Refleksi: Oktober 2006
Senin 30 Oktober 2006

Dari Cakram Gas Hingga Planet

Sebuah bintang terlahir apabila gas terkumpul dalam sebuah kabut molekuler. Gas tersebut sebagian besar tersusun dari molekul hidrogen. Karena gas memiliki mementum angular (momentum sudut), maka ia tidak dapat menempel begitu saja pada permukaan bintang. Alih-alih demikian, gas tersebut membentuk struktur semacam cakram yang tipis di sekeliling bintang, dan secara perlahan kehilangan momentum saat mengorbit bintang induknya, hingga suatu saat, akan tertarik oleh gravitasinya. Tanpa cakram di sekelilingnya, sebuah bintang tidak dapat mengumpulkan cukup massa dari kabut gas tempatnya terlahir.

Diluar fungsinya sebagai pemasok gas untuk pembentukan bintang, cakram yang mengelilingi bintang juga menyediakan bahan mentah untuk membentuk planet-planet. Material yang tertinggal secara bertahap akan menyatu, membentuk material batuan. Massa material ini perlahan tumbuh membesar, hingga membentuk apa yang disebut penetesimal (planet kecil) bergaris tengah sekitar 100 meter. Semua material ini terus berotasi di sekeliling bintang seraya bertumbuh menjadi objek yang lebih besar. Suatu saat, apabila kondisi memungkinkan, proses yang disebut akresi (accretion) ini akan melahirkan sebuah planet batuan seperti halnya Bumi kita.

Saat ini, studi observasi terhadap cakram di sekeliling bintang dilakukan dengan mengamati emisi termal (panas) dan sebaran cahaya dari material pada pada cakram. Namun demikian, dalam masa-masa awal eksistensi suatu cakram, material padat yang ada hanya berkisar satu persen dari total massa cakram. Sisanya masih dalam fase gas, dan terutama tersusun dalam bentuk molekuler (seperti karbon monoksida). Mengamati cakram dan mempelajari kandungan karbon monoksida ketimbang partikel debu, berarti kita hanya melihat pada cakram gas, yang merupakan komponen utama yang menyusun cakram.

Cakram di sekeliling bintang hanya eksis dalam jangka waktu yang pendek, saat bintang induk mengumpulkan gas dari cakram itu. Untuk memahami bagaimana suatu cakram tersusun, bayangkan bahwa suatu bintang hanya berumur seratus tahun. Dalam kasus ini, cakram di sekeliling bintang hanya eksis dari saat bintang berusia tiga hari hingga sebulan sebelum kemudian menghilang. Sebuah bintang hanya memiliki kesempatan untuk membentuk sistem planeter* pada periode terbentuknya cakram yang waktunya relatif pendek. Apabila radiasi ionisasi dari bintang menghalangi cakram debu untuk berakresi menjadi planet sebelum cakram itu lenyap, maka kesempatan sang bintang untuk membentuk sistem planeter akan hilang untuk selamanya. Kapan dan bagaimana sebah cakram menghilang memiliki konsekuensi langsung terhadap kemungkinan terbentuknya planet-planet di sekeliling bintang.

--
*) Saya lebih suka menggunakan istilah “sistem planeter” ketimbang “tata surya”, mengingat istilah tata surya seharusnya hanya mengacu kepada sistem Matahari dan tidak berlaku untuk sistem bintang lain.

- Diposting oleh Dhani @ 00:07

Kamis 19 Oktober 2006

Mengenal Sistem Operasi

Dalam penggunaan komputer, kita sudah sangat familiar dengan istilah “sistem operasi” (operating system). Inilah perangkat lunak pertama yang muncul di layar monitor saat kita menghidupkan komputer, dan yang terakhir kali terlihat saat komputer dimatikan. Sistem operasi menjalankan segala perangkat lunak yang kita gunakan, dan mengorganisasikan setiap perangkat keras pada komputer kita. Pendeknya, sistem operasi adalah “nyawa” dari sebuah komputer.

Dalam tingkatan yang paling sederhana, ada dua hal yang dikerjakan oleh sistem operasi:Tugas yang pertama, mengatur sumber daya perangkat keras maupun lunak adalah hal yang sangat penting, karena saat komputer bekerja, terdapat banyak program dan input methods yang saling berebut perhatian dari prosesor, meminta alokasi memori, penggunaan media penyimpan, serta bandwidth untuk keperluannya masing-masing. Dalam kapasitas ini, sistem operasi memainkan peranan sebagai “orangtua yang baik”, dengan memastikan setiap aplikasi mendapatkan sumber daya yang cukup dan dapat berinteraksi dengan aplikasi lainnya. Di sisi lain, sistem operasi juga mengatur sistem dengan kapasitasnya yang terbatas agar bekerja sebaik mungkin untuk aplikasi dan penggunanya.

Tugas yang kedua, menyediakan antarmuka (interface) yang konsisten juga sangat penting apabila sistem operasi tersebut harus bisa dijalankan pada lebih dari satu tipe komputer, atau apabila perangkat keras yang menjalankannya dapat berubah sewaktu-waktu. Suatu API (Application Program Interface) yang konsisten memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk menulis sebuah aplikasi pada suatu komputer dan memastikan bahwa program yang sama dapat berjalan pada komputer lainnya dari tipe yang sama, walaupun apabila besar memori atau kapasitas media penyimpan pada kedua komputer itu berbeda. Bahkan, pada sistem komputer yang terpisah dan unik, suatu sistem operasi harus dapat menjamin bahwa aplikasi dapat berjalan mulus walaupun didapati adanya upgrade maupun pembaruan (update). Hal itu dimungkinkan karena sistem operasi, dan bukannya program, yang berinteraksi dengan perangkat keras dan mengatur pengunaan sumber dayanya. Sebuah sistem operasi harus mampu mengakomodasi aneka macam piranti (peripheral) dari sekian banyak vendor beserta dengan kombinasi penggunaannya.

Walaupun kita mengenal sekian banyak sistem operasi yang umum digunakan saat ini (DOS, Windows, Linux, UNIX, MacOS, dsb.), namun secara garis besar, berdasarkan jenis komputer yang dikendalikan maupun bentuk aplikasi yang didukung, semua sistem operasi yang ada dapat dibagi menjadi empat golongan:Supaya tidak rancu. perlu dibedakan antara sitem operasi multi-user dengan sistem operasi single-user yang mendukung operasi jaringan (networking). Windows 2000 dan Novell Netware contohnya, dapat menangani ratusan hungga ribuan pengguna dalam jaringan, namun sistem operasinya sendiri bukanlah sistem operasi multi-user yang sesungguhnya. Satu-satunya “user” pada Windows 2000 atau Netware adalah administrator sistem. Dukungan terhadap jaringan dan seluruh remote user yang tercatat (logged in) pada jaringan, dalam pandangan sistem operasi sebenarnya adalah suatu program yang dijalankan oleh administrator.

- Diposting oleh Dhani @ 04:36

Rabu 18 Oktober 2006

Administrativia: Beberapa Perubahan

Akhirnya jadi juga layout situs ini diganti ke format XHTML. Biarpun tampilannya tidak banyak berubah, tapi sebenarnya templatenya sudah dirombak total. Tag-tag table yang bertumpuk-tumpuk itu sekarang sudah menghilang, berganti dengan style CSS yang lebih simpel.

Kenapa harus diganti? Alasannya, desain web menggunakan tabel itu sudah ketinggalan jaman. Selain kurang fleksibel, juga lebih banyak memakai kode HTML sehingga ukuran filenya jadi lebih besar. Kebetulan desain situs ini saya buat sendiri, dan saya terus terang surprised melihat perbedaan ukuran halaman-halaman situs ini dalam format yang sekarang dibanding waktu masih pakai HTML dulu. Selisih ukurannya ternyata cukup signifikan.

Lantas, kenapa tampilannya tidak sekalian dirubah? Well, saya masih belum bosan melihat tampilan situs ini, terutama karena sebenarnya saya sendiri juga jarang berkunjung kemari. Tapi kalau alasan itu kedengaran kurang meyakinkan, maka inilah alasan yang lainnya: saya masih belum punya waktu untuk mendesain grafis dan tampilan yang baru.

Perubahan lainnya, sudah sejak sebulan terakhir, setiap tulisan di jurnal ini sudah diberi judul. Saya harap ini akan mengurangi kebingungan para pengunjung baru dan memudahkan penelusuran informasi bagi pengunjung lama.

Terakhir, khusus untuk para pengguna piranti handheld (PDA, Xphone, dkk.): sorry, kalau tampilan situs ini kelihatan amburadul di layar Anda. Saya masih belum menyediakan dukungan untuk piranti handheld. Mungkin kapan-kapan akan saya buatkan, tapi untuk saat ini sisa waktu yang saya punyai lebih baik dipakai untuk menulis konten saja. Untuk pengguna PC, situs ini tampil relatif konsisten di beberapa browser yang sudah saya coba (diantaranya IE, Firefox, dan Konqueror). Kalau menemukan masalah di situs ini, silahkan laporkan saja ke saya. Trims!

- Diposting oleh Dhani @ 00:07