Refleksi: Juli 2003
Senin 28 Juli 2003

Perl

Kita lanjutkan dengan sedikit cerita tentang Perl. Kalau PHP adalah 'pendatang baru', maka Perl justeru adalah bahasa pemrograman tertua yang digunakan untuk web scripting. Bahasa pemrograman yang satu ini usianya malahan jauh lebih tua dari WWW itu sendiri. Versi pertama dari Perl diluncurkan pada 18 Desember 1987, lebih tua lima tahun dari browser web yang pertama! Mungkin agak mengherankan kalau sebuah bahasa pemrograman berbasis server untuk mengembangkan web justeru muncul lebih dahulu dari web itu sendiri. Jawabnya adalah karena Perl sebenarnya tidak dikembangkan sebagai bahasa pemrograman untuk web development. Dalam kenyataannya, Perl adalah bahasa pemrograman script yang bersifat serbaguna untuk menangani tugas-tugas yang berkenaan dengan manipulasi teks.

Perl dikenal sangat handal dalam mengambil bagian-bagian teks dari berbagai sumber dan menggabungnya menjadi sebuah dokumen lengkap. Fungsi inilah yang dikembangkan untuk mendevelop sebuah halaman web yang dinamis sehingga Perl akhirnya juga dimanfaatkan sebagai web scripting. Kini, setelah satu setengah dekade berlalu dari saat pertama kali dibuat, Perl telah dikembangkan dengan menambahkan aneka modul dengan fungsi-fungsi yang lebih kompleks untuk penggunaan yang lebih luas. Diantara fungsi-fungsi yang ditambahkan tersebut adalah fungsi untuk menciptakan konten web yang dinamis melalui Common Gateway Interface (CGI) yang telah didukung oleh sebagian besar software webserver. Dalam hal ini, Perl dapat dimanfatkan untuk membangun situs web yang kompleks secara modular, menangani pengisian form di situs web, dan fungsi-fungsi standar lain yang diperlukan untuk membuat sebuah situs web yang dinamis.

Saat ini, versi dari Perl tersedia secara gratis untuk sebagian besar sistem operasi, mulai dari mainstream Windows hingga varian Unix yang kurang begitu dikenal. Kalaupun menulis sendiri program berbasis Perl terasa memberatkan, maka di internet telah tersedia berbagai modul siap pakai untuk aneka fungsi, misalnya pada situs The Comprehensive Perl Archive Network (CPAN). Situs ini menyediakan sumber yang terpusat bagi modul add-in, contoh script, bahkan aplikasi web berbasis Perl yang telah didevelop secara lengkap!

Satu-satunya kelemahan dari Perl adalah kenyataan bahwa bahasa pemrograman ini sebenarnya bukan ditujukan untuk pengembangan web sehingga ia belum pernah dioptimasi untuk meningkatkan kecepatan, skalabilitas, maupun kemudahan penggunaannya. Dewasa ini telah tersedia berbagai bahasa pemrograman yang lebih gampang dipelajari bagi para developer web, namun demikian, Perl juga menawarkan kemungkinan untuk melakukan lebih banyak hal selain sekedar pemrograman web apabila dibutuhkan.

Akhirnya, kita sudah berbincang serba sedikit tentang beberapa web programming yang populer saat ini. Sebenarnya ada alternatif-alternatif lain yang juga tidak kalah 'seru' untuk dibahas, seperti Cold fussion atau Java. Tapi, ketimbang weblog ini jadi terasa kian membosankan, maka topik ini baiknya kita sudahi dulu. Insya Allah, kapan-kapan kalau masih ada umur, soal web programming ini akan kita bahas secara lebih rinci di halaman Informatika.

- Diposting oleh Dhani @ 12:25

Minggu 27 Juli 2003

PHP

Berikutnya tentang PHP. Dibanding yang lainhya, PHP boleh dibilang pendatang baru dalam arena pemrograman berbasis server-side. Namun demikian, kiprahnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahasa pemrograman ini termasuk favorit bagi para developer web karena sintaksnya yang sederhana dan familiar, dan pustaka fungsinya yang komprehensif. Dan tentu saja, yang menjadi daya tarik utamanya adalah harganya yang sangat-sangat murah (gratis!). Tidak heran kalau PHP belakangan menjadi alternatif yang sangat menarik bagi developer baru ketimbang ASP-nya Microsoft.

PHP juga sering disebut sebagai 'Perl killer' dalam dunia server-side scripting. Untuk kepentingan pengembangan aplikasi web, PHP dapat melakukan hampir semua yang bisa dilakukan dengan Perl. Dan PHP biasanya melakukannya dengan lebih cepat dan mudah. Tidak seperti Perl yang biasanya dijalankan sebagai sebuah program CGI oleh webserver untuk menangani setiap permintaan halaman (page request), maka PHP dapat bekerja secara terintegrasi dengan webserver sehingga proses loading halaman web dapat berlangsung dengan lebih efisien.

PHP adalah bahasa pemrograman yang sangat kapabel, dengan fungsi-fungsi built-in yang lengkap. Ia dapat melakukan hampir segala hal, mulai dari yang paling umum hingga yang sophisticated yang diperlukan untuk membangun sebuah situs web. Developer tidak perlu lagi menginstall (baca: membeli) modul add-ins komersial. PHP mengerjakan semuanya sendirian! Tapi dibalik semua kemudahan yang ditawarkan, ia sebenarnya menyimpan kerumitan tersendiri. PHP termasuk relatif sulit dikembangkan untuk menambahkan fungsi-fungsi non-standar yang tidak tercakup dalam pustaka fungsi built-in miliknya. Bukannya tidak bisa sih, tapi untuk melakukannya diperlukan pengetahuan tentang pemrograman C/C++ yang dikenal ruwet itu. Untungnya, sangat sedikit aplikasi web yang membutuhkan fungsi-fungsi yang belum bisa ditangani oleh PHP.

PHP adalah software gratis yang bersifat lintas plattform dan open-source. Ia terintegrasi dengan seluruh webserver dari semua sistem operasi yang umum digunakan. Ini adalah keuntungan yang sangat besar bagi developer dengan modal yang 'cekak' karena mereka dapat membangun sebuah webserver berbasis Linux dengan dukungan PHP tanpa perlu mengeluarkan ongkos untuk pengadaan softwarenya. Tapi, sebagaimana software gratis lainnya, tidak ada dukungan formal apabila terdapat problem dalam menjalankannya. Demikian pula, karena PHP adalah teknologi baru dan sangat aktif dikembangkan, maka sering ditemui sejumlah bug pada versi terbarunya. Tapi ini bukanlah hal yang perlu terlampau dikhawatirkan. PHP memiliki komunitas pengguna yang sangat aktif. Mereka cukup rajin merespon setiap pertanyaan atau permintaan bantuan dari sesama pengguna. Lagipula, versi terakhir dari PHP juga diketahui cukup stabil dan handal.

- Diposting oleh Dhani @ 12:24

Sabtu 26 Juli 2003

ASP

Giliran pertama untuk kita bahas adalah ASP (Microsoft Active Server Page). Sebelum melangkah lebih jauh, perlu ditegaskan bahwa ASP sebenarnya bukan merupakan sebuah bahasa pemrograman. ASP sebenarnya adalah sebuah bingkai kerja (framework) yang memungkinkan developer web mengkombinasikan sejumlah scripting language (VBScript dan JavaScript merupakan pilihan yang paling populer) dengan komponen software yang dapat diekspansi. Komponen-komponen ini diperlakukan sebagai objek oleh scripting language saat ia digunakan sebagai sebuah bagian dari bingkai kerja ASP. Pada pokoknya, kekuatan ASP terletak pada kemampuannya untuk memadukan bahasa script yang relatif sederhana seperti VBScript dan JavaScript dengan komponen software yang 'poweful' yang biasanya hanya digunakan oleh para developer C/C++.

Tapi okelah, itu kan kata tim pemasaran Microsoft. Sekarang ayo kita lihat faktanya: dalam prakteknya, ASP jelas berlaku layaknya sebuah bahasa pemrograman. Programmer punya pilihan, apakah akan menulis program menggunakan VBScript ASP atau JavaScript ASP. Walaupun demikian, kebanyakan contoh program yang tersedia ditulis dalam VBScript, maka jadilah ASP diartikan sebagai suatu bahasa pemrograman untuk mendevelop sebuah situs web yang dinamis dengan memanfaatkan VBScript.

Dalam pemanfaatannya, ASP dikenal mudah untuk dipelajari, cukup powerful, dan memiliki performa yang lumayan baik. ASP memiliki hubungan yang erat dengan OS Windows (kebanyakan komponen software milik ASP dibuat spesifik untuk dijalankan pada Windows) dengan Microsoft Internet Information Server (IIS) sebagai webservernya. Dengan alasan demikian, adalah tidak praktis, atau tepatnya tidak mungkin, untuk menjalankan ASP pada server selain yang berbasis Windows. Dari segi biaya, jelas ASP lebih banyak menguras cost karena developer harus investasi untuk membeli paket Windows atau mencari webhosting yang mengoperasikan server berbasis Windows (yang biasanya mengenakan tarip lebih mahal). Ada juga sih versi ASP yang jalan di server Apache under Linux, tapi tetap bukan alternatif yang baik untuk menjalankan ASP dibawah OS selain Windows.

Satu hal yang juga perlu menjadi perhatian para developer ASP adalah terbatasnya komponen yang dibundel dalam paket software ASP. Apabila yang diperlukan hanyalah konektivistas dengan basis data (database), sebuah mesin pencari (search engine), penanganan email, dasar penelusuran (tracking) untuk proses dan sesi, maka ASP sudah merupakan pilihan yang cocok. Fungsi-fungsi yang lebih jarang digunakan, biasanya akan membutuhkan instalasi komponen software pada server. Banyak perusahaan diluaran yang menjual komponen-komponen ASP untuk fungsi-fungsi semacam meng-generate file PDF, berinteraksi dengan server FTP, penanganan upload file, dan sebagainya. Sayangnya, seperti halnya ASP sendiri, komponen-komponen tersebut kebanyakan bersifat komersial (baca: harus dibeli).

Pertimbangan utama untuk memilih ASP adalah dukungan teknologi yang baik dari komunitas developer Microsoft dibelakangnya. MSDN (Microsoft Development Network) menyediakan berbagai artikel teknis dan materi referensi untuk developer ASP. Microsoft sendiri menyediakan dukungan teknis yang cukup memadai bagi para developer ASP apabila mereka mengalami kesulitan. Tapi tentu saja, harus dicatat bahwa itu semua tidak gratis!

PHP akan kita bahas pada kesempatan berikutnya. Stay tuned! :).

- Diposting oleh Dhani @ 07:11

Jumat 25 Juli 2003

Server Side Scripting

Ini tentang pertanyaan yang sering muncul di benak mereka yang baru belajar pemrograman web. Server-side scripting mana yang paling baik untuk pemrograman web? Apa PHP, ASP, atau alternatif lain (perl, misalnya)? Saya sering mendapat pertanyaan semacam itu, baik dari pengunjung web ini maupun dari teman-teman di darat.

Saat ini, saya memang masih stuck dengan PHP sebagai server-side scripting andalan, walaupun pernah juga pengalaman dengan Perl (termasuk via Slashdot untuk sebuah portal yang sekarang sudah almarhum). Untuk ASP, biarpun sudah belajar tapi masih belum sempat mempraktekkan di lapangan (Anyway, saya bukan web developer profesional!). Dengan latar belakang semacam ini, saya jelas tidak cukup kompeten untuk merekomendasikan mana yang paling baik diantara berbagai alternatif yang tersedia. So, baiknya kesempatan kali ini kita pakai untuk sedikit mengulas soal server-side scripting (juga dikenal sebagai web scripting), tanpa perlu mempromosikan satupun diantaranya.

Pertama-tama, apa sih server-side scripting itu? Ringkasnya begini, kalau kita mengakses sebuah halaman web, itu artinya bahwa kita memanggil sebuah dokumen web dalam format HTML yang tersimpan dalam sebuah webserver. Dokumen web ini umumnya bersifat statis, artinya dokumen itu tidak mengandung komponen yang bisa berubah-ubah dalam kondisi tertentu. Untuk membuat sebuah dokumen HTML terlihat lebih dinamis, maka dibuatlah bahasa pemrograman khusus yang disebut web scripting. Menurut sifatnya, web scripting dibagi menjadi yang berbasis client (client-side) dan yang berbasis server (server-side).

Web scripting berbasis client melakukan operasinya di komputer client, artinya seluruh kode sumber (source-code) akan ikut di download bersama dokumen web bersangkutan, dan selanjutnya, pengolahan script menjadi bentuk keluaran (output) akan dilakukan disisi komputer client. Contoh dari sebuah web scripting berbasis client adalah JavaScript. Sebaliknya, pada web scripting berbasis server, pengolahan script akan dilakukan di server. Server kemudian mengirimkan hasil keluaran (output) berupa halaman web dalam format HTML standar tanpa menyertakan script penyusunnya ke komputer client.

Dibandingkan dengan client-side scripting, server-side scripting tergolong ideal untuk membuat situs web yang dinamis, termasuk mengkombinasikannya dengan database atau fungsi-fungsi eksternal lainnya. Halaman web yang disususun dengan server-side scripting umumnya berukuran kecil karena komponen-komponen penyusunnya tidak ikut didownload. Penggunaan resource di sisi client juga jadi lebih sedikit. Karena kode sumber untuk server-side scripting tersimpan di server, maka keamanannya menjadi lebih terjamin karena tidak dapat diintip atau dicontek oleh pihak lain selain dari yang memiliki akses ke server yang menyimpannya.

Well, soal teorinya, cukup segitu dulu. Sekarang kita akan langsung masuk ke topik utama kita. Siap?

- Diposting oleh Dhani @ 07:10

Minggu 20 Juli 2003

This Product is Licensed, Not Sold!

Ngomong-ngomong, pernah terpikir nggak kalau dalam terminologi software komersial, istilah menjual atau membeli software itu sebenarnya kurang tepat? Lho, koq? Iya, soalnya softwarenya sendiri sebenarnya tidak dijual. Yang kita beli itu sebetulnya cuma lisensi untuk memakai secara legal. Dalam istilah yang lebih lugas, software itu sama sekali tidak akan pernah menjadi 'milik' penggunanya, dalam artian bebas untuk digunakan sesukanya. Nggak percaya? Lihat saja di End User License Agreement (EULA) yang disertakan dalam produk software komerisal. Disitu jelas-jelas tercantum: This Product is licensed, not sold.

Konsekuensinya, kita sebagai user harus patuh dengan segala macam aturan dan pembatasan yang ditetapkan oleh produsen software bersangkutan. Dalam hal ini, kegiatan-kegiatan semacam mengcopy (kecuali satu salinan untuk keperluan backup), menginstall di lebih dari satu komputer, atau di sebuah komputer dengan lebih dari dua processor dalam waktu yang bersamaan, meminjamkan atau menyewakan, atau menjual kembali produk software yang lisensinya kita pegang, jelas haram hukumnya untuk dilakukan.

Bagi yang suka ngoprek-ngoprek, software komersial juga bukan pilihan yang tepat. Nggak usah jauh-jauh sampai memodifikasi source-code lah, lha wong melakukan reverse engineering (disassembly, alias mengubah file executable menjadi source assembly) saja tidak diperbolehkan koq. Pembatasan juga diterapkan untuk penggunaan resource secara sharing atau pemasangan dalam network. Semua itu diatur secara rinci dalam EULA, lengkap dengan kosnekuensi hukumnya. Dan jangan lupa, aturan-aturan tersebut semuanya bersifat mengikat. Take it or leave it!

Saya tidak kepingin menggiring topik ini ke masalah free software, apalagi untuk mempromosikan Linux :). Yang jelas, dalam waktu dekat ini Indonesia akan mulai menerapkan UU Hak Cipta bagi produk software. Ini warning, terutama bagi pengguna software bajakan yang berorientasi profit seperti rental komputer, warnet, atau lembaga pendidikan/kursus. Terlepas dari apakah UU ini akan diterapkan secara konsekuen atau hanya akan berakhir sebagai dokumen di lembaran negara (seperti nasib kebanyakan UU yang ditetapkan akhir-akhir ini), tidak ada salahnya untuk mulai bersiap-siap melakukan antisipasi. Entah dengan membeli (lisensi) software yang legal, atau mulai mencoba ... err ... you know what I mean ;)

- Diposting oleh Dhani @ 08:20

Sabtu 19 Juli 2003

Microsoft Windows Edisi Indonesia?

Bagi yang rajin mengikuti info mutakhir dalam bidang IT lewat media massa, mungkin sudah tahu tentang rencana raksasa perangkat lunak Microsoft untuk melepas produk MS Windows dan MS Office dalam versi bahasa Indonesia. Agustus tahun lalu, disini kita pernah sedikit mengulas tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia dalam perangkat lunak komputer (software). Disitu antara lain disinggung bahwa salah satu persoalan yang membuat para produsen software ogah melepas produknya dalam versi bahasa Indonesia adalah masalah pembajakan.

Yang jadi pertanyaan, apa ini berarti tingkat pembajakan software di Indonesia sudah menurun sehingga Microsoft memperlunak 'kebijakannya' itu? Kalau boleh berterus terang, jawabnya sih tidak (belum!). Tapi tentu saja, keputusan ini sudah melalui pertimbangan yang cukup matang. Ceritanya, Microsoft sebenarnya sudah menyadari bahwa harga yang mereka patok untuk lisensi software buatannya, sama sekali tidak 'reasonable' untuk ukuran kocek Indonesia. Sayangnya, mereka tidak mungkin menjual produknya di Indonesia dengan harga yang lebih murah daripada bandrol di negara lain. Soalnya, nanti user dari negara lain akan ramai-ramai membeli lisensi produknya di Indonesia untuk memperoleh harga yang lebih murah. Rugi kan?

Penggunaan bahasa lokal (dalam hal ini Bahasa Indonesia) sebenarnya merupakan sebuah taktik penjualan yang sengaja dipakai oleh Microsoft. Pertimbangannya adalah bahwa produk yang dilepas dengan bahasa setempat dengan sendirinya akan sulit keluar dari negara pemakainya. Masyarakat dari negara-negara berbahasa asing tentu bakalan ogah membeli lisensi produk software berbahasa Indonesia seberapapun murahnya harga yang ditawarkan. So, dengan melepas produknya dalam bahasa negara setempat, Microsoft tentu berharap bahwa produknya bisa diecer dengan harga lebih murah di suatu negara ketimbang harga pasaran di negara lain tanpa khawatir produknya akan diborong oleh konsumen diluar negara bersangkutan.

Lepas dari masalah pemasaran, kita masih akan menunggu seberapa luwes pemakaian bahasa Indonesia pada software-software tersebut. Konon saat ini pihak developer sedang meminta 'fatwa' dari Pusat Bahasa berkenaan dengan bahasa Indonesia baku untuk beberapa istilah teknis perkomputeran. Ini mungkin akan jadi bagian yang paling sulit karena bahasa Indonesia tergolong sebagai bahasa yang kurang luwes untuk digunakan di bidang IT. Kesannya 'maksa' banget. Contohnya, mau tahu apa alternatif yang ditawarkan untuk istilah 'mendownload'? Jawabannya (jangan kaget): Mengunduh!

- Diposting oleh Dhani @ 08:20

Minggu 13 Juli 2003

Wahana Menuju Mars

Posisi Mars yang mendekat ke Bumi kali ini, seperti biasa, merupakan kesempatan bagi para ilmuwan untuk meluncurkan wahana penyelidikan ke planet tersebut. Seperti halnya momen serupa dua tahun lalu, dimana NASA meluncurkan 2001 Mars Odyssey, maka untuk kesempatan tahun ini, NASA juga mengirimkan hingga dua wahana penyelidikan sekaligus ke planet tersebut.

Wahana pertama, Spirit, telah diluncurkan pada 10 Juni 2003 lalu, disusul dengan wahana kedua, Opportunity, yang akhirnya berhasil meluncur pada 7 Juli 2003, setelah tertunda berkali-kali karena berbagai problem teknis, mulai dari cuaca, kegagalan pada baterai, sampai masalah pada insulator penyekat panas pada roket peluncur. Penundaan ini sempat membuat khawatir para ilmuwan yang terlibat karena apabila wahana ini tidak dapat meluncur hingga 15 Juli nanti, maka peluncuran harus ditunda hingga setidaknya dua tahun mendatang saat Bumi kembali pada posisi yang ideal untuk peluncuran.

Kedua wahana tersebut adalah wahana penjelajah yang akan mempelajari Mars pada permukaannya. Sebelum dinamai dengan namanya yang sekarang, NASA menyebut kedua wahana tersebut sebagai Mars Exploration Rovers (MER). Rencananya, wahana Spirit (MER A) akan didaratkan pada sebuah kawah besar berlapis sedimen yang disebut Gustav, sementara Opportunity (MER B) akan 'bertugas' di sebuah dataran misterius di Meridiani Planum. Kedua lokasi ini, diduga menyimpan bukti kuat bahwa di masa lalu, Mars pernah memiliki cadangan air dalam bentuk cair.

Selain NASA, badan antariksa Uni Eropa, ESA, juga tidak mau ketinggalan dengan meluncurkan wahana Mars Express pada 3 Juni lampau. Mars Express yang direncanakan akan mengorbit mars sambil mengumpulkan data ini membawa serta wahana pendarat Beagle 2 milik Inggris. Disamping itu, Jepang juga telah mengirimkan wahana penjelajah Nozomi dengan tujuan yang sama. Nozomi sebenarnya telah diluncurkan pada Juli 1998 dan direncanakan tiba di mars pada bulan Oktober tahun yang sama, namun karena kesalahan teknis, nozomi diprogram ulang untuk mencapai mars akhir desember 2003 atau awal 2004. Pada awal Juli ini, Nozomi mendekati orbit Bumi untuk memperoleh dorongan gravitasi guna mengarahkannya kembali menuju Mars.

Apa sebab para ilmuwan begitu getol menyelidiki planet yang satu ini? Banyak yang percaya bahwa Mars memiliki sejarah yang mirip dengan Bumi kita. Walaupun di saat ini tidak ditemukan bukti adanya bentuk kehidupan yang paling sederhana sekalipun, namun para ahli masih berharap menemukan jejak kehidupan yang diperkirakan pernah ada di Mars di kurun waktu lampau.

Harapan ini kiranya tidak berlebihan mengingat berbagai analisis terhadap hasil penelitian selama ini menunjukkan bahwa suatu saat di masa lampau, Mars pernah memiliki iklim yang cukup 'kondusif' untuk berkembangnya organisme hidup. Saat itu, jauh sebelum planet itu kemudian berevolusi menjadi padang pasir merah yang kerontang seperti kala ini, Mars diperkirakan menyimpan cadangan air dalam bentuk cair sehingga mikroba atau bentuk kehidupan lain yang lebih maju dapat berkembang.

Belum lagi hasil pengamatan selama ini yang mengundang berbagai interpretasi yang mengarah kepada adanya suatu bentuk kehidupan cerdas disana. Contoh yang paling terkenal adalah laporan mengenai adanya "saluran" di permukaan Mars yang diduga dibangun oleh mahluk cerdas dan berperadaban. Saluran ini pertama kali dilaporkan oleh Giovanni Schiaparelli, seorang ahli Astronomi berkebangsaan Italia ketika planet tersebut berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi di tahun 1877. Ia menamakannya canali, dari bahasa Italia yang berarti "saluran". Sebenarnya, ia tidak mempercayai bahwa saluran itu adalah buatan mahluk cerdas, tetapi kemudian laporan penelitiannya diterjemahkan secara kurang tepat dalam bahasa Inggris sehingga timbul kesan demikian.

Laporan ini 'menggelitik' Percival Lowell, seorang Astronom Amerika. Dalam tahun 1894 ia mendirikan observatorium Lowell di Arizona guna mempelajari Mars. Dari sana ia berhasil memetakan "saluran" yang ia lihat melalui teleskopnya. Namun demikian, penelitian dengan peralatan modern kelak membuktikan bahwa "saluran" yang dimaksud sebenarnya tidak ada. Besar kemungkinan bahwa kesan adanya saluran air di Mars sebenarnya berasal dari gejala optik akibat kikiran lensa teleskop yang kurang halus.

Contoh lain adalah gambar dari wahana antariksa Mariner yang diluncurkan NASA untuk memetakan permukaan Mars pada sekitar dasawarsa 1970-an. Saat itu, Mariner mengirimkan citra sebuah bukit yang dari atas kelihatan seperti wajah Manusia. Karuan saja ini ditafsirkan sebagai karya mahluk cerdas yang suatu saat pernah menghuni planet ini. Namun pengamatan dengan wahana yang lebih canggih pada akhir periode 1990-an menunjukkan bahwa gambaran wajah itu sebenarnya tidak ada. Citra wajah itu muncul akibat keterbatasan teknologi pada Mariner yang hanya mampu mengambil gambar dalam resolusi rendah. Pemotretan dengan resolusi yang lebih tinggi serta-merta menghilangkan citra wajah Manusia, berganti dengan sebuah bukit biasa dengan permukaan yang cenderung tidak beraturan.

Petunjuk terakhir datang melalui sebuah meteorid yang diperkirakan berasal dari planet Mars. Meteorid yang ditemukan di Antartika ini ternyata menyimpan fosil dari sebentuk jasad renik. Ini dipandang sebagai bukti terkuat bahwa memang pada suatu saat di masa lampau, planet merah ini pernah menyimpan suatu bentuk kehidupan. Spekulasi lain yang berkembang berasal dari hasil eksperimen yang dilakukan misi Viking pada 1976. Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa data yang dikirim oleh Viking sebenarnya sudah mengarah kepada petunjuk adanya bentuk kehidupan di permukaan planet tersebut, namun karena keterbatasan tingkat pengetahuan kala itu menyebabkan para ilmuwan masih belum berani menarik kesimpulan ke arah itu.

- Diposting oleh Dhani @ 18:19

Sabtu 12 Juli 2003

Oposisi Mars 2003

Saat ini, planet Mars sedang mengarah menuju titik terdekatnya dengan Bumi. Puncaknya akan terjadi pada tanggal 27 Agustus 2003 pukul 9:51 UT (16:51 WIB), dimana saat itu planet 'tetangga' Bumi tersebut akan berada pada jarak 55.758.006 km.

Peristiwa ini sebenarnya tidak terlampau istimewa karena akan berulang setiap dua tahun sekali. Terakhir, Mars mendekati Bumi pada tanggal 22 Juni 2001 lampau (sempat kita catat sepintas di situs ini). Yang menarik adalah bahwa menurut perhitungan dua astronom Belgia, Edwin Goffin dan Jean Meeus (1978), posisi Mars kali ini berada pada jarak yang terdekat yang pernah terjadi selama sekitar 60.000 tahun, yang berarti terdekat sepanjang usia peradaban umat Manusia.

Perhitungan lebih lanjut oleh Meeus bersama dengan mendiang Pierre Bretton (2002), menunjukkan bahwa Mars pernah berada pada posisi yang lebih dekat dengan Bumi pada sekitar 73.000 tahun lalu, juga di bulan Agustus. Pendapat ini juga diperkuat oleh Jeffrey Beish dan James DeYoung dari Association of Lunar and Planetary Observers dimana perhitungan oleh keduanya menunjukkan bahwa titik terdekat juga pernah dicapai pada tahun 57.538 SM, tapi masih belum menyamai kedekatan yang terjadi pada tahun 2003 ini.

Perhitungan ini kemudian disempurnakan oleh Aldo Vitagliano, ahli komputasi orbit benda langit dari Universitas Naples, Italia. Melalui kalkulasi selama tiga jam menggunakan komputer dengan processor 800 MHz, diperoleh hasil akhir bahwa titik terdekat yang pernah dicapai sebelumnya terjadi pada tahun 57.617 SM. Saat itu, Mars mencapai jarak 55.718.000 km dari Bumi, sedikit lebih dekat dari rekor tahun ini.

Apabila manusia Neanderthal yang hidup pada 57.617 SM sudah bisa menggunakan teleskop, maka mereka akan dapat melihat planet Mars dengan diameter pada equator sebesar 25,13 detik busur (dibanding saat ini sebesar 25,11 detik busur). Penampakan yang lebih cemerlang akan terjadi pada 28 Agustus 2287. Saat itu Mars akan telihat dengan diameter 25,14 detik busur pada equatornya.

Berbeda dengan penampakan tahun 2001 dimana Mars terlihat hampir sepanjang malam di rasi Scorpio, maka untuk tahun ini, pengamat di Bumi harus menunggu hingga menjelang subuh untuk bisa mengamati planet ini. Mars akan terlihat sebagai titik cemerlang berwarna kemerahan di arah tenggara, di sekitar rasi Aquarius.

- Diposting oleh Dhani @ 08:38

Sabtu 05 Juli 2003

Dimanakah Letak Kutub?

Dimanakah letak kutub? Waktu belajar Geografi di sekolah dulu, kita biasanya diajari bahwa planet Bumi memiliki dua dua buah kutub, yaitu kutub utara di lautan Arktik dan kutub selatan di benua Antarika. Tapi banyak yang tidak tahu kalau sesungguhnya ada lebih dari satu "kutub", baik di utara maupun selatan. Nah lo!

Pertama-tama, kita berkenalan dulu dengan kutub geografis. Ini adalah lokasi dimana seluruh garis koordinat bujur bertemu. Pengertian kutub yang kita kenal selama ini sebenarnya mengacu pada kutub geografis ini. Di kutub selatan, kita akan menjumpai dua lokasi kutub geografis. Yang pertama adalah yang disebut kutub selatan seremonial (ceremonial south pole). "Kutub" ini ditandai oleh sebuah bola perak yang dikelilingi bendera-bendera dari negara yang menandatangani traktat (perjanjian) tentang pemanfaatan benua Antartika (Antartic Treaty). Disinilah para penjelajah kutub biasanya "berpose" dengan mengabadikan gambar pantulan wajahnya di bola perak tadi. Kutub selatan seremonial ini sebenarnya tidak menandai letak kutub yang sesungguhnya. Ia dibuat hanya untuk tujuan kepraktisan saja. Kutub selatan geografis yang sesungguhnya terletak beberapa ratus meter dari kutub selatan seremonial. Lokasi ini ditandai dengan sebuah paku raksasa yang menancap di atas permukaan es.

Kenapa mesti ada dua kutub selatan disana? Persoalannya, tempat yang menandai kutub selatan geografis ini tidak "diam" melainkan terus bergerak. Akibatnya, posisi kutub selatan setiap tahun terus mengalami koreksi. Ada dua penyebab untuk itu. Pertama, karena lokasi kutub selatan terletak di atas lapisan es setebal 2 mil yang terus bergeser dengan kecepatan sekitar 9,9 meter pertahun. Alasan kedua, adalah karena adanya pergeseran sumbu rotasi bumi. Apa pula ini? Begini, jangan dibayangkan bumi berotasi dengan sumbu tetap sebagaimana globe yang kita lihat di sekolahan dulu. Dalam kenyataannya, sumbu rotasi Bumi juga selalu mengalami pergeseran atau dengan kata lain, mengalami gerak osilasi. Pergeseran--yang diistilahkan sebagai Chandler wobble--ini tidak seberapa besar. Kalau digambarkan, sumbu rotasi ini bergeser dengan mengikuti lintasan berbentuk lingkaran berdiameter 12 meter dalam periode 430 hari. Mau tidak mau, gerak osilasi ini juga akan selalu mengubah posisi kutub yang sebenarnya. Karenanya, paku raksasa yang menandai posisi kutub ini akan selalu diperbarui posisinya tiap setahun sekali.

Berbeda dengan di kutub selatan, kutub utara geografis tidak mengenal kutub seremonial. Karena letaknya ditengah-tengah lautan es, maka praktis tidak ada penanda apapun yang mengisyaratkan bahwa tempat itu merupakan kutub utara geografis kecuali data koordinat dari GPS (Global Positioning System).

Apa cuma itu? Tidak, soalnya masih ada kutub magnetis dan geomagnetis. Kutub magnetis adalah lokasi arah utara maupun selatan yang selalu ditunjuk oleh jarum kompas. Sejak ditemukan pertama kali oleh Sir T.W. David dalam ekspedisi Shackleton tahun 1909, kutub selatan magnetis juga terus menerus mengalami pergeseran ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 10-20 km per tahun. Saat ini, kutub selatan magnetis berada di tengah samudra Antartika (bukan di daratannya). Menurut data dari bulan Februari 1998, kutub selatan magnetis berada pada koordinat 64°59' LS dan 138°53' BT, sedangkan kutub utara magnetis berada pada posisi 78°18' LU dan 104° BB, tepatnya dekat pulau Ellef Ringness di Canada.

Berikutnya, kutub geomagnetis yang merupakan kutub dari medan magnet Bumi. Letak kutub geomagnetis Bumi tepat berseberangan antara kutub selatan dengan kutub utaranya. Kutub selatan geomagnetis berada di koordinat 79° LS dan 110° BT, sekitar 790 mil sebelah utara kutub selatan geografis, tidak jauh dari stasiun penelitian milik Rusia, Vostok. Di sisi lain, kutub utara geomagnetis berada di pulau Greenland, tepatnya dekat kota Thule pada koordinat 78°30' LU dan 69° BB.

Terakhir, masih ada "kutub" lain yang kurang begitu dikenal, yaitu yang disebut sebagai Point of Inaccessibility. Ini sebenarnya hanyalah kutub teoritis yang menunjukkan lokasi di lingkaran kutub yang letaknya paling jauh dari daratan manapun. Di kutub selatan, bagian ini menandai "jantung" benua Antartika pada posisi 82º06’ LS, 54º58’ BT, sedangkan Point of Inaccessibility di kutub utara berada di sebelah utara Alaska pada koordinat 84°03' LU, 174°51' BB. Kedua "kutub" ini boleh dibilang sebagai lokasi yang paling sulit dicapai di muka Bumi.

- Diposting oleh Dhani @ 07:50