Refleksi: November 2003
Minggu 16 November 2003
Situs Referensi Pelengkap
Kenapa di halaman Teknologi Informasi tidak disediakan menu "Apa dan Siapa" seperti di halaman Astronomi? Tenang saja. Mas Budi Rahardjo sudah menyediakan situs Ensiklomedia yang berisi antara lain who's who dalam bidang perkomputeran secara lengkap. Untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan astronomi dalam bahasa Indonesia, bisa diakses di situs AstroBlog. Blog tersebut ditulis oleh astronom beneran, jadi isinya jelas lebih kompeten dibanding situs ini yang sebenarnya lebih cocok dimanfaatkan untuk sarana pembelajaran ketimbang sumber info.
Pengelolaan situs ini baiknya dibikin seperti software open source saja. Menyediakan apa yang belum disediakan oleh orang lain. Kalau semuanya mau dijejalkan kesini, wah, bisa bangkrut ini webmasternya :)
Sabtu 15 November 2003
Aurora dan Sabuk Radiasi Van Allen
Meningkatnya aktifitas Matahari seperti yang terjadi akhir bulan lalu juga membawa akibat pada munculnya aurora, sebuah pameran cahaya yang biasanya terjadi di wilayah kutub, khususnya kutub utara. Kali ini kita akan berbincang sedikit tentang asal muasal munculnya aurora ini.
Kemunculan aurora tidak lepas dari sebuah daerah yang disebut sabuk Van Allen, yaitu dua buah sabuk radiasi (atau juga sering dianggap sebagai sebuah sabuk tunggal dengan intensitas bervariasi) yang menggantung pada ketinggian 3000 dan 35.000 km diatas atmosfir Bumi. Keberadaan sabuk ini pertama kali terdeteksi oleh satelit Explorer 1. Satelit yang diluncurkan pada 31 Januari 1958 ini adalah satelit pertama yang berhasil diluncurkan ke orbit oleh Amerika Serikat.
Sabuk ini dinamai menurut nama James A. Van Allen, seorang ahli astrofisika berkebangsaan Amerika yang pertama kali memprediksi keberadaan sabuk ini setelah melakukan interpretasi atas data yang dikirimkan oleh Explorer. Daerah dimana sabuk radiasi ini berada disebut sebagai magnetosfir untuk membedakannya dengan lapisan atmosfir. Partikel pada sabuk radiasi ini berputar sepanjang jalur magnetik Bumi yang membentang diatas katulistiwa ke kutub utara hingga kutub selatan untuk kemudian kembali ke atas garis katulistiwa. Lontaran partikel dari matahari yang terperangkap oleh sabuk radiasi ini inilah yang bertanggung jawab terhadap terjadinya aurora, khususnya aurora borealis (aurora yang terjadi di kutub utara).
Disamping sabuk radiasi Van Allen, ada pula sabuk radiasi lain yang berada diatas Samudera Atlantik bagian selatan. Sabuk radiasi ini merupakan anomali dan dapat mengakibatkan kerusakan serius pada satelit yang kebetulan melewatinya. Keberadaan sabuk radiasi di sekeliling Bumi ini sangat penting dikarenakan partikel lontaran matahari tersebut banyak membawa radiasi kosmis yang sangat berbahaya bagi Bumi beserta segenap penghuninya. Dalam hal ini, sabuk radiasi Van Allen berfungsi sebagai semacam tameng pelindung yang mencegah radiasi yang berbahaya agar tidak sampai mencapai Bumi.
Sabtu 08 November 2003
Menjadi Programmer Komputer
Bagaimana caranya menjadi seorang programmer komputer? Apa saja yang perlu dipelajari untuk bisa memprogram komputer? Ini juga termasuk pertanyaan yang tidak jarang diajukan oleh pengunjung situs ini. Tentu saja, yang mengajukan pertanyaan semacam ini adalah mereka yang bukan berlatar belakang informatika. Kemampuan pemrograman komputer saat ini memang bukan monopoli mahasiswa maupun sarjana informatika saja. Selain bisa dipelajari secara otodidak, beberapa jurusan non-informatika di perguruan tinggi juga memasukkan dasar-dasar pemrograman komputer dalam kurikulum mereka.
Mempelajari pemrograman komputer sebaiknya dimulai dari mempelajari bahasa pemrograman yang relatif sederhana terlebih dahulu. Bahasa Pascal/Turbo Pascal maupun C/C++ merupakan alternatif yang baik untuk memulai. Di kebanyakan perguruan tinggi, Pascal merupakan bahasa pemrograman pertama yang diajarkan kepada mahasiswa jurusan informatika. Ini karena Pascal merupakan bahasa pemrograman yang sangat terstruktur sehingga memungkinkan mahasiswa untuk belajar mengasah logika pemrograman. Sementara itu, di perguruan tinggi yang lebih maju, semacam ITB atau UI, para mahaiswa semester awal akan langsung dikenalkan dengan bahasa C dengan pertimbangan bahwa penggunaannya lebih luas ketimbang Pascal sehingga lebih aplikatif. Bagi yang belajar pemrograman secara otodidak, saya sarankan untuk mulai dari Pascal dahulu, dan berikutnya barulah mempelajari C.
Saya tidak akan menyarankan untuk mempelajari beberapa bahasa pemrograman sekaligus secara simultan. Hal ini hanya akan membuat bingung sehingga malahan akan memperlambat proses belajar. Saya cenderung menyarankan untuk mempelajari dan menguasai secara sungguh-sungguh pada satu bahasa pemrograman tertentu. Sekali kita menguasai sebuah bahasa pemrograman, tidak sulit untuk mempelajari bahasa pemrograman lain. Pada pokoknya, setiap bahasa pemrograman hanya memiliki perbedaan pada sintaks dan cara-cara pendeklarasian variabel, konstanta, maupun hal-hal khusus semacam array, pointer, atau linked list (perkecualian ada pada bahasa assembly atau bahasa dengan struktur 'nyeleneh' semacam Prolog). Itulah sebabnya bagi mereka yang sudah akrab dengan pemrograman komputer, tidak akan terlalu kesulitan untuk mempelajari bahasa pemrograman baru.
Mirip seperti kegiatan hacking, pemrograman komputer lebih banyak mengandung unsur seni ketimbang teknis. Mempelajari 'seni' pemrograman merupakan hal yang tidak kalah pentingnya selain mempelajari bahasa pemrograman itu sendiri. Subjek-subjek semacam teknik flowchart, struktur data, maupun logika dan algoritma pemrograman adalah hal yang perlu dipelajari untuk memahami 'seni' memprogram komputer. Juga jangan lupa untuk mempelajari teknik-teknik pemrograman semacam OOP (Object Oriented Programming, Pemrograman berorientasi objek). Semua itu akan sangat berguna dalam kegiatan pemrograman yang sesungguhnya, terutama untuk membuat aplikasi-aplikasi yang kompleks.
Beberapa bahasa pemrograman didesain untuk keperluan khusus. Bahasa assembly perlu dipelajari apabila kita ingin menjadi programmer sistem yang banyak melakukan akses pada hardware. Sebaliknya, beberapa bahasa pemrograman didesain untuk mengembangkan aplikasi yang spesifik. Bahasa Cobol misalnya, lebih banyak digunakan untuk aplikasi bisnis sementara Prolog biasanya dipakai untuk menciptakan software yang memiliki kemampuan expert system/sistem pakar (semacam teknik kecerdasan buatan). Tidak perlu kemaruk mempelajari semuanya. Cukup pelajari bahasa pemrograman yang sekiranya dibutuhkan saja.
Untuk ukuran saat ini, bahasa pemrograman visual dibawah lingkungan Windows seperti Visual Basic atau Delphi merupakan bahasa pemrograman 'favorit' para developer Untuk mereka yang berkecimpung dalam pemrograman database, penguasaan terhadap SQL dan variannya (MS SQL, MySQL maupun PosgreSQL) merupakan nilai tambah. Sementara itu, penguasaan bahasa C merupakan keharusan bagi para programmer yang berkutat dengan OS Linux maupun pengembang software yang sifatnya lintas plattform.
Terakhir, komputer dan pemrogramannya adalah dunia yang terus berkembang secara dinamis. Jangan berpuas diri dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Bahasa dan teknik pemrograman baru terus bermunculan dari waktu ke waktu. Seorang programmer sejati tidak pernah berhenti belajar dan mengasah kemampuannya.
Minggu 02 November 2003
Peningkatan Aktifitas Sunspot
Peristiwa astronomis yang cukup istimewa dalam beberapa minggu belakangan ini justeru terjadi pada Matahari. Para astronom telah mencatat terjadinya peningkatan aktifitas sunspot (bintik matahari) yang cukup signifikan sejak 28 Oktober 2003 lalu. Sunspot adalah bintik hitam di permukaan Matahari yang menandai daerah-daerah yang memiliki temperatur lebih rendah dari daerah sekelilingnya. Aktitas sunspot yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya lontaran partikel dari massa korona. Lontaran massa yang dikenal dengan istilah Coronal Mass Ejection (CME) ini dapat diamati dalam bentuk lidah api raksasa yang bergolak pada permukaan Matahari (disebut sebagai solar flare).
Peningkatan aktifitas sunspot kali ini merupakan yang tertinggi sejak fenomena ini pertama kali diukur pada tahun 1979. Aktifitas sunspot biasanya meningkat dalam suatu siklus sebelas tahunan. Peristiwa kali ini menjadi menarik dikarenakan terjadi diluar siklus, mengingat salah satu rangkaian siklus tersebut telah dilewati pada 2001. Dalam kondisi normal, partikel yang dilemparkan oleh sunspot baru akan mencapai Bumi dalam beberapa hari setelah menempuh jarak sekitar 150 juta km. Namun dalam even kali ini, partkel tersebut telah mencapai Bumi dalam 19 jam setelah dilepaskan.
Partikel CME ini berpotensi memicu terjadinya badai magnetik yang dikhawatirkan dapat mengacaukan sistem komunikasi dan navigasi satelit. Ancaman lainnya bagi satelit adalah terjadinya penurunan posisi orbit (deorbit). Bagi satelit-satelit yang memiliki roket pendorong internal, posisi orbit memang bisa dikoreksi, namun bagi yang tidak memilikinya, hal ini bisa berarti bencana. Teleskop Antariksa Hubble merupakan salah satu satelit yang terancam mengalami kehilangan ketinggian akibat peningkatan aktifitas sunspot tersebut.
Bagi kita di Bumi, badai magnetik ini juga potensial menyebabkan gangguan pada komunikasi radio (melalui gelombang FM) serta pada instalasi-instalasi yang bekerja dengan memanfaatkan prinsip elektromagnetik. Dampak yang paling besar akan dialami oleh daerah-daerah yang berada di sekitar kutub utara. Sejarah mencatat pada 1-2 September 1859, aktifitas sunspot yang sangat besar menyebabkan warga Eropa tidak dapat berkirim telegram akibat terbakarnya kabel-kabel telegraf. Peristiwa serupa di tahun 2001 mengakibatkan gangguan serius pada pembangkit listrik di Ontario, Kanada yang menyebabkan sebagian wilayah negara itu mengalami blackout.
Sabtu 01 November 2003
Dua Gerhana di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan kali ini akan diwarnai oleh beberapa peristiwa astronomis yang cukup menarik, diantaranya adalah terjadinya Gerhana Matahari Total, Gerhana Bulan Total, dan hujan meteor Leonid. Gerhana Bulan Total terjadi pada 9 November 2003, bertepatan dengan 14 Ramadhan 1424 H. Puncak gerhana terjadi pada 01:15 UT (08:15 WIB) dan bisa diamati dari Eropa, Afrika, Amerika dan daerah Timur Tengah. Sayangnya, kita di Indonesia tidak akan berkesempatan untuk menyaksikannya ini karena saat terjadinya gerhana, posisi bulan dilihat dari wilayah Indonesia masih berada di bawah horizon.
Sementara itu, Gerhana Matahari akan terjadi pada 23 November 2003, bertepatan dengan 28 Ramadhan 1424 H. Puncak gerhana akan terjadi pada 00:15 UT (07:15 UT). Gerhana bisa terlihat dari Antartika dan Australia. Gerhana ini juga tidak bisa diamati dari sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali kemungkinan di beberapa pulau kecil di ujung propinsi Nusa Tenggara Timur yang cukup dekat dengan Australia.
Hujan Meteor Leonid (Leonid Meteorid Shower, LMS) sebenarnya adalah even rutin tahunan setiap bulan November. Untuk bulan ini, LMS akan terjadi pada tanggal 7 s/d 21 November 2003, dan puncaknya terjadi pada 17, 18, dan 19 November. Berbeda dengan peristiwa serupa dua tahun belakangan, LMS tahun ini tidak terlalu spektakuler. Intensitas pada puncaknya diperkirakan hanya berkisar 10 meteorid per jam, semetara pengamatannya juga akan dipersulit oleh terangnya cahaya bulan yang saat itu masih dalam fase tiga-perempat.
Dari kacamata astronomi, peristiwa-peristiwa tersebut sebenarnya bukanlah hal yang terlampau istimewa. Terjadinya dua gerhana di bulan yang sama—dan kebetulan pertepatan dengan Ramadhan—sebenarnya bukannya baru pertama kali ini terjadi. Pada bulan Juli 1982/Ramadhan 1403 H juga pernah terjadi dua gerhana sekaligus pada bulan Ramadhan, tepatnya pada 6 Juli 1982 (Gerhana Bulan Total) dan 20 Juli 1982 (Gerhana Matahari Sebagian). Dalam penanggalan hijriyah, Gerhana Bulan akan selalu jatuh sekitar tanggal 14 (bertepatan dengan purnama), sementara Gerhana Matahari akan selalu terjadi pada akhir bulan (bertepatan dengan terjadinya ijtimak).