Refleksi: September 2003
Minggu 28 September 2003

Hilal Awal Ramadhan 1424 H

Bulan Ramadhan sudah diambang pintu. Seperti tradisi di tahun-tahun sebelumnya, catatan kali ini akan menyajikan 'ancer-ancer' mengenai awal Ramadhan/Syawal. Ijtima' Akhir Sya'ban akan terjadi pada Sabtu 25 oktober 2003, pukul 19:50 WIB. Ketinggian bulan di wilayah Indonesia pada saat itu berkisar antara -1 derajat 54 detik hingga -2 derajat 03 detik. Sementara ijtima' akhir Ramadhan akan muncul pada Senin 24 November 2003 pukul 06:00 WIB. Pada malam harinya, ketinggian hilal akan berkisar antara 4 derajat 39 menit hingga 5 derajat 15 menit.

Kali ini saya tidak akan menyertakan interpretasi dari data-data diatas. Bagi yang sering berkunjung kesini, pasti sudah pada pinter untuk membuat interpretasi sendiri :), sedangkan bagi para 'pendatang baru', dipersilahkan untuk menjenguk arsip catatan tahun-tahun sebelunya.

- Diposting oleh Dhani @ 08:59

Sabtu 27 September 2003

Belajar Astronomi

Dari mana saya harus mulai belajar tentang astronomi?, Buku apa yang sebaiknya saya baca?, Apakah saya membutuhkan teleskop? Walaupun tidak saya masukkan ke halaman F.A.Q, kenyataannya cukup banyak juga pengunjung disini yang mengajukan pertanyaaan-pertanyaan semacam ini kepada saya.

Jawabannya sebenarnya tidak terlalu sederhana. Untuk pertanyaan pertama, saya cenderung menjawab "tergantung astronomi macam apa yang ingin dipelajari". Astronomi seperti yang sering dibaca di situs ini bukanlah ilmu astronomi yang sesungguhnya. Disini saya hanya memuat soal Astronomi populer yang memang cuma menyajikan fakta-fakta yang sekiranya menarik atau sering menjadi pertanyaan bagi publik. Kalau anda ingin mempelajari astronomi secara serius, maka saran saya, perkuat dulu penguasaan terhadap Matematika dan Fisika. Setelah itu, baru kita bisa bicara soal astronomi. Mahasiswa jurusan astronomi di ITB menghabiskan tiga tahun pertamanya untuk mata kuliah yang lebih banyak berhubungan dengan Fisika dan Matematika. Hanya apabila mahasiswa mampu bertahan dalam tiga tahun pertama, barulah mereka boleh mulai melangkah ke subjek astronomi yang sesungguhnya.

Tetapi apabila anda hanya ingin belajar tentang astronomi populer, mengerti konsep-konsep dasar astronomi dan sedikit tentang benda-benda langit, maka buku-buku seri pengetahuan populer yang sering dipajang di toko-toko buku bisa menjadi acuan pertama bagi anda. Tidak banyak buku berbahasa Indonesia yang khusus membahas tentang astronomi populer. Kalaupun ada, biasanya itu untuk konsumsi anak-anak. Tidak usah malu untuk membaca buku-buku semacam ini. Anggap saja sedang membaca Harry Potter :). Kalaupun ini tidak cukup memuaskan, maka media internet bisa dimanfaatkan sebagai alternatif sarana belajar. Internet menyediakan hampir semua yang ingin anda ketahui tentang astronomi. Untuk itu, kemampuan berbahasa Inggris, minimal pasif, perlu dimiliki. Saya tidak bisa menyarankan prasyarat yang lebih rendah daripada itu. Tidak banyak orang Indonesia yang cukup "sinting" untuk menyediakan materi ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia di internet.

Soal teleskop, itu bukanlah prasyarat untuk mulai belajar. Saya sendiri juga tidak memilikinya koq. Kalau anda ingin memiliki teleskop, sekedar untuk bisa mengintip benda-benda langit supaya kelihatan lebih jelas, maka sebaiknya urungkan saja niat itu, ketimbang kecewa nantinya. Bercermin dari kasus "demam Mars" baru-baru ini, banyak orang yang 'kecele' lantaran planet Mars yang terlihat di teleskop sama sekali berbeda dengan apa yang semula mereka bayangkan. Satu-satunya objek yang bisa terlihat cukup jelas dan detil dengan teleskop adalah Bulan. Dengan teleskop kecil saja, kita sudah bisa melihat kawah-kawah besar di permukaannya. Namun demikian, kalau anda berharap lebih dari objek-objek lain, maka siap-siap saja untuk kecewa. Kecuali kalau anda sudah punya cukup dasar pengetahuan tentang orbit benda-benda langit atau untuk melakukan survey langit, maka penggunaan teleskop malahan akan membuat anda bingung. Ada yang mengibaratkan, melakukan pengamatan langit malam dengan teleskop sama halnya seperti membaca koran dengan mikroskop.

Tapi kalau anda masih bercita-cita untuk kelak dapat memiliki teleskop sendiri, maka anda bisa berlatih dan membiasakan diri untuk mengenali benda-benda langit mulai dari sekarang. Berbekal peta bintang, cobalah untuk mengenali sebanyak mungkin rasi bintang maupun objek yang terlihat di langit malam. Rasi-rasi semacam Orion atau Scorpio biasanya gampang dikenali oleh para amatir sekalipun. Rasi yang lain, seperi sagitarius atau Pleiades, bisa dikenali lewat pengamatan yang lebih teliti, sementara rasi semacam Virgo atau Carina mungkin hanya bisa dikenali lewat bintang utamanya. Semakin banyak objek yang bisa kita kenali, akan semakin terasah kemampuan yang dimiliki. Dalam hal ini, penggunaan komputer juga akan sangat membantu. Ada beberapa software aplikasi astronomi yang bisa anda manfaatkan. Waktu menginstall Linux SuSE 8.1, saya menemukan beberapa software astronomi yang dibundel didalamnya. Software yang dikelompokkan dalam Edutainment/Astronomy ini diantaranya adalah XStars yang menyediakan semacam 'planetarium virtual' di layar komputer, dan XEphem yang dapat membantu melakukan perhitungan-perhitungan astronomi sederhana. Software-software ini didistribusikan dengan lisensi GNU/GPL sehingga dapat dipakai secara gratis.

Terakhir, astronomi itu bukan ilmu hafalan. Kecuali sebagai persiapan untuk mengikuti kuis berhadiah satu milyar di televisi, maka tidak ada gunanya untuk menghafal nama-nama satelit alam Jupiter, atau berapa periode orbit planet Saturnus, misalnya. Cukup nikmati saja pengetahuan yang telah anda dapatkan itu. Dan jangan lupa untuk berbagi ilmu kepada lingkungan anda. Astronomi sebagai ilmu yang banyak berpijak pada fakta dan data tentu sangat sayang apabila hanya disimpan begitu saja di dalam otak. Salah satu cara untuk mengaplikasikan ilmu astronomi, tidak lain adalah dengan menyebarkannya.


"I love to revel in philosophical matters - especially astronomy. I study astronomy more than any other foolishness there is. I am a perfect slave to it. I am at it all the time. I have got more smoked glass than clothes. I am as familiar with the stars as the comets are. I know all the facts and figures and I have all the knowledge there is concerning them. I yelp astronomy like a sun-dog, and paw the constellations like Ursa Major."

-- Mark Twain

- Diposting oleh Dhani @ 08:51

Senin 22 September 2003

Administrativia

Sedikit catatan teknis. Error yang terjadi pada beberapa halaman di situs ini -- akibat perubahan setting di server -- sampai sekarang masih belum dibetulkan. Sudah ada solusi untuk itu, tapi sementara ini masih belum sempat diimplementasikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, situs ini bisa kembali berjalan normal. Sementara itu, sejak minggu lalu bandwidth untuk situs ini sudah ditambah hingga sebesar 750 MB. Kebutuhan akan bandwidth yang lebih leluasa sudah tidak bisa ditawar lagi mengingat sejak bulan lalu kita sebenarnya sudah mengalami overbandwidth. Untuk bulan ini saja, sesaat sebelum entri ini saya tulis, server kita sudah mencatat penggunaan bandwidth sebesar 398.86 MB. Kalau trafik hariannya tidak banyak berubah, maka kemungkinan besar sampai akhir bulan ini kita akan menghabiskan bandwidth hingga diatas setengah gigabyte!

- Diposting oleh Dhani @ 23:53

Minggu 21 September 2003

Akhir Misi Wahana Galileo

Wahana antariksa Galileo mengakhiri misinya hari ini. Sesuai rencana, Galileo akan diceburkan dalam atmosfer Jupiter, dan dengan demikian tamatlah riwayat wahana yang diluncurkan tahun 1989 itu. Sudah tujuh tahun Galileo mengorbit Jupiter dan mengirimkan data-data yang berharga kepada para peneliti di Bumi. Kini, setelah bahan bakar yang dibawanya mulai menipis, para ahli di NASA tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkan wahana itu melayang tanpa kendali di sekitar orbit Jupiter. Pasalnya, ada kemungkinan Galileo akan terhempas ke Europa, salah satu satelit alam Jupiter yang paling banyak menarik perhatian para astronom. Apabila hal ini sampai terjadi, maka dikhawatirkan mikroba yang mungkin terbawa oleh Galileo dari Bumi akan mengkontaminasi Europa.

Europa diduga menyimpan cadangan air dibawah lapisan es tebal yang menyelimuti permukaannya. Para ilmuwan berspekulasi bahwa suatu bentuk kehidupan mungkin saja dapat bertahan dalam lingkungan yang dimiliki Europa. Soal ketakutan bahwa mikroba dari bumi yang terbawa oleh Galileo bisa mengkontaminasi Europa, sebenarnya bukan hal yang mengada-ada. Pada bulan November 1969, modul pendarat Apollo 12 tiba dalam jarak jalan kaki dari wahana tak berawak milik Rusia, Surveyor 3, yang telah habis masa operasionalnya. Para awak Apollo sempat "mempreteli" beberapa komponen dari Surveyor 3 untuk dibawa pulang ke Bumi guna diteliti. Hasil penelitian yang diperoleh sungguh mengejutkan karena dalam rongsokan itu ditemui bakteri yang masih hidup.

Semula para ahli di NASA menduga bahwa sampel bakteri itu memang asli penghuni Bulan. Kalau benar demikian, ini tentu menjadi penemuan besar karena inilah bukti pertama bahwa ada kehidupan lain diluar Bumi. Namun demikian, penelitian lebih lanjut akhirnya membuktikan bahwa bakteri tersebut memang berasal dari Bumi dan terbawa oleh Surveyor 3 yang rupanya dipersiapkan dalam lingkungan yang kurang steril. Belakangan, pengalaman ini membuat NASA seperti "alergi" apabila mendengar rencana pengiriman wahana tak berawak Rusia ke planet lain, Mars misalnya. Ini bisa dimengerti karena dengan standar persiapan yang boleh dibilang rendah itu, tentu akan besar kemungkinan adanya mikroba dari Bumi yang lolos hingga ke permukaan planet lain melalui wahana antariksa Rusia, suatu hal betul-betul tidak diharapkan oleh NASA.

Entah bagaimana, pihak Rusia tidak pernah mengacuhkan kekhawatiran NASA dan terus memacu program luar angkasanya. Namun sejarah mencatat bahwa Rusia tidak pernah berhasil mengirim wahana ke permukaan Mars. Paling jauh, mereka hanya dapat mencapai Venus melalui wahana tak berawak Venera 10. Dalam hal ini, NASA memang tidak terlampau keberatan karena lingkungan di Venus sedemikian kerasnya sehingga sama sekali tidak memungkinkan bagi mikroba untuk dapat bertahan hidup. Venera sendiri hanya mampu mengirim data selama beberapa menit setelah pendaratan sebelum tekanan yang luar biasa dari atmosfir Venus akhirnya menghancurkannya.

- Diposting oleh Dhani @ 07:13

Sabtu 20 September 2003

Black Hole di Mailserver

Kita sudah tahu tentang pengertian blackhole (lubang hitam) di dunia astronomi. Uniknya, di dunia internet kita juga mengenal "blackhole", tapi dengan pengertian yang sangat berbeda dengan blackhole-nya astronomi.

Blackhole di dunia internet terkait erat dengan usaha-usaha untuk memerangi spam/junk mail. Sebelum kita berkenalan lebih lanjut dengannya, kita perlu kenal dulu dengan istilah relay terbuka (open relay). Istilah ini merujuk kepada server SMTP yang dapat digunakan oleh user yang tidak berhak. Misalnya, oleh mereka yang tidak memiliki account atau hak akses di jaringan dimana server SMTP itu beroperasi. Relay terbuka sering disalahgunakan oleh para spammer untuk melakukan aksinya. Dengan memanfaatkan relay terbuka, mereka dapat bebas mengirim email anonim tanpa takut identitasnya terlacak.

Ada beberapa layanan di internet yang mengumpulkan informasi mengenai server SMTP yang merupakan relay terbuka. Dengan melanggan layanan ini, maka pengelola mailserver yang ingin layanannya bersih dari email sampah dapat memasang semacam "daftar hitam" untuk menolak kiriman email dari relay terbuka. Daftar hitam itu biasanya disebut sebagai RBL (Realtime Blackhole List), sementara layanannya dikenal sebagai RBS (Realtime Blackhole System). Nah, pada server yang melanggan RBS, apabila ada email yang dikirim dari SMTP yang masuk dalam RBL, otomatis email itu akan dipentalkan kembali ke pengirim. Kita mengenalnya dengan istilah "di-blackhole".

Kenapa perlu ada layanan semacam ini? Ini berkait erat dengan keterbatasan protokol SMTP yang memang tidak memiliki fasilitas autentifikasi yang memadai. Tidak seperti POP3 dimana user harus memiliki password login, untuk menggunakan SMTP, tidak memerlukan password khusus. Pengelola mailserver yang bertanggung jawab biasanya akan memberikan pembatasan tertentu agar SMTP-nya tidak sampai disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. Caranya dapat dengan mengeset SMTP untuk hanya menerima pengiriman email dari user yang menggunakan IP jaringannya sendiri. Hal ini lazim kita dapati pada SMTP yang disediakan oleh perusahaan penyedia layanan internet (ISP). Cara lain adalah dengan memberlakukan teknik "SMTP after POP". Dalam teknik ini, user harus terlebih dahulu mengecek accout POP yang dimilikinya sebelum melakukan pengiriman lewat SMTP. Pada saat user berhasil login ke POP acccount, barulah ia dianggap memiliki hak untuk mengakses SMTP.

Rumit memang. Tapi itulah "harga" yang harus dibayar setiap operator atau pengguna layanan internet agar terhindar dari dampak buruk akibat penggunaan yang tidak bertanggung jawab.

- Diposting oleh Dhani @ 08:22

Minggu 14 September 2003

Black Hole

Keberadaan sebuah lubang hitam (black hole) semula hanya ada dalam teori. Ini bisa dimengerti karena benda apapun yang memasuki medan gravitasi sebuah lubang hitam, bahkan cahaya sekalipun, akan terhisap oleh gaya gravitasi yang luar biasa besarnya dari objek tersebut. Dengan demikian, jelas mustahil untuk mendeteksi adanya lubang hitam semata-mata dari penampakan visualnya.

Lantas, darimana para astronom memperoleh bukti bahwa lubang hitam itu memang benar-benar ada? Para astronom tidak kekurangan akal untuk menyiasatinya. Memang tidak mungkin untuk melihat secara langsung bagaimana rupa sebuah lubang hitam. Kita tahu bahwa lubang hitam sesungguhnya adalah sisa dari sebuah bintang yang telah mati. Kita juga telah belajar bahwa sebagian besar bintang yang kita ketahui sebenarnya adalah sebuah sistem bintang ganda. Nah, dalam beberapa kasus ditemui adanya bintang yang mengindikasikan sebagai sebuah sistem bintang ganda, namun salah satu anggotanya tidak nampak. Setidaknya ini merupakan petunjuk bahwa ada sebuah medan gravitasi teramat kuat yang mengikat sebuah bintang untuk mengorbit pusat massa dari sumber yang tidak nampak itu. Ada indikasi yang sangat kuat bahwa bintang yang tidak nampak itu sesungguhnya adalah sebuah lubang hitam. Kandidat lubang hitam pertama yang ditemukan dengan landasan teori ini berada bada sistem bintang ganda Cygnus X-1, dimana sebuah bintang raksasa biru-putih yang disebut HDE 226868 memiliki pasangan yang diduga sebagai sebuah lubang hitam dengan massa tidak kurang dari 14 kali massa Matahari.

Juga ditemui bukti kuat bahwa sebuah lubang hitam supermasif (sekitar 1 milyar kali massa matahari) ada di pusat sebagian besar galaksi maupun kuasar. Dalam kasus ini, keberadaan sebuah lubang hitam merupakan alasan yang paling logis untuk menjelaskan mengapa objek ini sampai melepaskan energi sedemikian banyaknya. Apabila sebuah materi jatuh kedalam sebuah medan gravitasi, kecepatan dan energinya meningkat. Apabila sejumlah besar materi dalam satu waktu bersamaan terhisap oleh gravitasi sebuah lubang hitam, ia akan berputar mengelilingi lubang hitam tersebut seraya tersedot ke arah pusat gravitasi. Terjadinya friksi (gesekan) antara berbagai materi yang terhisap tersebut, akan menyebabkan terlepasnya sejumlah besar energi dalam bentuk radiasi panas yang menyebar di sekelilingnya. Dalam hal ini, setiap gram materi yang mengelilingi lubang hitam akan menghasilkan lebih banyak energi daripada semua mekanisme lain yang kita ketahui, termasuk fusi nuklir.

Diatas tadi sudah dijelaskan bahwa lubang hitam tidak mungkin diamati secara visual. Namun demikian, secara tidak langsung para astronom juga dapat melihat indiksi keberadaannya. Saat materi berupa gas jatuh kedalam lubang hitam (kemungkinan berasal dari bintang yang terdekat), gas tersebut akan memanas dan berpijar, sehingga dapat "terlihat". Terlihat dalam tanda kutip, karena bukan dalam bentuk cahaya yang bisa dilihat secara visual, melainkan berupa foton yang berenergi tinggi seperti halnya sinar X. Apa yang mungkin terlihat dari sebuah lubang hitam melalui teleskop adalah sebuah cakram materi yang berputar seraya berpijar dengan lubang hitam berada di pusatnya.

Lantas berapa ukuran sebuah lubang hitam? Tidak ada batasan seberapa besar sebuah lubang hitam dapat terbentuk. Lubang hitam yang diperkirakan ada di pusat galaksi memiliki masa yang ekuivalen dengan 1 miliar kali massa Matahari dengan pancaran radiasi setara dengan jari-jari dari tata surya kita. Sebaliknya, lubang hitam juga bisa berukuran sangat kecil. Menurut teori relativitas umum, juga tidak ada batasan seberapa kecil ukuran sebuah lubang hitam. Tetapi, berdasarkan teori gravitasi dan mekanika kuantum serta beberapa teori lain yang sedang dikembangkan, diperoleh petunjuk bahwa lubang hitam tidak mungkin memiliki jari-jari (radius) lebih kecil daripada 10 pangkat -33 cm atau 0.000000000000000000000000000000001 cm.

- Diposting oleh Dhani @ 12:41

Sabtu 13 September 2003

Oposisi dan Retrograde

"Demam Mars" sudah tiga minggu berlalu. Walaupun demikian, planet tersebut masih bisa diamati dengan mata telanjang hingga sekitar Oktober nanti, ketika Mars akan mencapai titik baliknya sehingga kita tidak lagi bisa melihatnya menggantung di angkasa.

Mumpung belum kehilangan momentum, ada baiknya peristiwa ini kita manfaatkan untuk sedikit belajar tentang gerak orbit benda langit. Pertama-tama, mengapa Mars tahun ini dikatakan sedang berada pada oposisi dengan Matahari? Secara bahasa, oposisi artinya bertolak belakang, jadi pada saat Mars berada pada oposisi, itu artinya bahwa planet tersebut berada pada titik yang berlawanan dengan Matahari. Maka dari itu, bagi penghuni Bumi, ia terlihat terbit di sebelah timur disaat matahari telah terbenam di arah barat. Saat sebuah planet mencapai oposisi, maka ia akan terlihat lebih cemerlang karena sebagian besar sinar Matahari yang mengenai permukaannya akan terpantul, mirip seperti bulan purnama yang memantulkan cahaya Matahari yang mengenai permukaannya. Jadi, kalau Mars dikatakan mengalami oposisi, boleh dikatakan saat itu adalah "purnama" bagi Mars.

Karena ada oposisi, maka ada pula saatnya Mars mencapai posisi sebaliknya. Dalam hal ini, Mars dikatakan sebagai mengalami gerak retrograde. Oposisi yang diikuti oleh gerak retrograde hanya terjadi pada planet yang letaknya lebih jauh dari Matahari dibandingkan Bumi. Fenomena inilah yang tidak bisa dijelaskan oleh penganut faham geosentris pada abad pertengahan, dimana mereka beranggapan bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta sementara Matahari, bulan, planet-planet, serta bintang-bintang, semuanya bergerak mengelilingi Bumi. Kenapa? Karena, jarak yang memisahkan Bumi dan Matahari lebih dekat dibandingkan dengan planet-planet diluar Bumi. Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan oleh planet Bumi untuk mengorbit Matahari, menjadi lebih pendek.

Bumi memerlukan 365 hari untuk untuk sekali mengorbit Matahari. Sementara itu, untuk menyelesaikan satu kali orbit, Mars memerlukan 687 hari. Dengan demikian, sekitar dua tahun sekali, atau tepatnya tiap 26 bulan, Bumi akan "berpapasan" dengan Mars. Saat itulah kita di Bumi dapat melihat Mars seperti saat ini. Jadi, tidak benar bahwa peristiwa mendekatnya Mars ini hanya terjadi tiap 60.000 tahun sekali. Yang benar, Mars pernah berada pada jarak yang lebih dekat dengan Bumi dibandingkan sekarang pada sekitar 60.000 tahun lalu. Juga tidak benar kalau dikatakan peristiwa ini hanya terjadi tiap 284 tahun. Yang benar, Mars akan berada pada jarak yang lebih dekat pada 284 tahun mendatang. Untuk lebih memahami hal ini, silahkan dilihat kembali catatan dua bulan lalu.

So, bagi yang saat ini masih belum mendapat kesempatan meneropong Mars, tidak perlu kecewa. Selain pada saat ini, kesempatan serupa masih akan berulang kembali pada Oktober 2005 nanti. Memang jaraknya tidak sedekat kejadian tahun ini, tapi perbedaan ukuran sepersekian detik busur sebenarnya tidak terlalu signifikan apabila dilihat dengan teleskop amatir.

- Diposting oleh Dhani @ 07:47


Artikel Layak Baca

Ada artikel yang cukup layak baca di harian Kompas beberapa hari lalu, yang menyorot soal momen penampakan Mars dikaitkan dengan usaha kalangan akademis untuk berbagi ilmu dengan publik. Silahkan dijenguk di sini.

- Diposting oleh Dhani @ 07:40

Minggu 07 September 2003

Browser

Browser mana yang sekarang paling banyak dipakai di internet? Sampel dari pengakses situs ini pada minggu pertama bulan ini menunjukkan kalau mayoritas pengakses masih setia menggunakan Microsoft Internet Explorer (IE). Jumlahnya sangat signifikan: 8985 hits, yang merupakan 94.7% dari keseluruhan hits bulan September. Urutan berikutnya ditempati oleh Netscape dengan hanya 128 hits (1,4%), disusul Opera dengan 101 hits (1%). Sisanya ditempati oleh browser-browser lain yang kurang begitu populer seperti Mozillla, Konqueror (bawaannya KDE Linux), dan bahkan Lynx [hmm, bagaimana yah rupa situs ini di Lynix? ;)]. Perbandingan ini nyaris tidak berubah dari bulan ke bulan.

Statistik di situs ini mungkin tidak jauh berbeda dengan yang tercatat di situs-situs lainnya. Apa boleh buat, memang demikianlah kenyataannya. Saat ini, Microsoft memang tengah mendominasi pangsa untuk WWW browser di jagat Internet.

Microsoft termasuk terlambat memasuki pangsa web browser. Namun dengan strategi jitu, memaketkan IE pada OS Windows (mulai dari Windows 98), raksasa perangkat lunak ini berhasil membungkam saingan terberatnya, Netscape, yang semula merajai pasaran web browser. Walaupun sempat tersandung UU anti monopoli oleh pengadilan Amerika Serikat, namun kenyataannya sampai sekarang Microsoft masih terus melaju tanpa hambatan untuk mengintegrasikan IE kedalam OS Windows -- langkah yang dikutuk habis-habisan oleh para pengembang browser lainnya.

Sebenarnya ini bukanlah gejala yang sehat. Soal kebiasaan buruk dari Microsoft yang selalu memaksakan standarnya sendiri setiap kali memasuki lahan baru, kita semua juga sudah mafhum. Kita juga tentu pernah mengalami sendiri, bagaimana tampilan sebuah situs web yang kelihatan cantik saat dibuka menggunakan IE, malahan jadi kelihatan kacau-balau di browser lainnya.

Tapi, seberapa strategis arti Internet bagi Microsoft? Faktanya, ketika internet mulai mewabah, Gates justeru masih memandangnya sebelah mata. Maklum, dia sudah punya rencana sendiri dengan Microsoft Network (MSN) yang diangankannya bakalan lebih menggurita dari internet sendiri. Pada kenyataannya, impian Gates ini kemudian tidak jadi terlaksana. Internet memang terlalu besar untuk dikuasai oleh segelintir perusahaan yang mengeksploitirnya hanya untuk kocek mereka sendiri.

Internet adalah komunitas yang sangat egaliter. Tidak ada suatu badan, lembaga, atau apapun juga bentuknya yang memegang kekuasaan mutlak disana. Dewasa ini, WWW merupakan salah satu gerbang utama untuk memasuki dunia maya ini. Dengan penguasaan pangsa browser yang demikian besar, kita sebenarnya patut untuk khawatir. Diatas kertas, konsumen memang untung karena tidak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk menggunakan software browser secara legal (tentu saja dengan asumsi OS Windows yang digunakan adalah yang berlisensi). Namun demikian, kita tidak tahu rencana apa lagi yang sedang bercokol di benak Gates dan konco-konconya di Microsoft saat ini. Bisa jadi penguasaan pangsa untuk browser adalah 'jembatan emas' bagi Microsoft untuk melakukan sesuatu terhadap internet. Microsoft toh adalah perusahaan komersial. Andaikata mereka ingin memanfaatkan internet sebagai 'tambang emas' baru untuk menggembungkan pundi-pundi kekayaannya, siapa yang tahu?

- Diposting oleh Dhani @ 10:56

Sabtu 06 September 2003

Koleksi Foto

Satu catatan lagi sebelum weblog ini betul-betul ditutup untuk entri-entri macam begini. Beberapa tahun lalu, saya mencoba memulai mengumpulkan picture pemandangan alam Indonesia yang berkualitas baik untuk ditayangkan di FTP Sunet, Swedia (mirrornya ada di server NTUA di Yunani, dan beberapa server lainnya), berdampingan dengan image serupa dari negara-negara lain. Sayangnya, "proyek" ini kemudian terbengkalai.

Ada yang mau menyumbang untuk melengkapi koleksi ini? Tolong hubungi saya yah. Image tidak perlu berukuran wallpaper, tapi resolusi horisontal sebaiknya diatas 640 piksel dalam format GIF/JPG. Isinya harus berupa pemandangan alam, dan secara fotografis memiliki komposisi yang baik. Jangan lupa diberi keterangan secukupnya (lokasi, nama fotografer, dsb.). Tidak ada honorarium :), tapi paling tidak nama anda akan terbaca oleh pengunjung dari seluruh dunia sebagai salah seorang kontributor.

- Diposting oleh Dhani @ 08:29


Blog Baru

Setelah weblog ini didedikasikan hanya untuk tulisan-tulisan seputar astronomi dan perkomputeran, weblog baru ini rencananya akan saya manfaatkan untuk menampung entri-entri lain yang lebih beragam. Sudah ada beberapa entri sejak weblog ini pertama ditulis pada 2 September lalu. Isinya sih bukannya catatan harian, hanya coretan sekenanya tentang satu dan lain hal (you know, nyaris seumur hidup saya sebenarnya belum pernah punya catatan harian, baik dalam bentuk offline maupun online).

- Diposting oleh Dhani @ 08:28