Refleksi: Februari 2006
Minggu 26 Februari 2006

Ada Apa Sebelum Big Bang?

Lantas, bagaimana rupa alam semesta sebelum terjadinya big bang? Masalahnya, para astronom mengukur usia alam semesta mulai dari terjadinya big bang. Dan karena peristiwa big bang menandai awal waktu dan terbentuknya ruang, maka tidak ada momen “sebelum big bang”. Saat itu, baik konsep “ruang” atau “waktu” tidak ada, dan karenanya alam semesta juga tidak eksis.

Penjelasan ini mungkin akan lebih gampang dimengerti melalui contoh yang serupa: Di permukaan Bumi, Kutub Utara menandai garis bujur 90 derajat. Apabila kita pergi ke utara melintasi sembarang garis bujur, kita tidak akan bisa pergi melewati garis bujur 90 derajat. Sekali kita mencapai bujur 90 derajat (kutub utara), kita akan mengarah ke selatan. Jadi, pertanyaan “apa yang ada di utara kutub utara?” tidak punya jawaban yang berarti, sama seperti pertanyaan di awal catatan ini.

Tapi tentu saja kesulitan seperti itu tidak menghentikan para penyusun teori :). Mungkin saja sebelum big bang, waktu adalah khayalan, mungkin juga bahkan tidak ada apa-apa, dan alam semesta berasal dari suatu fluktuasi dari kondisi hampa. Tentu saja masih ada segudang kemungkinan lain. Sayangnya, teori-teori itu akan sulit untuk didukung oleh percobaan, karena suhu yang luar biasa tinggi saat terjadinya big bang sama sekali tidak menyisakan struktur atom maupun sub atom yang mungkin ada sebelum big bang.

- Diposting oleh Dhani @ 23:14

Minggu 19 Februari 2006

Usia Alam Semesta

Berapa sih sebenarnya umur alam semesta ini? Para astronom sejauh ini telah menerapkan beberapa teknik untuk menentukan usia alam semesta. Salah satunya adalah dengan memperkirakan usia elemen di Bima Sakti berdasarkan peluruhan radioaktif dari elemen yang waktu paruhnya telah diketahui, lalu menganggap bahwa elemen-elemen itu tercipta (dalam supernova bintang raksasa) dalam kecepatan yang tetap. Berdasar metode ini, umur alam semesta diperkirakan sekitar 14,5 ± 3 miliar tahun.

Teknik yang lain mengukur usia kelompok bintang, berdasar anggapan mengenai dinamika dan jarak kelompok itu. Kelompok tertua diperkirakan berusia 11,5 ± 1,3 miliar tahun, sehingga usia alam semesta sekitar 11 sampai 14 miliar tahun.

Dengan menggunakan kecepatan pengembangan alam semesta dan jaraknya sampai benda yang paling jauh untuk mengukur umur alam semesta, maka didapat angka sekitar 13 sampai 14 miliar tahun. Penemuan terakhir mengenai kecepatan pengembangan yang meningkat membuat perhitungan ini makin tidak pasti.

Akhir-akhir ini, metode mandiri yang lengkap telah disempurnakan. Teleskop ruang angkasa Hubble, yang bekerja di dekat batas pengamatannya, telah mengukur suhu bintang kerdil putih tertua di kelompok globular M4. Teknik yang digunakan mirip seperti mengukur sejak kapan api menyala dengan mengukur suhu baranya. Dengan metode ini, bintang kerdil putih tertua berumur antara 12 hingga 13 miliar tahun. Dengan menganggap bintang-bintang pertama terbentuk kurang dari 1 miliar tahun setelah big bang, menghasilkan perkiraan bahwa alam semesta secara keseluruhan berusia antara 13 hingga 14 miliar tahun.

Perkiraan yang saat ini dianggap paling akurat diperoleh pada bulan Februari 2003 oleh wahana antariksa Wilkinson Microwave Anistropy Probe (WMAP). Berdasarkan data yang diperoleh, usia alam semesta saat ini diperkirakan sekitar 13,7 ± 0,2 miliar tahun.

- Diposting oleh Dhani @ 23:14

Minggu 12 Februari 2006

Lanjut!

Setelah beberapa bulan “absen”, jurnal ini (saya sekarang lebih suka menyebut demikian ketimbang “blog”) akhirnya kembali berlanjut. Tidak ada perubahan dibanding sebelumnya. Ada sih rencana untuk memperbaiki supaya isinya lebih terstruktur, tapi semuanya masih terbentur dengan beberapa kendala (utamanya waktu).

Saya juga tidak terlalu yakin (dan perduli) lagi soal motivasi macam apa yang membuat saya masih juga merasa perlu melanjutkan jurnal yang lama terbengkalai ini. Yang jelas, situs ini sudah online selama hampir lima tahun. Sayang kalau lantas ditutup begitu saja.

- Diposting oleh Dhani @ 23:13