Refleksi: Maret 2006
Minggu 12 Maret 2006
Hukum Kepler
Setiap kali kita bicara soal orbit benda-benda langit disini, kita pasti akan bersinggungan dengan hukum Kepler. Tapi rupanya saya telah berbuat kesalahan karena sampai sekarang saya masih belum pernah menulis secara khusus tentang salah satu hukum terpenting dalam astronomi itu. (Sedikit ulasan tentang hukum kepler saya tulis pada riwayat singkat Johannes Kepler di halaman ini, tapi isinya masih terlalu ringkas).
Pada dasarnya, hukum Kepler adalah hukum yang terdiri dari tiga postulat yang menjelaskan tentang orbit planet. Hukum Kepler yang pertama menjelaskan bahwa planet-planet mengorbit matahari dengan lintasan berbentuk elips dengan Matahari pada salah satu fokusnya. Hukum kedua Kepler menjelaskan tentang pergerakan planet. Dalam satu rentang waktu yang sama, planet bergerak menyapu daerah yang sama panjangnya. Karena orbit planet berbentuk elips, maka konsekuensinya makin dekat jarak planet ke Matahari, makin cepat pula gerak orbitnya. Terakhir, hukum ketiga Kepler menyatakan bahwa kuadrat dari periode planet (waktu yang diperlukan untuk menempuh satu orbit) adalah sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet itu dari Matahari. Pernyataan ini dituangkan dalam persamaan matematis: P2 = a3, dimana P adalah periode planet mengelilingi Matahari (digitung dalam tahun) dan a adalah jarak planet ke Matahari (dalam Satuan Astronomi). Konsekuensinya, semakin jauh jarak planet, makin lambat pula pergerakannya.
Sesuai dengan namanya, hukum ini digagas oleh Johannes Kepler pada awal abad ke-15. Kepler mendasarkan hukumnya berdasarkan data yang dikumpulkan oleh astronom Denmark, Tycho Brahe, yang mana ia pernah bekerja sebagai asistennya. Hukumnya ini mematahkan kepercayaan selama satu abad yang dibawa oleh teori Copernicus bahwa planet bergerak dalam orbit sirkular (lingkaran). Hukum Kepler memainkan peranan penting dalam perumusan hukum gravitasi oleh Isaac newton pada abad ke-17. Di masa kini, hukum Kepler juga bermanfaat untuk menentukan orbit satelit buatan yang diluncurkan dari Bumi.