Refleksi: Desember 2003
Rabu 31 Desember 2003

Peristiwa Astronomi 2004

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2004. Apa saja peristiwa astronomi menarik pada tahun itu? Pertama, soal gerhana. Kita akan mengalami 4 gerhana, masing-masing berupa dua gerhana matahari sebagian, dan dua gerhana bulan total. Kedua, kita akan mengalami satu buah transit (melintasnya planet di muka cakram Matahari), yaitu transit planet Venus.

Gerhana matahari sebagian yang pertama akan terjadi pada 19 April 2004 di hemisfer selatan, dan terlihat dari Afrika Selatan dan sebagian Antartika, mulai pukul 11:29:55 UT, berakhir pukul 15:38:36 UT. Gerhana Matahari Sebagian yang kedua akan terjadi pada 14 Oktober 2004, di hemisfer utara, khususnya Asia bagian Utara, samudera Pasifik dan sebagian Alaska. Gerhana mulai pukul 00:54:38 UT, berakhir pada 05:04:17 UT.

Sementara itu, gerhana bulan total pertama berlangsung pada 4 Mei 2004, dan dapat terlihat dengan baik di hemisfer selatan. Fase penumbra dimulai pada 17:40:53 UT, puncak gerhana pada 20:30:16 UT, gerhana berakhir pada 23:09:36 UT. Gerhana bulan total kedua terjadi pada 28 Oktober 2004, dan akan terlihat dengan baik di Amerika Utara. Fase penumbra dimulai pada 00:05:35 UT, puncak gerhana pada 03:04:06 UT, akhir gerhana pada 04:02:44 UT.

Transit Venus akan terjadi pada 8 Juni 2004. Peristiwa ini adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Transit terakhir Venus tercatat terjadi pada 120 tahun lalu, tepatnya pada 1882. Kontak pertama akan terjadi pada 05:13:29 UT, transit berakhir pada 11:25:59 UT. (Catatan: Konversi UT ke WIB +7 jam)

- Diposting oleh Dhani @ 13:44

Sabtu 27 Desember 2003

Kegagalan Beagle dan Nozomi

Berita kurang mengenakkan datang dari dunia penjelajahan antariksa. Modul pendarat Beagle 2 yang dibawa oleh wahana Mars Express yang dioperasikan oleh badan antariksa Uni Eropa, ESA, itu gagal mengirimkan sinyal ke Bumi setelah tiba di permukaan Mars tepat pada hari Natal lalu. Modul pendarat buatan Inggris itu seharusnya mengirimkan sinyal yang terdiri dari delapan nada yang mengisyaratkan bahwa modul tersebut dalam keadaan baik dan siap untuk bekerja, namun hingga kini sinyal yang ditunggu-tunggu tersebut tidak kunjung diterima oleh pengendali misi di Bumi.

Kegagalan ini memang bukan berarti kiamat bagi proyek Mars Express, namun bagaimanapun juga tetap cukup mengecewakan bagi para ilmuwan dan pemerhati astronomi yang terlanjur berharap banyak dari data kiriman Beagle 2. Untungnya kekecewaan ini sedikit terobati dengan keberhasilan Mars Express dalam misi penelitiannya dengan mengirimkan data serta gambar-gambar ke Bumi.

Nasib serupa dialami oleh Nozomi. Wahana milik Jepang tersebut terpaksa dihancurkan karena sumber tenaganya yang mulai melemah sehingga dikhawatirkan tidak dapat dikendalikan ketika memasuki orbit Mars. Hal ini bisa menyebabkan wahana tersebut jatuh di permukaan Mars, suatu hal yang sangat tidak diharapkan mengingat adanya kemungkinan kontaminasi permukaan Mars oleh bakteri Bumi yang terbawa oleh wahana tersebut. Nozomi tidak dirancang untuk mendarat di permukaan Mars, dan karenanya tidak disterilkan.

Kegagalan Beagle dan Nozomi ini melengkapi sekian banyak kegagalan lain sepanjang sejarah eksplorasi Mars. Tercatat hingga saat ini, dari 35 misi, baik pengorbit maupun pendarat yang pernah dikirim ke planet ini, lebih dari dua pertiganya berakhir dengan kegagalan. Setelah kegagalan misi Beagle 2 dan Nozomi, harapan kini tertumpu pada misi wahana kembar dari NASA, Spirit dan Oportunity. Keduanya diharapkan tiba di permukaan Mars pada awal dan pertengahan Januari tahun depan.

- Diposting oleh Dhani @ 23:15

Minggu 21 Desember 2003

Bahasa Pemrograman 4GL

Catatan ini sekaligus menjawab pertanyaan seorang pengisi buku tamu tentang gahasa pemrograman generasi keempat (4GL). Secara sederhana, 4GL (fourth-generation language) adalah bahasa pemrograman yang didesain secara spesifik untuk aplikasi tertentu (application specific). Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Jim Martin untuk merujuk kepada bahasa pemrograman tingkat tinggi non-prosedural yang khusus dikembangkan dalam sistem pengolahan data.

Sejarah pemrograman 4GL dimulai ketika disadari bahwa walaupun ketiga generasi bahasa pemrograman sebelumnya telah berkembang dalam waktu relatif cepat, namun memiliki berbagai kelemahan. Bahasa-bahasa pemrograman tersebut cenderung lambat, dan menghasilkan banyak kekeliruan (error) dalam aplikasi sehingga sering membuat frustrasi para programer. Persoalan ini memicu apa yang disebut sebagai "krisis pemrograman", sebuah gejala dimana beban pekerjaan yang mesti ditanggung seorang programer jauh melampaui waktu yang tersedia untuk mengerjakannya.

Dari berbagai pengalaman, disimpulkan bahwa beberapa aplikasi tertentu dapat ditangani dengan menggunakan bahasa pemrograman terbatas yang khusus didesain untuk keperluan itu. Dari sanalah lahir bahasa pemrograman yang berfungsi sebagai "report-generator". Bahasa pemrograman semacam ini sebenarnya terdiri dari sekumpulan perintah untuk membaca dan memproses data dan menempatkan hasilnya sebagai keluaran (output).

Sebagian besar dari bahasa pemrograman generasi keempat yang populer digunakan untuk aplikasi pengolahan data, termasuk diantaranya SQL, Focus, Metafont, PostScript, RPG-II, S, IDL-PV/WAVE, Gauss, dan Mathematica. Disamping itu, 4GL juga diaplikasikan dalam bahasa pemrograman yang menangani aliran data (data-stream) berukuran besar seperti AVS, APE, dan Iris Explorer.

4GL merupakan pengembangan dari ketiga generasi bahasa pemrograman sebelumnya, yang masing-masing dikenal sebagai 1GL, 2GL, dan 3GL. 1GL (first-generation language), atau bahasa pemrograman generasi pertama sebenarnya adalah bahasa mesin, atau tepatnya level instruksi dan data yang dikeluarkan atau dikerjakan oleh prosesor (yang seluruhnya terdiri dari bilangan biner: "0" atau "1"). Generasi berikutnya, 2GL (second-generation language), adalah bahasa pemrograman tingkat rendah (low level language), yang sering disebut sebagai bahasa Assembly. 3GL (third-generation language) sebagai generasi bahasa pemrograman selanjutnya biasa kita kenal sebagai bahasa pemrograman tingkat tinggi, seperti halnya Basic, Pascal, C/C++, dan sebagainya itu (catatan: bahasa C sering dianggap sebagai bahasa pemrograman level menengah, namun tetap diklasifikasikan sebagai 3GL).

Bahasa pemrograman generasi selanjutnya setelah 4GL yang sudah kita bahasa barusan adalah 5GL (fifth-generation language), yaitu pemrograman yang menggunakan interface berbasis visual atau grafis untuk menghasilkan kode sumber (source-code) yang selanjutkan di-compile menggunakan compiler 3GL atau 4GL. Kita mengenalnya secara populer sebagai Visual Programming (pemrograman berbasis visual).

- Diposting oleh Dhani @ 12:31

Minggu 14 Desember 2003

IIX

Apa itu IIX? Dalam bahasa sederhana, IIX (Indonesia Internet eXchange) adalah jalur akses internet lokal Indonesia. Jaringan ini mulai dikembangkan pada 1997 dengan disponsori oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII). Secara teknis, IIX merupakan jaringan interkoneksi dari tiga jaringan, masing-masing milik Telkom Indonesia, Satelindo, dan Indosat untuk membentuk sebuah IXP (Internet eXchange Protocol). Setiap ISP di Indonesia dapat memilih untuk menggunakan salah satu dari ketiganya.

Sebelum adanya IIX, akses untuk server-server Indonesia seringkali harus melalui jalur internet luar negeri. Kalau dianalogikan, ini sama seperti mengirimkan paket dari Jakarta ke Bandung, namun harus melalui Amerika Serikat. Sangat tidak praktis dan boros biaya. Keberadaan IIX sangat bermanfaat untuk memangkas rute akses antar ISP di Indonesia dan karenanya, merupakan solusi untuk menghemat penggunaan bandwidth Internasional bagi ISP.

Keterangan selengkapnya termuat di website www.iix.net.id

- Diposting oleh Dhani @ 23:44

Sabtu 13 Desember 2003

Server Milis Indonesia

Melanggan milis sudah merupakan kegemaran netter Indonesia. Di Yahoogroups yang merupakan server milis paling populer sejagat :), jumlah milis Indonesia yang terdaftar adalah yang terbanyak nomor dua dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara, dengan Filipina sebagai 'jawaranya'.

Sayangnya penggunaan milis yang over itu menyebabkan bandwidth keluar bagi ISP banyak terbuang. Padahal kita tahu, bandwidth itu disewa oleh ISP dengan harga mahal dalam mata uang Dollar Amerika. Walhasil, dengan demikian devisa negara ikut terkuras.

Salah satu cara menghindar dari persoalan ini adalah dengan membuat server milis berbasis Indonesia yang terhubung melalui IIX (Indonesian Internet Exchange, jaringan tulang punggung internet Indonesia). Sebenarnya sudah ada milis berbasis Indonesia yang beralamat di http://groups.plasa.com, namun entah kenapa kurang begitu populer dan sayangnya tidak menggunakan fasilitas IIX.

Sekelompok developer Indonesia yang dimotori oleh Onno W Purbo dkk. saat ini telah mensetup sebuah server milis berbasis Indonesia yang beralamat di www.groups.or.id. Server yang dibeli secara patungan ini diharapkan bisa menjadi tempat bernaung milis-milis Indonesia yang rakus bandwidth internasional itu.

Tentu saja persoalan tidak berhenti sampai disini. Sebagian besar pengguna milis di Indonesia masih menggunakan mailserver gratisan berbasis luar negeri sehingga tetap akan menggunakan bandwidth internasional. Itulah sebabnya dalam waktu dekat sedang diusahakan untuk mensetup mailserver gratisan berbasis Indonesia. Kini yang diperlukan cuma kesadaran dari pengguna milis Indonesia bahwa aneka fasilitas tersedia gratis di internet itu sesungguhnya punya konsekuensi tersendiri yang menyangkut fulus dalam jumlah tidak sedikit yang akhirnya mengalir keluar, dan karenanya sedapat mungkin harus dihemat.

Cuma persoalannya, bisakah kita menanamkan kesadaran semacam ini pada netters Indonesia yang tahunya cuma sekedar memakai, dan ogah berpikir soal hal-hal teknis semacam penggunaan bandwidth itu?

- Diposting oleh Dhani @ 22:24