seashore, and diverting myself in now and then finding a smoother pebble or a prettier shell than ordinary, whilst the great ocean of truth lay all undiscovered before me."

-- Isaac Newton, From Brewster, Memoirs of Newton (1855)

- Diposting oleh Dhani @ 14:06

Sabtu 24 Mei 2003

Gejala Autis dan Kecerdasan

Sekitar satu setengah tahun lalu, tepatnya pada catatan bulan Oktober 2001, saya pernah membuat catatan singkat tentang autis disini. Sampai saat inipun masih ada saja pengunjung yang diantarkan oleh search engine ke situs ini dengan keyword "autis".

Dalam catatan--yang bahannya saya dapat dari rangkuman diskusi di sebuah milis--tersebut saya tidak bisa memaparkan angka pasti penyandang autisme di Indonesia. Jawabannya baru saya dapat minggu ini lewat header majalah Gatra edisi 17 Mei 2003: "Jumlah penyandang autisme meningkat jadi satu setiap 150 kelahiran".

Mempunyai anak yang mengidap Autisme pasti menjadi mimpi buruk buat orangtua manapun, tapi kelainan ini tentu saja bukan menjadi halangan untuk berputus asa. Walapun sepintas penyandang autisme kelihatan kurang cerdas pada masa kecilnya, bukan berarti mereka tidak punya potensi untuk maju. Penyandang autisme biasanya sangat asyik dengan dunianya sendiri sehingga memiliki masalah dalam sosialisasi dengan lingkungannya. Namun demikian, justeru disinilah letak "kelebihan" mereka. Ketekunan yang dimiliki oleh para pemnyandang autis sangat luarbiasa, bahkan melebihi orang-orang normal pada umumnya.

Jangan heran kalau Albert Einstein dan Isaac Newton--dua ikon besar dalam ilmu Fisika dan Matematika--diduga kuat merupakan penyandang autisme saat masih kanak-kanak. Konon saat masih bersekolah, guru yang mengajar Einstein pernah memarahinya, "Kau tidak akan bisa menjadi apa-apa kelak!". Mungkin karena melihat prestasi belajarnya yang minim dan kemampuan sosialisasinya yang payah. Nasib yang hampir serupa juga dialami oleh Isaac Newton. Dalam biografinya ia dikisahkan kurang pandai pergaul dan saat masih kanak-kanak sangat suka dengan benda bergerak--yang mengingatkan kepada salah satu gejala awal autisme. ketelitiannya dalam menyusun dan mengklasifikasikan hasil penelitiannya juga mungkin merupakan cetusan dari gejala autis. Kita tahu bahwa penyandang autis gemar mengatur dan mengelompokkan barang-barang pribadinya. Toh sejarah telah membuktikan bahwa kedua tokoh ini kelak mewariskan sumbangan yang sangat besar bagi kemajuan dunia ilmu pengetahuan.

Walaupun soal gejala autisme yang diidap kedua ilmuwan ini masih menjadi bahan perdebatan, tapi kasus ini setidaknya bisa memberi semangat bagi para orangtua yang meimiliki anak yang menunjukkan gejala yang kurang normal. Siapa tahu ketidak-normalan itu hanyalah tanda-tanda awal dari kejeniusannya kelak.


"Hidup adalah soal keberanian, menghadapi tanda tanya.
Tanpa kita bisa memilih, tanpa kita bisa menawar.
Terimalah dan hadapilah."


-- Soe Hok-gie dalam sajak "Mandalawangi-Pangrango"

- Diposting oleh Dhani @ 09:39

Sabtu 17 Mei 2003

Lagi-Lagi Soal Bandwidth

Saya tidak tahu persisnya, berapa orang yang secara teratur berkunjung ke web ini. Tapi kalaupun ada pengunjung yang teratur datang kesini, pasti dia sudah bosan membaca 'omelan' saya soal bandwidth di sini.

Soal bandwidth memang menjadi perhatian saya sejak pertama kali hosting di Singcat, dengan kapasitas bandwidth yang waktu itu hanya 50 MB. Keterbatasan bandwidth pula yang menyebabkan saya tidak berani meng-onlinekan situs ini secara penuh sampai akhir Januari lalu. Kenyataannya, saat ini konsumsi bandiwith situs ini makin gila-gilaan saja. Sampai pertengahan bulan ini, kita sudah menggunakan bandiwidth hingga lebih dari 260 MB yang berarti sudah lewat setengah dari jatah tiap bulan yang 400 MB itu.

Seharusnya saya senang situs ini dapat menarik banyak pengunjung--walaupun harus diakui tidak semuanya mendapatkan manfaat dari sini. Tapi kenyataannya, makin banyak pengunjung, makin besar kerepotan yang mesti saya hadapi. Menjawab respon maupun pertanyaan pengunjung menjadi pekerjaan yang cukup menyita waktu (mohon maaf bagi yang mailnya belum sempat saya balas). Kadang-kadang saya merasa mengelola situs semacam ini sebagai pekerjaan 'konyol'. Lha wong tidak dapat keuntungan apa-apa, malahan keluar duit banyak untuk ongkos online dan sewa hosting, belum lagi waktu yang dihabiskan untuk menulis dan mengumpulkan data, lantas apa manfaatnya? Untungnya banyak pihak yang terus menyemangati saya untuk meneruskan proyek ini. So, dua tahun berlalu dan situs ini masih tetap eksis!


"A life spent making mistakes is not only more honorable, but more useful than a life spent doing nothing."

-- George Bernard Shaw

- Diposting oleh Dhani @ 01:32

Minggu 11 Mei 2003

Mendeteksi Planet Ekstrasolar

Masih ingat dengan Planet Ekstrasolar? Pertanyaan yang sering timbul berkenaan dengan objek ini adalah: Bagaimana mendeteksi bahwa sebuah bintang memiliki planet yang membentuk tata surya di sekelilingnya?

Yang jelas, keberadaan planet ekstrasolar hampir tidak mungkin dideteksi melalui pengamatan secara visual mengingat dengan teleskop yang paling kuat sekalipun masih sangat mustahil untuk memperloleh citra sebuah planet. Tidak seperti bintang, planet tidak memancarkan cahayanya sendiri, karenanya keberadaan sebuah planet yang mengorbit sebuah bintang tertentu akan sangat sulit untuk dideteksi secara visual. Karena kendala itu, maka para astronom mengembangkan teknik tertentu untuk mendeteksi adanya sebuah planet ekstrasolar. Salah satu teknik yang cukup efektif adalah dengan memanfaatkan hukum Doppler guna menganalisa adanya goyangan (wobble) pada sebuah bintang.

Teknik ini berdasarkan pemahaman bahwa adanya sebuah planet yang mengorbit akan mempengaruhi medan gravitasi dari bintang induknya. Hal ini akan membuat sebuah bintang terlihat bergoyang (wobble). Para astronom menamai goyangan (yang bukan goyang dangdut, apalagi goyang Inul) ini sebagai telltale wobble. Goyangan inilah yang dijadikan indikator untuk mengetahui keberadaan sebuah planet yang mengelilingi sebuah bintang.

Namun demikian, untuk mendeteksi 'goyangan' ini juga bukan hal yang mudah. Soalnya, mengingat jaraknya yang luarbiasa jauh, maka gerakan bergoyang ini akan terlihat sangat samar. Sebagai bayangan, apabila seseorang mengamati Matahari kita dari jarak 30 tahun cahaya, maka ia akan melihat matahari 'bergoyang' dalam bentuk sebuah lingkaran dengan radius hanya sepetujuh dari sepersejuta derajat! Sekedar tahu saja, Matahari kita 'bergoyang' dengan kecepatan hanya sekitar 12,5 meter per detik.

Disinilah hukum Doppler berperan. Kita tahu bahwa apabila sebuah bintang bergerak menjauh atau mendekat relatif terhadap bumi, maka ia akan meninggalkan spektrum cahaya yang akan bergeser dari warna merah ke biru. Dengan mengukur pergeseran spektrum cahaya ini (dikenal sebagai pergeseran Doppler), maka para astronom dapat menelusuri gerak goyangan sebuah bintang, lantas dari sana dengan menggunakan hukum gerak dari Newton, dapat diukur massa, orbit, dan jarak objek penyebab terjadinya goyangan itu. Spektrum dari pergeseran Doppler ini juga sangat kecil, maka diperlukan suatu spektrometer yang super-sensitif untuk bisa mendeteksi adanya wobble pada sebuah bintang.

So, soal 'goyangan' juga bisa menjadi hal yang serius yah? ;).


"We had the sky up there, all speckled with stars, and we used to lay on our backs and look up at them and discuss about weather they were made or only just happened."

-- Mark Twain

- Diposting oleh Dhani @ 02:04

Sabtu 10 Mei 2003

Transit Merkurius, Beppo SAX, dan Hari Astronomi Sedunia

Banyak peristiwa astronomis yang terjadi akhir-akhir ini yang tidak sempat kita ulas. Transit planet Merkurius yang terjadi tanggal 7 Mei lalu misalnya. Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang peristiwa ini bisa menjenguk artikel berikut. Pihak Observatorium Bosscha di Lembang juga sudah secara khusus mengamati peristiwa ini dan berhasil membuat beberapa foto yang dua diantaranya bisa dilihat di halaman web ini. Sebenarnya saat momen transit Merkuius terjadi, situs ini juga menyiarkannya secara langsung melalui internet video streaming (menggunakan RealVideo). Sorry waktu itu nggak sempat ngasih tahu ;).

Sementara itu, satelit Beppo SAX yang pernah kita ulas akhir bulan Maret lalu dipastikan telah jatuh di samudera Pasifik, sekitar tanggal 30 April lalu. Anehnya, tanggal 24 Maret dilaporkan bahwa sebuah benda angkasa telah jatuh di wilayah kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Sementara ini diperkirakan benda tersebut bukan merupukan puing-puing Beppo SAX, melainkan bagian dari satelit Cosmos 2397 Proton milik Rusia.

Peristiwa astronomi lainnya yang akan terjadi bulan ini adalah gerhana bulan total yang akan berlangsung pada tanggal 15-16 Mei mendatang. Gerhana dapat terlihat dari Amerika, Eropa, dan Afrika. Sayangnya kita di Indonesia tidak mungkin bisa menyaksikannya. Gerhana berawal pada pulul 01:05 UT/GMT (08:05 WIB) dan berakhir pada 06:15 UT/GMT (13:15 WIB).

Tambahan lagi, hari ini, tanggal 10 Mei, juga diperingati sebagai Hari Astronomi Sedunia. Hari Astronomi ditetapkan untuk diperingati tiap tahun pada tanggal tertentu antara pertengahan April sampai pertengahan Mei, yaitu pada hari Sabtu saat fase bulan sekitar atau sebelum seperempat awal (berumur sekitar tujuh hari).

Di hari ini, berbagai kegiatan astronomi dilaksanakan secara serempak dan besar-besaran di berbagai negara. Doug Barner, mantan ketua Astronomical Association of Northern California memulai tradisi ini pada 1973 sebagai suatu cara untuk menarik perhatian publik kepada bidang sains. Saat tradisi ini berkembang, ratusan klub astronomi, observatorium, perguruan tinggi dan planetarium di seluruh dunia memanfaatkan momen ini untuk mengadakan kegiatan yang bertujuan memperkenalkan astronomi kepada masyarakat umum.


I love to rove amidst the starry height,
   To leave the little scenes of Earth behind,
And let Imagination wing her flight
   On eagle pinions swifter than the wind.
I love the planets in their course to trace;
   To mark the comets speeding to the sun,
Then launch into immeasurable space,
   Where, lost to human sight, remote they run.
I love to view the moon, when high she rides
   Amidst the heav'ns, in borrowed lustre bright;
To fathom how she rules the subject tides,
   And how she borrows from the sun her light.
O! these are wonders of th' Almighty hand,
   Whose wisdom first the circling orbits planned.


-- T. Rodd.

- Diposting oleh Dhani @ 13:30

Sabtu 03 Mei 2003

Yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Email

Belajar dari peristiwa kemarin, berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan sebagai administrator mailserver, milis maupun pengguna fasilitas milis:

Pertama, soal filtering. Memfilter keyword tertentu memang menjadi jalan pintas apabila kita merasa terganggu dengan posting yang menurut kita tidak etis atau tidak sesuai minat kita. Tapi perlu diperhatikan bahwan metode filter yang digunakan saat ini bersifat text sensitive, bukan context sensitive. Ia hanya menyaring berdasarkan teks-teks yang ada di dalam database kosakatanya tanpa memperdulikan dalam konteks apa kata-kata tersebut tercantum dalam sebuah message. Karena itu, filter mungkin tidak akan terlalu efektif dalam menangani posting-posting berisi hal tidak sopan yang dikemas dalam bahasa yang santun, demikian pula posting "baik-baik" yang kebetulan berisi kosa kata yang (dianggap) kotor bisa saja ikut terfilter.

Memfilter sebuah email hendaknya tidak perlu dilakukan dengan mementalkan (bounce) pesan bersangkutan melainkan cukup dihapus saja. Kalaupun hendak mengirim notifikasi kepada pengirim pesan, pastikan bahwa mail notifikasi dikirimkan kepada alamat email dari field "Form", bukan dari "Return-Path". Masalahnya, kalau email tersebut berasal dari sebuah milis, header "Return-Path" otomatis akan memandu email reply ke alamat milisnya, dan karena mail notifikasi dikirim lewat alamat yang tidak tercantum dalam database pengguna milis, maka email tersebut dapat dipentalkan kembali oleh server milis. Hasilnya akan terjadi perputaran (loop) pada pesan email. Kalau mail loop ini terjadi dalam jumlah besar, maka bisa membahayakan mail server yang bersangkutan. Ini efeknya sama seperti mailbombing, bisa membuat sistem menjadi kolaps!

Kedua, soal pengelolaan milis. Apabila anda sebagai administrator milis, usahakan pada setting milis anda agar mail dari non-subscribers jangan dipentalkan (bounce) melainkan diteruskan ke moderator. Dan sebagai moderator, ada baiknya menggunakan mailbox khusus yang terpisah dari mailbox utama untuk korespondensi. Maksudnya kalau terjadi masalah (misalnya banjir email mental), account email utama tidak sampai terganggu sehingga masih bisa dipakai untuk melakukan "tindakan penyelamatan". Dari sisi pelanggan milis, hal ini juga perlu dilakukan. Usahakan untuk menyediakan account terpisah untuk melanggan milis. Sedapat mungkin jangan menggunakan account email utama.

Terakhir, sebagai pengguna email dan milis. Patuhi selalu netiket, jangan menggunakan kosa-kata (keyword) yang provokatif. Hindari mengirim posting ke milis yang isinya hanya "Me too" atau "Saya juga". Kadang-kadang ada topik diskusi yang cukup menarik yang membuat kita kepingin berkomentar, tapi sebelumnya pikirkan dalhulu apakah komentar kita cukup bermutu? Jangan sampai posting yang dikirimkan hanya memenuhi mailbox orang lain tanpa memberi nilai tambah. Juga jangan lupa untuk mengedit kutipan posting yang hendak dikomentari. Selain menghemat ukuran posting, tindakan ini juga akan membuat posting terlihat lebih rapi dan enak dibaca.

- Diposting oleh Dhani @ 12:20

Jumat 02 Mei 2003

Gara-Gara Inul!

Inul betul-betul membikin saya hampir gila. Baru saja kemarin saya menarik nafas lega setelah berhasil menghalau mail-mail dari sebuah milis yang pesertanya--para praktisi dan industriawan musik Indonesia--membombardir mailbox saya dengan diskusi Inul, sejak kemarin malam muncul cobaan baru. Saya kembali kebanjiran mail bounce dari milis is-lam@ yang isinya raca-rata semacam ini:
From: isvw
Subject: [filter] Dirty Words_Notify (Kata Kotor(bugil))
Date: Thu, 01 May 2003 14:22:00 -0800
To: "is-lam@isnet.org"
---------------------------------------------------------
************* eManager Notification **************
Source mailbox: "is-lam@isnet.org"
Destination mailbox(es): "is-lam@isnet.org"
Policy: Kata Kotor(bugil)
Action: Delete
******************* End of message *******************

Received: from ([192.17.3.145]) by kharisma; Thu, 01 May 2003 +0700
(SE Asia Standard Time)
Received: (qmail 2658 invoked by alias); 1 May 2003 07:01:58 -0000
Mailing-List: contact is-lam-help@isnet.org; run by ezmlm
Reply-To: is-lam@isnet.org
Precedence: bulk
X-No-Archive: yes
list-help:
list-unsubscribe:
list-post:
Delivered-To: mailing list is-lam@isnet.org
Received: (qmail 2650 invoked from network); 1 May 2003 07:01:58 -0000
Message-ID: <20030501070157.83667.qmail@web12802.mail.yahoo.com>
Date: Thu, 1 May 2003 00:01:57 -0700 (PDT)
From: XXX
To: is-lam@isnet.org
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
Subject: [is-lam] Pengumbar Aurat dan Mesum Masuk Neraka

atau seperti ini:
From: incident.information@itc.alstom.com
Subject: Report to Recipient(s)
Date: Fri, 2 May 2003 03:33:24 +0200
To: is-lam@isnet.org
--------------------------------------------------------
Incident Information:-

Originator: XXX
Recipients: is-lam@isnet.org, xxx@txx.xxx.com
Subject: RE: [is-lam] Gus Dur: Rhoma Tak Berhak Melarang Inul
Berekspresi

Message from XXX was quarantined because it
contained banned content.


Kelihatannya ada banyak server yang me-reject posting dari diskusi ini karena rata-rata mailnya memuat keyword yang tidak etis, dan dalam kasus ini ini yang jadi korban pasti adminnya :(. Seharusnya untuk tindakan filtering semacam ini, message cukup dihapus saja, atau kalaupun di-bounce, alamat pengirim harus diambil dari field "Sender" pada header email, bukannya dari field "Return-Path". Ini rupanya tidak dijalankan oleh admin server yang menjadi biang masalah (dalam kasus ini diantaranya adalah astra-honda.com dan itc.alstom.com).

Soal Inul saya lebih baik no comment. Saya tidak punya waktu dan urgensi untuk bicara soal orang ini, tapi saya betul-betul kewalahan menangani arus mail yang masuk beberapa hari ini--yang hampir semuanya bicara soal Inul, Inul, dan lagi-lagi Inul! So, please, stop that useless discussion!

- Diposting oleh Dhani @ 10:49

Kamis 01 Mei 2003

Dua Tahun Sudah

Tidak terasa, hari ini genap dua tahun saya mengelola situs ini. Proyek yang semula hanya ditujukan untuk sekedar iseng mengisi waktu luang ternyata di kemudian hari malahan saya seriusi benar, dan hasilnya, seperti yang bisa dilihat saat ini. Masih banyak kekurangan sih, dan sepertinya sangat sedikit kemajuan yang bisa dicapai dalam dua tahun ini. Terima kasih juga bagi anda-anda yang rajin memberi saran dan masukan serta bahan untuk situs ini :).

Sedikit cerita tentang situs ini. Dulunya, situs ini dibangun sebagai situs pribadi, jadi diantara content-contentnya ada juga hal-hal yang bersifat pribadi. Waktu itu, boleh dibilang saya berusaha memasukkan unsur-unsur idealisme saya di situs ini, termasuk hal-hal apa yang saya sukai, dan hal apa yang saya benci. Salah satunya adalah sebuah halaman yang khusus mengkoleksi lirik-lirik lagu yang sama sekali tidak bicara soal cinta (you know, I hate love songs, terutama yang isinya pasaran: aku cinta kamu, aku rindu kamu, kau segalanya bagiku ... duuuh, apa nggak ada tema lain yang bisa diangkat?! Membosankan banget!).

Sayangnya bagian yang ini terpaksa saya hilangkan karena alasan teknis (sudah tidak sejalan lagi dengan misi situs ini sekarang). Saya berencana untuk meng-onlinekannya lagi melalui situs lain, dan saat ini saya sedang mencoba melengkapi bahan-bahannya. Anyway, berikut ini salah satu lirik yang pernah kita koleksi dulu. Tidak ada salahnya ditampilkan kembali--ketimbang pusing dengan lagu-lagu "gila" yang dibawakan oleh seniman yang tidak waras (dengan goyangan yang membikin bangsa ini tambah sakit!)


The Sound of Music

The hills are alive with the sound of music.
With songs they have sung for a thousand years.
The hills filll my heart with the sound of music.
My heart wants to sing every song it hears.

My heart wants to beat like the wings
Of the birds that rise from the lake to the trees.
My heart wants to sigh like a chime
that flies from a church on a breeze.
To laugh like a brook when it trips
and falls over stones on its way.
To sing through the night
like a lark who is learning to pray.

I go to the hills when my heart is lonely.
I know I will hear what I've heard before.
My heart will be blessed with the sound of music.
And I'll will sing once more.

- Diposting oleh Dhani @ 01:12