Refleksi: Agustus 2003
Minggu 31 Agustus 2003
Berkaca dari Runtuhnya "DotCom"
Konon saat nilai saham Microsoft mulai meroket di bursa efek, maka ia segera menjadi sasaran utama dari para pengincar saham blue chip di lantai bursa. Bahkan kala itu, demam saham Microsoft juga sempat melanda para karyawannya sendiri. Kondisi ini sempat membuat mencak-mencak Bill Gates, boss Microsoft. "Yang dijual Microsoft itu adalah software, dan bukan saham," sungut Gates.
Dalam hal ini, Gates memang membawa Microsoft pada track yang benar. Akhir dasawarsa 90-an, ketika bisnis DocCom mewabah, banyak pihak yang mengira dapat memanfaatkan internet sebagai 'tambang emas'. Muncul situs-situs DotCom yang pemiliknya berharap dapat menangguk keuntungan dengan mudah lewat mekanisme bursa saham.
Ketika belakangan para investor yang makin melek teknologi mulai menyadari bahwa bisnis semacam ini tidak lebih dari pepesan kosong, maka yang terjadi adalah keruntuhan bisnis DotCom. Investor beramai-ramai melepas saham yang mereka pegang. Pada tahun 2000, harga saham perusaan DotCom telah terbanting hingga 90% dari nilainya semula. Tak ayal beberapa perusahaan yang bergerak dibidang ini mulai bertumbangan satu demi satu.
Namun keadaan nampaknya mulai berbalik tahun ini. Laporan keuangan beberapa perusahaan DotCom papan atas mulai menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Hingga paruh pertama tahun ini, Amazon.Com telah membukukan laba US$ 4 milyar, yang berarti naik 20% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, Yahoo, Google, serta lebih dari sepertiga perusahaan publik DotCom di Amerika Serikat yang mencatatkan diri di bursa Wall Street telah dapat meraih laba semenjak triwulan keempat tahun 2002.
Para pemain dalam bisnis ini rupanya mulai menyadari kesalahan dimasa lalu. Perusahaan-perusahaan yang membukukan keuntungan fantastis tahun ini adalah mereka yang mengais profit dari jalur operasional dengan memanfaatkan internet sebagai sarana. Kesalahan pebisnis DotCom di masa lalu adalah menafsirkan bahwa internet itulah bisnis yang sebenarnya (the real business).
Hikmah apa yang bisa dipetik dari rontoknya DotCom? Secara subjektif, saya melihatnya sebagai pelajaran yang berharga bagi para pelaku bisnis. Bisnis yang sehat adalah bisnis yang mengais profit dari konsumen, bukan dari investor.
Ini tidak cuma berlaku bagi bisnis DotCom, tapi juga bisnis-bisnis semu lain yang berharap untuk meraup pemasukan dari para pemodal yang bermimpi untuk bisa mengeduk keuntungan berlipat dalam tempo sekejap. Bisnis semacam money game dengan segala variasinya--yang hanya mengandalkan perputaran uang dari para pemodal--sebenarnya memiliki tingkat kerentanan yang serupa. Tidak heran apabila perusahaan-perusahaan yang menjalankan model bisnis semacam ini sekarang mulai berguguran pula.
Pertanyaannya sekarang: dengan berkaca dari jatuhnya bisnis DotCom dan Money Game, apa Anda masih berani untuk mencoba "berbisnis" dengan cara begini?
Sabtu 30 Agustus 2003
Demam Mars
"Jakarta dilanda demam Mars", tulis sebuah koran. Di Planetarium Jakarta, ribuan orang berdesakan untuk mendapat kesempatan mengintip rupa planet tersebut lewat teleskop. Sebuah dinding kaca planetarium pecah. Setelah hiruk-pikuk ini berakhir, tiga teleskop rusak (sebelumnya diberitakan bahwa lensa salah satu teleskop seharga puluhan juta rupiah hilang, namun pemberitaan itu kemudian dibantah).
Di Lembang, jalanan menuju observarorium Bosscha macet total sepanjang satu kilometer. "Masyarakat Bandung seperti sepakat menyerbu Bosscha malam ini," kometar Moedji Raharto, direktur Bosscha kepada sebuah koran. Walhasil Bosscha malam itu berubah menjadi bak pasar malam. Tentu saja pengunjung hanya dapat menggunakan teleskop-teleskop sekunder yang memang ditujukan untuk demonstrasi publik. Refraktor ganda Zeiss--yang bangunan berkubah tempatnya bernaung menjadi "maskot" observatorium itu--tentu lebih layak digunakan untuk kegiatan penelitian yang sesungguhnya.
Di sudut lain, masih di Jawa Barat, stasiun pengamat dirgantara Tanjungsari-Sumedang, tidak luput dari serbuan pengunjung yang penasaran. Satu-satunya teleskop di stasiun milik LAPAN yang biasanya digunakan untuk pengamatan matahari, sementara dialih fungsikan untuk mengamati Mars. Melalui radio Elshinta, saya mendengar suara dari Dr. Thomas Djamaludin yang menjelaskan dari sana tentang peristiwa oposisi Mars serta mengkoreksi pemberitaan di sebuah koran Jakarta yang lagi-lagi memberitakan soal Mars yang malam itu akan kelihatan sebesar bulan (saya tahu korannya, tapi tidak akan saya sebut disini).
Saya berada jauh dari pusat keramaian itu. Mars masih bisa saya saksikan dengan mata telanjang, tanpa berbekal teleskop; mengintip malu-malu pada posisi condong 15° ke tenggara dari arah timur. Kalau saja saya sedang berada di Bandung, tentu saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengintip Mars melalui teleskop Bamberg di Bosscha. Tapi saya tidak menyesal. Saya toh masih bisa memonitor lewat live streaming dari kamera CCD yang terpasang pada teleskop Zeiss. Juga sederetan citra yang dipublikasikan lewat internet sudah cukup memuaskan bagi saya. Tapi yang lebih memuaskan adalah gambaran bahwa usaha-usaha untuk mendekatkan astronomi pada masyarakat mulai menuai hasil. Walaupun sedikit "ternoda" dengan kabar burung soal "Bulan Kembar" di langit malam--sehingga mengecewakan banyak orang--tapi semoga saja pengalaman ini mulai bisa membangkitkan minat orang akan astronomi, menyelami kemahakuasaan Sang Pencipta melalui benda-benda langit dan fenomena alam yang menyertainya.
Senin 25 Agustus 2003
Beberapa Kesalahan dalam Desain Web
Beberapa kesalahan lain yang sering dilakukan para developer web: Pertama, menggunakan grafis dalam jumlah banyak dengan ukuran yang na'udzubillah. Grafis memang elemen penting yang tidak terpisahkan dalam sebuah situs web, tapi ingat kalau tidak semua pengakses punya modal uang dan kesabaran yang cukup untuk menunggu loading file grafis berukuran besar. Solusinya: gunakan grafis seperlunya saja dengan format yang tepat. Format GIF digunakan untuk file grafis sederhana dengan jumlah warna yang sedikit, sementara untuk grafis yang lebih rumit dengan jumlah warna yang banyak, gunakan format JPG. Untuk file grafis berukuran besar, sebaiknya dipecah (split) dalam file-file yang lebih kecil dan diloading bersamaan. Untuk animasi, jangan gunakan format GIF. Lebih baik menggunakan Macromedia Flash sehingga bisa diakses secara streaming.
Kedua, merancang situs web yang spesifik untuk browser tertentu. Saat ini mayoritas pengguna internet memanfaatkan MS Internet Explorer (IE) sebagai browsernya. Karenanya jangan heran kalau banyak web yang cuma bisa tampil dengan sempurna pada browser IE, sementara kalau dibuka dengan browser lain tampilannya malah kelihatan 'amburadul'. Solusinya: Jangan menggunakan editor HTML yang dibuat khusus untuk browser tertentu. Kode HTML yang di-generate oleh MS FrontPage biasanya cocok untuk browser IE, sementara Netscape Composer cenderung menghasilkan file HTML yang cuma kelihatan bagus di Netscape Navigator. Gunakan saja editor HTML yang 'netral' alias dikembangkan bukan oleh perusahaan yang juga mengembangkan software browser. Kalau mau strict, maka kode HTML juga bisa divalidasi, misalnya oleh W3C. Beberapa editor teks, seperti UtraEdit, juga telah menyediakan SGML parser secara built in dalam produk softwarenya yang bisa dimanfaatkan untuk mem-validasi kode HTML.
Ketiga, layout dan navigasi yang membingungkan. Situs web yang kompleks biasanya akan membuat pengaksesnya kesulitan apabila hendak mencari suatu halaman tertentu. Kadang-kadang ada situs web yang menaruh semua contentnya begitu saja tanpa klasifikasi yang memadai, sementara ada pula yang membuat klasifikasi yang sedemikian rinci sehingga malahan mempersulit proses penelusuran. Solusinya: Buat layout yang simpel dan fungsional. Jangan memajang terlampau banyak link di halaman utama. Kelompokkan content yang tersedia berdasarkan klasifikasi yang sudah ditentukan. Pastikan pengunjung bisa dengan mudah mengakses setiap kelompok yang tersedia. Untuk mempermudah penelusuran, ada baiknya disediakan peta situs. Pasang juga search engine internal agar memudahkan pengunjung untuk langsung mengakses informasi yang dicari.
Minggu 24 Agustus 2003
Kenapa Tidak Memakai CMS?
Setia amat sih sama Blogger. Apa nggak ada niatan untuk pindah ke content manager (CMS) yang lebih profesional, PHPnuke misalnya?
Persoalannya sih bukan profesional atau tidak, sehingga saya masih memilih untuk bertahan dengan Blogger. Blogger setindaknya telah memberikan hampir semua yang saya butuhkan untuk membangun weblog ini. Dan sepanjang hanya untuk 'kosmetik', saya tidak berminat menghabiskan waktu untuk mem-porting seluruh isi situs ini ke sistem lain.
Satu lagi yang membuat saya merasa kurang 'sreg' dengan content manager macam PHPnuke itu adalah sistem pengalamatan URL-nya yang kurang familiar. Coba bayangkan kalau untuk mengakses weblog ini saja anda harus mengetikkan URL macam begini:
http://dhani.singcat.com/content.php?name=Refleksi&file=article&sid=301Ada beberapa alasan mengapa style pengalamatan seperti yang dipakai PHPnuke itu sebenarnya tidak ideal. Pertama, format URL yang panjang lebar itu malahan tidak memberikan informasi yang memadai tentang isinya. Kedua, URL jadi susah diingat sehingga menyulitkan user untuk kembali mengakses di kemudian hari. Ketiga, halaman yang menggunakan format URL yang panjang biasanya tidak bisa diindeks oleh search engine sehingga memperkecil peluang untuk diakses dari luar. Keempat, secara teknis format URL dengan parameter CGI yang berenteng-renteng itu bisa dieksploitasi para cracker untuk mengetahui konfigurasi sistem yang digunakan. Akibatnya bisa fatal kalau informasi yang didapat malahan disalahgunakan untuk melakukan perusakan.
Tapi koq di beberapa halaman di situs ini juga masih menggunakan parameter CGI? Iya, memang :). Kadang-kadang trik ini bisa menjadi jawaban kalau tidak mau repot menulis kode HTML dan PHP untuk tiap halaman. Tapi setidaknya format URL semacam
http://dhani.singcat.com/astro/artikel.php?page=hubblemasih bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai isinya. Dan lagi, halaman ini juga dapat dengan mudah ditemukan melalui search engine macam Google atau Yahoo. Coba saja cari halaman yang dibuat dengan PHPnuke menggunakan kedua search engine itu. Sulit kan?
Sabtu 23 Agustus 2003
Gara-Gara Terjemahan yang Keliru
Bulan lalu kita pernah mengulas tentang keberadaan "saluran" di Mars yang ternyata cuma isapan jempol itu. Keberadaan saluran itu juga tidak lepas dari kekeliruan penterjemahan. Ceritanya berawal ketika astronom Italia, Giovanni Schiaparelli melaporkan adanya "saluran" di permukaan planet Mars ketika planet tersebut mendekat di tahun 1877. Kita sudah tahu kalau Schiaparelli sebenarnya tidak percaya kalau saluran yang dilihatnya itu adalah buatan sebangsa mahluk cerdas. Sayangnya, istilah canali yang dia gunakan untuk menyebut "saluran" yang dilihatnya itu diterjemahkan secara keliru dalam bahasa Inggris sebagai canal yang dengan mudah menggiring benak pembacanya pada saluran air buatan manusia--terjemahan yang betul seharusnya adalah channel. Walhasil dunia gempar oleh isyu soal saluran air yang digali mahluk berperadaban penghuni planet tetangga kita itu.
Kesalahan dalam terjemahan seperti ini juga bukan hal baru di media kita. Mungkin karena wawasan yang kurang dari si penterjemah, sehingga sering berbuah kekonyolan. Sekitar tahun 2002 lalu, sebuah episode dari "Discovery Channel" yang diputar di stasiun TPI, sempat membuat saya tertawa sendiri. Bagaimana rasa humor saya tidak tergelitik kalau kalimat "late Carl Sagan" (mendiang Carl Sagan) dalam teks terjemahan malahan ditulis sebagai "Carl Sagan yang terbaru". Rupanya si penterjemah tidak tahu "benda" apakah gerangan Carl Sagan itu :).
Kekonyolan media sebenarnya tidak cuma soal terjemahan. Coba simak, apa yang ditulis sebuah media kita tanggal 5 Juni 1994 berkenaan dengan akibat peristiwa tumbukan komet Shoemaker-Levy 9 dengan planet Jupiter bagi penghuni Bumi:
"...Dampak yang ditimbulkan memang pasti ada, tetapi tidak seburuk yang diperkirakan oleh para ahli. Gelombang laut yang mengganas dan gempa bumi besar memang pasti akan terjadi, walaupun tidak seluruh dunia, sedangkan orang akan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi saya pikir korban manusia tidak akan mencapai jutaan. Paling banyak hanya 100.000 jiwa..."Entah berita ini dikutip dari media berbahasa asing yang lalu diterjemahkan secara keliru. Entah editornya yang kurang hati-hati melakukan pemenggalan kata hingga isi tulisan berubah sama sekali. Atau malahan cuma sekedar mencari sensasi. Yang jelas, selain menyesatkan, berita ini juga meresahkan! Selengkapnya diceritakan pada artikel berikut.
Sejarah memang sering terulang ...
Jumat 22 Agustus 2003
Hoax Oposisi Mars
Kutipan sebuah email yang beredar belakangan ini di internet:
"...Dengan kekuatan sebesar 75, dengan mata telanjang (bukannya rabun, apalagi yg minus pantat botol) Mars akan kelihatan sebesar bulan (pas purnama). Gampang dilihat deh. Awal bulan Agustus ini, Mars akan muncul di timur sekitar pukul 10 malam dan mencapai titik edar tertinggi (azymuth) pada pukul 3 dini hari. Pada akhir bulan, ketika Mars dan Bumi makin mendekat, Mars akan muncul sore hari dan mencapai titik tertinggi pada pukul 12.30 tengah malam. Nah, tanggal yang pas diperkirakan sekitar tanggal 27 Agustus..."Entah bagaimana, mail ini mampu "menyihir" banyak orang untuk percaya kalau nanti, di tanggal 27 Agustus, akan terlihat bulan kembar yang menggantung di langit, dimana salah satunya adalah planet Mars yang sedang melintas pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Tentu saja, bagi kita yang sudah punya (sedikit) dasar pengetahuan tentang astronomi, tidak akan begitu mudah percaya dengan omong kosong semacam ini. Mars memang akan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi pada tanggal tersebut, tapi jangan mengharapkan dia akan nampak seperti bulan purnama :). Mars akan terlihat tidak lebih dari sebuah titik cemerlang berwarna kuning kemerahan yang menggantung di langit. Hanya itu!
Selidik punya selidik, mail yang menghebohkan ini rupanya berasal dari sebuah pesan berantai dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan secara keliru. Berikut kutipan pesan aslinya:
"...At a modest 75-power magnification Mars will look as large as the full moon to the naked eye. Mars will be easy to spot. At the beginning of August, Mars will rise in the east at 10p.m. and reach its azimuth at about 3 a.m. By the end of August when the two planets are closest, Mars will rise at nightfall and reach its highest point in the sky at 12:30 a.m ..."Kalimat yang berhuruf tebal seharusnya diterjemahkan seperti ini: "...Dengan pembesaran sebesar 75x (melalui teleskop), Mars akan kelihatan sebesar bulan purnama apabila dilihat dengan mata telanjang...".
Nah sudah jelas kan, dimana letak kekeliruannya? ;).
Minggu 17 Agustus 2003
Pindah Data Center
Lagi-lagi Singcat (hosting situs ini) memindahkan servernya ke datacenter lain. Kali ini peyebabnya soal uptime yang mengecewakan dari datacenter yang dipakai saat ini. Akibatnya, Sabtu/Minggu depan sepertinya situs ini akan kembali tidak bisa diakses karena adanya pemindahan file dan update DNS ke datacenter yang baru.
Menurut pengelolanya, dalam beberapa bulan belakangan server ini memang menghadapi banyak masalah. Tentang stabilitas server sebenarnya persoalan minor, sementara yang mayor malahan lebih banyak dari usernya sendiri. Sebagian user memanfaatkan accountnya untuk melakukan spamming atau mailbombing yang menyebabkan beberapa fungsi terpaksa dimatikan. Sementara itu, ada juga yang memasang situs web dengan aktifitas CGI yang kelewat tinggi sehingga load server jadi melonjak drastis. Belum lagi soal serangan para cracker itu.
Ini sebenarnya fenomena biasa kalau dikaitkan dengan tabiat pengguna layanan internet dari Indonesia. Konon sih, salah satu tanda bahwa sebuah layanan gratisan bakal ditutup adalah semakin banyaknya user dari Indonesia yang menggunakan layanan itu :). Yeah, balik lagi ke persoalan mental orang Indonesia. Nggak bisa ngeliat layanan yang terjangkau (baca: murah); sebagai konsumen tidak bisa menahan diri dengan memakai seenaknya sendiri, sementara para 'rival' bisnis mulai suka menggunakan cara-cara licik dalam persaingan.
Kapan sih masyarakat kita bisa lebih dewasa?
Sabtu 16 Agustus 2003
Kuasar
Minggu lalu kita sudah belajar tentang pulsar hingga lubang hitam. Rasanya kurang 'afdol' kalau bahasan ini tidak kita lanjutkan dengan cerita seputar objek astrofisika berenergi tinggi lainnya, yaitu kuasar.
Apa itu kuasar? Dalam hal ini, kita perlu melongok sebentar ke tahun 1963, saat teleskop radio pertama kali digunakan. Saat itu, para astronom menemukan beberapa sumber gelombang radio di antariksa, diluar galaksi kita. Para astronom lantas mencoba meneliti sumber tersebut dengan perangkat teleskop visual. Di beberapa lokasi, mereka menjumpai sisa-sisa sebuah supernova, di daerah lain, didapati sebuah daerah yang menjadi tempat kelahiran sebuah bintang raksasa, sementara sumber lainnya ternyata merupakan sebuah galaksi yang sangat jauh.
Namun di beberapa titik, dimana ditemukan sumber emisi gelombang radio, ternyata tidak ditemukan apapun! Tidak terlihat apa-apa selain objek yang mirip bintang. Objek itu kemudian dinamai sebagai quasi-stellar radio sources atau QSR, yang kemudian disebut sebagai kuasar (quasar). Selain kuasar, kita sebenarnya juga mengenal objek berenergi tinggi yang sejenis, namun tidak memancarkan gelombang radio. Objek tersebut dikenal sebagai quasi-stellar objects (QSO).
Walaupun secara visual cahaya sebuah kuasar kelihatan redup, tetapi pada kenyataannya ia merupakan objek yang sangat cemerlang, bahkan tergolong sebagai objek paling bercahaya di jagat-raya. Tadinya, para astronom beranggapan bahwa kuasar adalah sebuah bintang didalam galaksi kita. Namun demikian, setelah spektrum cahayanya dipelajari secara teliti, ditemukan adanya pergeseran merah yang cukup besar. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kuasar adalah objek yang berada diluar galaksi kita dan cenderung menjauh dengan kecepatan yang fantastis: sekitar 95% dari kecepatan cahaya!
Hingga saat ini, setiap kuasar yang diteliti hanya menunjukkan adanya pergeseran merah. Kuasar yang menunjukkan pergeseran spektrum ke arah warna biru (pergeseran biru)--yang menandakan bahwa ia bergerak mendekati galakasi kita--masih belum pernah ditemukan. Apabila hukum Hubble yang menjelaskan bahwa seluruh alam semesta mengembang juga diperhitungkan, maka sebuah kuasar dapat saja berjarak hingga miliaran tahun cahaya. Dengan demikian, ia sebenarnya memiliki kecerlangan yang sangat luar biasa, diperkirakan setara dengan gabungan kecerlangan dari 1000 galaksi sekaligus. Dengan memperhatikan kekuatan cahayanya yang sedemikian besar, maka para astronom memperkirakan bahwa kuasar adalah pusat sebuah galaksi yang sangat cemerlang, dimana didalamnya tengah terjadi sebentuk reaksi yang melepaskan energi tinggi. Satu kemungkinan penyebabnya adalah keberadaan sebuah lubang hitam yang supermasif pada pusat galaksi bersangkutan.
Lantas darimana sumber gelombang radio yang dipancarkan kuasar? Elektron didekat pusat sebuah kuasar dapat berakselerasi pada kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Karena adanya sebuah medan magnet, maka eletron-elektron tersebut bergerak dalam lintasan yang melebar, dan sebagai hasilnya, terjadi pelepasan gelombang radio. Peristiwa ini disebut sebagai radiasi synchrotron. Nama ini diambil dari percobaan yang dilakukan oleh para ahli fisika dengan mengirimkan elektron berenergi tinggi yang bergerak membentuk lingkaran menggunakan medan magnetik dengan akselerator partikel yang disebut synchrotrons.
Seperti halnya benda angkasa lain yang letaknya sangat jauh, kuasar juga merupakan objek yang sangat menarik perhatian para astronom masa kini. Tidak ada kuasar yang ditemukan dalam jarak yang relatif dekat dengan galaksi kita. Ini bisa diartikan bahwa kuasar bukanlah objek yang lahir pada era saat ini (ingat, cahaya dari sebuah kuasar membutuhkan waktu hingga miliaran tahun sebelum sampai ke mata kita!). Galaksi-galaksi di sekeliling kita, atau bahkan galaksi Bimasakti yang kita tempati kemungkinan besar pernah mencapai tahapan sebagai sebuah kuasar. Sebagai produk masa lalu, kuasar dapat memberikan petunjuk yang sangat berharga bagi para astronom untuk menelusuri jejak masa lalu alam semesta.
Minggu 10 Agustus 2003
Daftar Perintah Unix
Salah satu pihak yang paling kelimpungan dengan diberlakukannya UU hak cipta secara ketat, tentulah para praktisi IT. Maklum, lisensi satu software saja harganya bisa setara dengan beberapa bulan gaji :(. Satu alternatif untuk menggunakan software secara legal tanpa harus merogoh kantung terlalu dalam adalah menggunakan Free Software/Open Source. Alternatif yg paling populer untuk itu tentunya adalah Linux.
Persoalannya, masih banyak yang beranggapan kalau Linux masih terlalu rumit dan kurang familiar untuk kalangan non-teknis. Walapun sering dibantah, anggapan semacam ini sebenarnya tidak terlampau salah. Memang GUI di Linux, seperti KDE atau GNome sudah menyajikan lingkungan kerja yang nyaman untuk penggunanya. Tapi menjalankan Linux tanpa menguasai perintah-perintah shell akan sama seperti memakai Windows tanpa penguasaan DOS. Riskan!
Untuk mempermudah proses belajar, khususnya bagi mereka yang barusan--secara sukarela maupun terpaksa--bermigrasi ke Linux, kita telah menyediakan daftar perintah Unix yang bisa didownload di sini. Daftar ini semula disusun oleh Budi Rahardjo untuk situs Ensiklomedia dalam format PostScript. Saya hanya mengubahnya ke format PDF (melalui ps2pdf di Linux) semata-mata untuk alasan kemudahan.
Tidak semua perintah di daftar tersebut jalan di Linux (karena sedianya disusun untuk keluarga Unix), tapi kalau yang diinginkan hanya mencari padanan di Linux untuk perintah-perintah semacam dir, copy, type, dan sebagainya, maka daftar ini sudah cukup memadai. Terakhir, untuk mempermulus proses migrasi, silahkan berkunjung ke situs DariWindowsKeLinux.Com.
Sabtu 09 Agustus 2003
Dari Bintang Hingga Lubang Hitam
Tidak seperti bintang-bintang berukuran relatif kecil yang mengakhiri hidupnya sebagai sebuah bintang kerdil putih (white-dwarfs), beberapa bintang yang berukuran raksasa akan mengakhiri hidupnya dengan sebuah ledakan. Bintang yang berukuran lebih besar dari Matahari kita umumnya tidak berumur panjang. Bintang berukuran besar akan melakukan reaksi fusi pada suhu yang leih tinggi sehingga dengan cepat akan menghabiskan bahan bakar hidrogen yang dikandungnya. Bintang semacam ini umumnya hanya akan berumur beberapa juta tahun (bandingkan dengan Matahari yang telah berusia 5 milyar tahun dan diperkirakan masih akan berpijar mantap hingga 5 milyar tahun kedepan).
Bila bahan bakar Hidrogennya telah habis terkuras, maka sebuah bintang raksasa akan menjadi labil dan kemudian akan meledak dengan dahsyat sebagai sebuah supernova. Peristiwa semacam ini tergolong langka. Diperkirakan hanya terjadi sekali setiap satu abad pada galaksi kita. Di masa silam, pernah tercatat sebuah bintang meledak yang cahayanya sedemikian terang hingga dapat terlihat pada siang hari. Sebuah supernova yang pernah dicatat pada tahun 1024 oleh para astronom Cina kini dikenal sebagai Nebula Kepiting. Pada tahun 1572, astronom Tycho Brahe pernah mengamati supernova lain dan menyebutnya sebagai nova stella yang berarti bintang baru. Astronomi modern kini menggunakan istilah Nova untuk menyebut bintang yang tiba-tiba menjadi sangat cemerlang akibat suatu goncangan yang tidak sampai menghancurkannya, sedangkan istilah supernova dipakai untuk menyebut bintang yang meledak hingga hancur berkeping-keping.
Helium dan hidrogen adalah unsur-unsur kimia yang berbeda. Kita tahu bahwa segala sesuatu di alam semesta, baik yang bernyawa maupun tidak, terdiri atas unsur-unsur kimia--yang dikenali sejauh ini ada 105 unsur. Sementara sebuah bintang menjadi semakin panas menjelang ajalnya, maka unsur-unsur lain terbentuk dari helium yang dihasilkannya. Bila bintang melepas lapisan terluarnya, atau meledak sebagai sebuah supernova, maka ia akan melontarkan unsur-unsur tersebut sebagai gas dan debu ke antariksa. Gas dan debu ini pada akhirnya dapat menjadi bagian dari awan yang memadat membentuk sebuah bintang baru. Dengan demikian, atom berbagai unsur dapat berdaur ulang diseluruh alam semesta. Beberapa atom yang membentuk Bumi kita, atau bahkan tubuh kita, mungkin saja lahir dari kematian sebuah bintang nun jauh di kedalaman antariksa.
Sebuah supernova tidaklah menandai lenyapnya sebuah bintang secara tuntas. Ia sebenarnya justeru menandai tahap akhir dari sebuah kehidupan. Pada tahun 1967, para ahli astronomi radio pada Observatorium Mullard, di Cambridge, Inggris, dibuat bingung oleh sebuah isyarat baru berupa denyut gelombang radio bertubi-tubi yang datang dari kedalaman antariksa. Para astronom sempat berpikir bahwa itu adalah pesan dari mahluk berperadaban yang menghuni tata surya di bintang lain. Namun demikian, isyarat itu tidak berubah-ubah, menunjukkan bahwa ia berasal dari suatu sumber yang alamiah. Sumber ini lantas dinamai sebagai pulsar. Pulsar tidak lain dan tidak bukan adalah sumber gelombang radio yang berdenyut dengan cepat. Ia diperkirakan merupakan sebuah bintang neutron yang berputar dan memancarkan sorotan radiasi sebagaimana halnya sebuah mercu suar.
Pulsar pertama kali ditemukan oleh ahli astronomi radio di Cambridge, Anthony Hewish dan asistennya Jocelyn Bell dalam tahun 1967. Dalam beberapa tahun, penemuan ini disusul dengan penemuan pulsar lainnya, hingga pada saat ini telah tercatat ratusan pulsar yang telah diketemukan. Beberapa buah pulsar diketahui juga memancarkan cahaya. Ia berpijar hidup-mati bagaikan mercu suar di antariksa. Salah satu diantaranya ditemukan di jantung Nebula Kepiting.
Para astronom beranggapan bahwa pulsar adalah sebuah bintang neutron. Apabila sebuah bintang besar runtuh dan meledak dalam suatu supernova, atom-atom dalam terasnya bergabung hingga elektronnya memasuki inti atom, menghasilkan neutron. Bintang itu akan berakhir riwayatnya sebagai sebuah bola neutron yang diameternya hanya beberapa kilometer, namun dengan kepadatan yang sedemikian tingginya hingga sepotong kecil bahannya berbobot hingga jutaan ton. Seraya runtuh, bintang itu berputar semakin cepat hingga bintang neutron yang dihasilkannya juga ikut berputar dengan amat cepat. Pulsar di Nebula Kepiting misalnya, berputar 30 kali tiap detiknya. Ia menyinarkan pancaran energi seperti gelombang cahaya dan radio yang menyapu ke sekeliling bagaikan sorotan sebuah mercu suar. Karena itulah maka ia terlihat berpijar hidup-mati.
Peristiwa inipun masih belum merupakan ajalnya. Dalam keadaan runtuh sebuah bintang dengan materi yang teramat padat akan mengalami peningkatan gaya gravitasinya. Jika proses keruntuhannya berlanjut melewati tahap bintang neutron, maka medan gravitasi di sekitar benda runtuh ini menjadi sedemikian kuatnya sehingga tak ada sesuatupun yang dapat lolos darinya. Benda apapun yang mendekatinya, bahkan gelombang cahaya sekalipun juga tidak dapat lolos dari medan gravitasi maha raksasa ini. Inilah yang kita kenal sebagai lubang hitam.
Sabtu 02 Agustus 2003
Antara Lubang Hitam dan Kelahiran Bintang Baru
Dari dunia astronomi; dengan mempelajari lebih dari 120.000 galaksi terdekat yang diamati sebagai bagian dari Sloan Digital Sky Survey (SDSS), sebuah tim astronom dari Jerman dan Amerika Serikat telah berhasil menemukan bahwa pertumbuhan dari lubang hitam (black hole) supermasif erat hubungannya dengan kelahiran sebuah bintang baru di galaksi induknya. Penemuan ini -- yang merupakan petunjuk langsung pertama akan adanya hubungan antara pembentukan galaksi dengan pembentukan lubang hitam -- telah diumumkan pada simposium bertema Maps of the Cosmos yang diadakan oleh Iternational Astronomical Union di Sydney, Australia, 14 Juli lalu.
Penemuan yang dikatakan sebagai paling menarik dalam beberapa tahun belakangan ini, telah menunjukkan bahwa setiap galaksi besar memiliki sebuah lubang hitam dengan ukuran jutaan kali Matahari kita, demikian seperti dijelaskan oleh ketua tim peneliti, Dr. Guinevere Kauffmann dari Max Planck Institute for Astrophysics di Gaurching, Jerman. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa massa dari lubang hitam ini sangat erat hubungannya dengan sifat-sifat galaksi induknya. Secara tidak langsung, formasi dari suatu lubang hitam terjalin erat dengan galaksinya, namun sifat dari hubungan ini masih menjadi tanda tanya.
Apakah sebuah lubang hitam mengendalikan pertumbuhan dari galaksinya, atau apakah justeru galaksi yang membatasi pertumbuhan lubang hitam di pusatnya? Apakah lubang hitam dan galaksi tumbuh berdasarkan sebuah hubungan simbiosis? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan studi yang teliti dari proses pertumbuhan itu. Sementara sebuah lubang hitam bertumbuh, ia melepaskan energi yang sangat besar, yang dalam kasus yang ekstrim dapat meningkatkan kecerlangan galaksi induknya sehingga membentuk sebuah kuasar. Jangka waktu utama antara aktifitas kuasar dan kemungkinan pertumbuhan lubang hitam diperkirakan antara sepertiga hingga sepersepuluh dari 14 milyar tahun usia alam semesta.
Suatu galaksi besar diperkirakan terbentuk dari suatu tabrakan atau gabungan dari beberapa sistem galaksi pada periode yang sama. Inti galaksi diketahui terdiri atas lubang hitam, namun bintang-bintang baru juga bermunculan di bagian dalamnya. Penemuan ini menjadi penting dikarenakan mempelajari galaksi yang dekat akan jauh lebih mudah daripada yang jaraknya lebih jauh. Dengan demikian, hubungan antara pertumbuhan galaksi dengan pertumbuhan lubang hitam dapat dicari dari galaksi-galaksi terdekat. Cahaya dari galaksi yang dekat membutuhkan kurang dari satu milyar tahun untuk mencapai Bumi (dibandingkan hampir 10 milyar tahun pada kebanyakan kuasar). Ini cukup dekat bagi para peneliti untuk mempelajari lebih detail proses pembentukan galaksi maupun lubang hitam,
Dengan mengamati spektrum lebih dari 120.000 galaksi, tim SDSS berhasil menunjukkan bahwa lebih dari 20.000 diantaranya saat ini masih terus bertumbuh. Tingkat pertumbuhan dari lubang hitam dapat diperkirakan dari kekuatan garis karakteristik emisi yang diketahui berhubungan dengan seberapa banyak materi yang runtuh kedalam lubang hitam. Lubang hitam yang bertumbuh biasanya hanya terdapat pada galaksi yang lebih masif (padat) dari galaksi Bimasakti yang kita tempati. Galaksi yang masif dimana lubang hitam dapat bertumbuh biasanya bukan merupakan galaksi yang lemah, dalam artian bukan merupakan tipikal galaksi tua yang telah lama tidak membentuk bintang baru. Sebaliknya, galaksi dimana lubang hitam bertumbuh umumnya memiliki massa yang struktur yang hampir sama, tapi menunjukkan bukti adanya pembentukan bintang-bintang baru didalamnya.
Dalam kesimpulannya, tim SDSS menyatakan bahwa dengan meningkatnya angka pertumbuhan lubang hitam, begitu pula dengan jumlah pembentukan bintang dalam 100 juta tahun belakangan -- termasuk waktu yang singkat dalam pengertian astronomi. Dalam kasus yang paling ekstrim, lubang hitam bertumbuh secepat sebuah kuasar yang cemerlang, dan galaksi didominasi oleh bintang-bintang muda. Dikatakan bahwa kemungkinan ini dapat diartikan bahwa lubang hitam bertumbuh dengan menelan sebagian dari materi gas yang relatif dingin dan padat dari mana sebuah bintang terbentuk pada sebuah galaksi. Massa bintang anggota galaksi dan massa lubang hitam pada pusat galaksi meningkat secara bersamaan. Ini memunculkan teka-teki seperti halnya telur dan ayam. Manakah yang pertama kali terbentuk, apakah lubang hitam ataukah galaksi? Masing-masing saling memerlukan satu sama lainnya.
SDSS adalah sebuah proyek pemetaan secara detail seperempat bagian dari seluruh langit, serta menentukan posisi dan kecerlangan absolut dari 100 juta benda angkasa. Proyek ini juga melakukan pengukuran jarak dari satu juta galaksi dan kuasar. SDSS menggunakan fasilitas observatorium Apache Point yang dioperasikan oleh Astrophysical Research Consortium (ARC).
SDSS merupakan proyek bersama dari The University of Chicago, Fermilab, Institute for Advanced Study, Japan Participation Group, The Johns Hopkins University, Los Alamos National Laboratory, Max-Planck-Institute for Astronomy (MPIA), Max-Planck-Institute for Astrophysics (MPA), New Mexico State University, University of Pittsburgh, Princeton University, United States Naval Observatory, dan University of Washington. Proyek ini didanai oleh Alfred P. Sload Foundation, Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA), National Science Foundation, Departemen sumber daya energi Amerika Serikat, Japanese Monbukagakusho dan Max Planck Society, beserta institusi-institusi lain yang terlibat.